Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Main Balance Bike Yuk! [Giveaway Balance Bike!]


Kalian yang follow Instagram saya atau Bebe niscaya sering liat kan akhir-akhir ini Bebe kerjanya main sepeda terus. Sepeda Bebe nggak ada pedalnya alasannya yaitu memang kick bike atau balance bike, alias sepeda tanpa pedal. Dikayuhnya dengan cara jalan atau lari.

(Yang belum follow Instagram plis follow hahaha @annisast dan @azxylo!)

Di Indonesia udah mulai banyak banget yang pake hingga ada komunitasnya segala. Nah jikalau di luar negeri, belum dewasa udah dikasih kick bike ini semenjak mereka gres dapat jalan dengan ajeg atau sekitar umur 18 bulanan.

Kalau di sini kan rata-rata anak umur segitu malah dikasih sepeda roda tiga ya. Sepeda roda tiga memang menyenangkan, Bebe suka sekali main sepeda roda tiga di daycare. Tapi sepeda roda tiga kan nggak mengajarkan keseimbangan sama sekali. Makara saat anak makin besar, malah dikasih sepeda roda dua ditambah roda kecil jadi roda empat. Baru deh berguru naik sepeda roda dua. Lama hahaha.

Nah jikalau pake balance bike, saat anak udah cukup besar, mereka dapat pribadi pake sepeda roda dua!

Well ya tiap anak beda-beda sih ya itu mah udah pasti. Tapi katanya saat anak sudah terbiasa dan dapat mencari keseimbangan sendiri dengan balance bike, ia akan jauh lebih praktis berguru sepeda dengan pedal alasannya yaitu sudah tahu perihal keseimbangan. Nggak perlu lagi lah ibunya atau bapaknya ngajarin sepeda dengan megangin sadel sepeda dengan anak yang ketakutan lol.

Menarik ya! Menarik lah! Hahaha. Kaya gini nih anak naik balance bike.


Dan balance bike ini natural banget loh! Saya inget waktu pertama kali Bebe naik sepeda roda tiga, ia tuh nggak ngerti jikalau kaki harus ditaro di pedal lalu dikayuh. Dia malah gowes-gowes kaki ke tanah aja, harus dikasih tau jikalau kakinya ditaro di pedal dan saya simulasikan gowes pedal yang bener. Baru deh ia ngerti.

Nah kemarin pas dibeliin balance bike, ia pribadi dapat loh. Bukan pribadi mahir sih, tapi ia pribadi ngerti bahwa duduk di sini, pegang stang, lalu kayuh ke tanah supaya dapat maju.

Oke mungkin Bebe udah gede (3 tahun) jadi tau cara kerja sepeda. Tapi kemarin anaknya temen, wanita umur 2 tahun, dipinjemin balance bike Bebe dan main di rumput pribadi dapat juga! Makara kuyakin balance bike ini emang natural aja, nggak perlu diajarin dulu anak pribadi ngerti cara mainnya.

Dan persis berguru sepeda, anak terang nggak pribadi dapat juga urusan balance bike ini hahaha. Pertama jalannya pelaaann banget dan nggak dapat sambil duduk. Lama-lama jalannya makin cepet, lama-lama duduk sambil lari, lama-lama duduk lari sambil angkat kaki! Kalau udah dapat angkat kaki artinya udah dapat nemu titik seimbang sendiri. Dijamin dapat lah naik sepeda dengan pedal.

Tapi sebenernya keuntungannya bukan cuma itu. Bukan cuma “demi dapat cepet berguru sepeda”. Yang paling kentara adalah, anak jadi lebih percaya diri alasannya yaitu balance bike ini ringan banget!
Bebe dapat tenteng sendiri, naik tangga yang cuma 2-3 anak tangga itu ia dapat angkat sendiri ban depannya sambil dinaikin. Dan sekali lagi, itu semua natural nggak diajarin sama sekali! Dia jadi merasa punya tanggung jawab atas sepedanya, dan percaya diri alasannya yaitu sepedanya dapat dikendalikan sendiri.

Lengkapnya dapat dilihat di gambar di bawah ini ya!


Nah sekarang, ada yang mau balance bike ini gratisssss? Kalau beli tidak mengecewakan lho, harganya nggak murah. Iyalahhh, sepeda mana ada yang murah. Sepeda roda tiga yang murah mah, yang dari plastik gitu ya hingga ban-bannya plastik hehehe.

Saya punya satu balance bike kayu dari Begun untuk satu pemenang yang beruntung. Begun ini produk lokal loh, handmade, dan modelnya elok banget. Kayunya pakai kayu jati Belanda dan ergonomis meski terbuat dari kayu. Jadinya klasik gitu kugemas. Semua foto di atas, anak-anaknya pakai sepeda dari Begun. <3

Caranya gampang:

1. Follow @annisast dan @letthefunbegun di Instagram (ini wajib ya!)
2. Share postingan ini di Facebook dengan hashtag #BegunXannisast dan tag 5 temen kalian, ajak ikut giveawaynya (harus ada link ke postingan ini bit.ly/begunGAATAU
3. Share perihal giveaway ini di Instagram dengan hashtag #BegunXannisast dan tag 5 temen kalian untuk ikutan giveawaynya. Sertakan link bit.ly/begunGA.

Atau singkatnya:

Follow, share di Facebook/Instagram, tag 5 teman, sertakan link dan hashtag #BegunXannisast. Ini image untuk yang mau share di Instagram ya.


Makara boleh pilih ya, mau share di Facebook atau Instagram. BEBAAASSSS. Kali aja ada yang mentingin feed gitu kan kasian jikalau dipaksa harus posting foto yang nggak sesuai feed HAHAHAHA.

Share berkali-kali juga boleh banget untuk memperbesar peluang menang. Asal tetap pakai hashtag, pakai link, dan tag 5 teman. Yang share di Facebook pastikan settingnya public ya! 

GAMPANG KAANNN. Pemenang akan dicari via hashtag yaaa, dipilih pribadi oleh owner Begun jadi bukan saya yang pilih! Giveaway ditutup tanggal 21 September dan diumumkan di 27 September ya!

Semua boleh ikutan kok. Kalau kalian belum nikah atau belum punya anak juga boleh, lagian jikalau menang hadiahnya dapat dikadoin atau disimpen dulu ya kannn?

Ayo semuanya ikutan! Semoga beruntung!

-ast-

Detail ►

Tentang Hobi Nonton

[SPONSORED POST]


Sejak SMA, saya bahagia nonton film di bioskop, senaanggg sekali. Tapi sebab masih sekolah, film yang ditonton benar-benar dipilih sebab waktunya juga sedikit kan. Harus bagi waktu sama sekolah gitu ahahaha asik abis alesannya ya.

Nah balas dendam waktu kuliah, saya nonton hampir semua film. SEMUA. Hahaha. Karena waktu itu Jatinangor Town Square gres buka dan ada bioskopnya! Meskipun bukan kota Bandung dan rasanya Jatinangor itu kampung banget, tapi bioskopnya update loh asli. Semua film premiere-nya di hari yang sama dengan Bandung. Kaprikornus nggak ketinggalan sama sekali.

Zaman itu ya, film horor atau thriller Indonesia yang nggak terang judul dan isinya aja saya tonton. Demi memajukan kancah perfilman tanah air! Nggak deng, sebab tiketnya murah, cuma Rp 10ribu deh jikalau nggak salah. Kaprikornus dapat banget buat nonton di antara jeda kuliah.

Waktu kuliah ini juga saya lagi seneng-senengnya nonton serial Amriki kaya Heroes, Gossip Girl, Bevery Hills 90210, dan banyaaak lagi. Di sana tayang malem, paginya saya udah sigap download. Dengan koneksi zaman itu yang unlimitednya nggak palsu hahaha.

Beranjak cukup umur dan kerja di Jakarta, film yang saya tonton makin sedikit huhuhu. Sebabnya saya jadi penakut banget, mendadak nggak berani nonton film horor sama sekali. Dan ketika itu, kesukaan nonton udah ganti jadi nonton drama dan variety show Korea.

Pokoknya nggak kehitunglah berapa malam yang dilalui hanya tidur dua jam hanya demi “ah satu episode lagi deh”, “eh nanggung deh satu lagi aja” dengan mata 5 watt. Hayo, saya nggak sendirian lah niscaya soal guilty pleasure yang satu ini. Hahaha. Besoknya di kantor ngantuk tapi bodo amat pengen buru-buru pulang untuk nonton episode berikutnya lagi.

Waktu berlalu, hingga hasilnya hamil. Pas hamil saya masih nonton drama Korea, masih nonton di bioskop, masih nonton konser. Sampai punya anak dan hasilnya nggak nonton apapun lagi sebab nggak mau bawa anak ke bioskop.

T________T

Nonton sih tiga film doang, AADC2 dan Civil Wars di hari yang sama semoga ninggalin Bebenya sekali. Dan nonton Fantastic Beast and Where to Find Them. UDAH. ITU DOANG. Masa mudaku yang sebagian besar dihabiskan untuk nonton sekarang sirna sudah huhuhuhu.

Abis gimana dong, mau ke bioskop harus ninggalin Bebe, mau bawa Bebe kok ya nggak mau *problem lo*. Ya abis saya sendiri suka keganggu sama anak kecil di bioskop, jadi saya sebisa mungkin nggak bawa anak kecil lah ke bioskop.

Sampai kemarin saya denger aplikasi namanya VIU!

Awalnya sih beneran skeptis aja ya sebab yaelah, niscaya ini mah another streaming apps aja kan. Pas coba download terus buka WOOWWW BANYAK DRAMA DAN SERIAL KOREA!



Asli first impressionnya itu, terus panik sendiri. Ih kok banyak yang belum ditonton sih, ini belum itu belum. Ternyata emang udah usang banget nggak nonton drama Korea jadi ketinggalan banyak. Huhu duka amat.

Serunya, di VIU ini bukan cuma drama usang loh, drama gres juga lengkap! Malah ada drama yang lagi tayang di negara aslinya, pribadi tayang juga di VIU di hari yang sama dengan subtitle Inggris dan Indonesia. Wow banget sih jadi nggak takut ketinggalan sama orang Koreya orisinil ya kan. Dan jikalau kalian sibuk dan nggak punya kuota, nggak perlu streaming langsung, download aja dulu pake wifi, nontonnya nanti-nanti.

Stok filmnya juga banyak, ada ribuan judul film dan serial. Dari Korea, Jepang, India, Thailand, Indonesia dan Hong Kong. Yang favorit dari mana? Tentu saja dari Korea nyahahahaha. Sebagai K-fans saya merasa sungguh besar hati lol.

Yang paling menyenangkan dari semua ini adalah: langganannya murah. MURAH BANGET ASLIIII. Langganan VIU Premium satu bulan cuma Rp 30ribu ajaaa, 3 bulan cuma Rp 60ribu, 6 bulan cuma Rp 120ribu, dan satu tahun cuma Rp 240ribu aja OMG.

Bayangin jikalau kalian nonton di bioskop, sekali nonton aja udah Rp 60ribu buat satu orang. Ini 60ribu dapat nonton sepuasnya 3 bulan berdua suami di kasur pula pake baju tidur nyahahaha. Nggak perlu ganti baju dan dandan. #penting

Cocok banget lah buat saya yang nonton satu film aja masih harus diseling sama anak ini dan itu. Banyak pause-nya. Pakabar jikalau nonton bioskop ya kan.

Kalau kalian nggak mau langganan juga tetep dapat nonton loh. Aneh ya? Aneh nggak? Hahaha baik amat ini VIU. Iya jadi jikalau nggak langganan pun tetep dapat nonton, bedanya jikalau berlangganan, kalian dapat nonton di hari yang sama ketika serial tersebut tayang di negaranya. Sedangkan jikalau gak berlangganan, kalian tetep dapat nonton tapi sehabis serial itu selesai masa tayang di negaranya.



Yang terbaru, VIU punya original series berjudul SWITCH yang disutradarai Nia Dinata. WAAA NGEFANS ABIS SAMA TEH NIA *akrab*. Saya nonton semua film Nia Dinata jadi ingin tau banget sama serial yang satu ini. Diperankan Morgan Oey, Karina Salim, dan Tatyana Akman, serial ini bercerita perihal sahabat dengan personality yang bertolak belakang dan jiwa mereka ketuker.

Serial ini udah tayang semenjak 14 Agustus dan ada episode gres setiap Kamis. Hanya di VIU ya!

Oh iya, kau mau susukan VIU Premium GRATIS 3 bulan? Caranya praktis banget, tinggal mention akun twitter @Viu_Id dengan hashtag #switch_annisast dan #yourwaytoviu yaa. Biar puas nonton dramanya!

-ast-

Detail ►

Review Tweede Daycare Benhil

Review Tweede Daycare Bendungan Hilir alias daycare Bebe selama 3 tahun ke belakang!


Kaprikornus ... ahad ini ialah ahad terakhir Bebe di daycare. Senin ini ia akan masuk ke daycare gres yang ada preschool-nya. Mulai kini daycare barunya yang nggak akan saya sebut di blog ini ya.

Hari ini saya mau review dan rekomendasiin daycare yang udah jadi rumah Bebe semenjak umurnya 3 bulan hingga 3 tahun 3 bulan. Kaprikornus persis 3 tahun Bebe di sana.

Namanya Tweede Daycare.

*nulis namanya mau nangis* *anaknya susah move on*

Tweede ini ditemukan oleh JG yang muter-muter sendirian cari daycare di sekitaran Benhil - Pejompongan. Dulu daycarenya masih nebeng di rumah salah satu owner, makanya meski nggak ada CCTV saya percaya aja lantaran lah itu ownernya di rumah kan. Anaknya pun bila pulang sekolah Taman Kanak-kanak suka main bareng sama bawah umur daycare.

Dan perlu diingat bila itu tahun 2014. Pilihan daycare di sekitar Benhil, Kuningan, Setiabudi, nggak sebanyak sekarang. Yang ada pun nggak nerima bayi dari 2-3 bulan. rata-rata dari 6 bulan. Tapi ternyata kemarin pas nyari preschool, banyak banget daycare gres yang bertebaran dan rata-rata udah terima dari bayi 2-3 bulan.

Oke saya pakai template review daycare ya. Cuma ini niscaya lebih detail. Yaiyalah nurut lo aja, 3 tahun bermarkas di sini hehehe

🏡 Lokasi

Jalan Danau Limboto no 4, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Persis di depan Sekolah Menengah Pertama Negeri 40. Kaprikornus bila naik ojek dan nggak nemu Tweede (meskipun ada sih di Google) tinggal search aja SMPN 40. Gerbangnya seberang-seberangan persis.

Ini sebabnya Bebe terinspirasi pengen sekolah pake seragam lantaran suka ngintipin dari balik pager, kakak-kakak Sekolah Menengah Pertama lagi istirahat yang jamnya sama dengan jam bawah umur daycare main outdoor.

🏡 Kondisi bangunan

Rumahnya tidak mengecewakan bagus, bukan bangunan tua. Sekarang lagi dibenerin sedikit-sedikit. Kaprikornus bila ada yang survey ke sana terus ngerasa kok rada berantakan, harap sabar. Lagi diberesin hehehe.

🏡 Rasio caregiver anak

Untuk bayi 1:2, untuk toddler 1:3. Daycare lain rata-rata untuk toddler 1:4 😭 Di sini ada satu mbak khusus untuk beberes jadi jangan khawatir mbak yang jaga anak kita nyambi basuh piring. No, lantaran memang ada satu mbak yang job desc-nya basuh piring dan bersih-bersih.

Karena ADA LHO daycare yang nyuruh mbaknya masak di kawasan buat anak-anaknya. Hiks.

Dan di Tweede maksimal hanya 10 anak, jadi ruangannya masih tetep luas untuk anak lari-larian. Daycare lain dengan ukuran rumah yang sama dapat terima 20-30 anak!

🏡 Jadwal harian

Dateng mandi, makan, kelas 2 jam (nyanyi, gambar, menempel, baca buku, main sama guru lah intinya), lanjut main di luar. BY THE WAY HALAMANNYA LUAS DAN NGGAK BOLEH DIPAKE PARKIR.

Kaprikornus halamannya bebas buat lari-larian, sepedaan, main bola, dan biasa dipake berenang. Ada perosotan dan ayunan juga. Bebe udah naik ini perosotan semenjak ia bahkan belum dapat jalan. Aku mellow banget deh ini beneran.

T______T

Jadwalnya gini:

1. Dateng belum mandi
2. Mandi
3. Makan
4. Kelas
5. Main outdoor
6. Makan siang
7. Mandi lagi/bersih-bersih
8. Bobo siang
9. Bangun terus makan sore
10. Mandi sore
11. Nunggu dijemput

belajar di kelas. captured by @tazalyphoto

🏡 Mandi

Dua kali sehari pagi dan sore. Khusus anak keringetan kaya Bebe, sebelum bobo siang juga mandi lagi. Sabun, sampo, dan pasta gigi disediakan. Sikat gigi bawa sendiri. Daycare lain mah semua harus bawa sendiri huhu.

🏡 Makan

3 kali makan. Kalau bayi di bawah 1 tahun dapet 2 kali snack buah. Kalau di atas 1 tahun 1 kali snack buah dan 1 kali biskuit bayi.

🏡 Tidur

TIDUR DI KAMAR YANG TIDAK DIGABUNG DENGAN RUANGAN APAPUN, DI KASUR DENGAN RANJANG PERMANEN. YANG TERNYATA ADALAH KEAJAIBAN DAN KEMEWAHAN BAGI DAYCARE SE-JAKARTA PUSAT.

THERE I SAID IT.

Saya survey ke 6 daycare lain dengan range harga 3,5juta hingga 5juta per bulan. Sampai yang 5juta per bulan aja bawah umur tidur di kelas, dengan kasur yang digelar gitu aja di lantai, nggak ada ranjangnya. 😭

Di Tweede, kelas ya kelas, kamar ya kamar. Di kamar, tiap anak punya satu ranjang kecil. Kaprikornus dapat naro selimut sama boneka sendiri. Itu ialah area privat buat anak sehabis seharian harus sharing segalanya dengan anak lain. Saya seneng banget sama konsep area privat kaya gini.

Dan karenanya Bebe attach banget sama kasurnya. Meskipun contohnya kebetulan anak pria lain nggak masuk, ia nggak mau gabung nebeng tidur ke kamar anak wanita meski ada kasur kosong. Dia tetep di kamarnya meski sendirian.

OIYA DONG KAMAR ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SERTA BAYI TERPISAH. Daycare lain udah mah tidur di kelas, pemuda cewek nggak dipisah pula.

Ini privilege banget sih. Dan buat saya yang menerapkan soal privasi, soal gender, serta soal rasa aib dari Bebe kecil banget sih Tweede ini poinnya 100 banget.

(Baca: Mengenalkan Gender pada Balita)

🏡 Program preschool

Nggak ada preschool, cuma kelas biasa sama guru TK. Per Oktober 2017 akan ada les Inggris, calistung, dan baca Iqra untuk anak >3 tahun yang belum mau preschool. Ibu dan appa Bebe mah maunya Bebe preschool hehehe. Time to move on sehabis 3 tahun.

MESKIPUN GALAU PARAH. T______T


berenang di daycare. captured by @tazalyphoto

🏡 Mainan


Mainannya emang nggak banyak sih. Banyakan mainan Bebe di rumah hahaha. Tapi jadwal bawah umur tuh emang tidak mengecewakan packed jadi tetep nggak bosen. Refer ke jadwal di atas ya! Anak-anak main pas nunggu dijemput doang cuma 1-2 jam lah paling usang juga.

🏡 Overtime

Jam buka: 7 pagi (tapi biasanya dari jam 7 kurang udah ada mbak dateng sih dan nggak kena overtime bila pagi)
Jam tutup: 6 sore
Biaya overtime: Rp 15ribu per 15 menit

🏡 CCTV

Nggak ada, tapi saya sih udah percaya banget lantaran semua mbak, supervisor, dan gurunya kaya keluarga sendiri. Alhamdulillah hingga kini Bebe nggak pernah kenapa-napa. Malah disayang banget dan lebih dimanja daripada di rumah.

Bebe ganti mbak udah 3 kali dan ketiganya baikkkk banget, sayang semua sama Bebe. Sedih banget kini harus keluar huhu.

🏡 Toilet training

Bisa, mbak-mbaknya mau kok ngajarin toilet training.

🏡 Report harian

Ada dong, lengkap dengan makan apa, habis nggaknya. Plus berantem sama siapa hari ini, mau minta maaf apa nggak, dll.

Bebe ulang tahun di daycare

🏡 Punishment

Sebenernya anak di-time out tapi jarang banget sih. Soalnya biasanya di-time out itu lantaran disuruh minta maaf nggak mau. Ini disuruh minta maaf pada mau, terus pribadi pelukan, terus main lagi, terus paling berantem lagi hahahaha.

🏡 Anak sakit

Asal nggak parah banget sih boleh masuk, dapat dititipi obat/vitamin.

🏡 Lain-lain

Pijat bayi free untuk anak hingga usia 18 bulan. Di atas 18 bulan nambah Rp 100ribu/bulan. Bebe sih hingga kini banget masih pijit lantaran tiap bulan ada aja salah urat zzz, maklum anaknya kalem kan jadi sering pegel-pegel. :|

Dokter anak sebulan sekali (3 tahun belum pernah bolong sama sekali), dokter gigi 6 bulan sekali, dan psikolog 3 bulan sekali (ini juga nggak pernah bolong). Karena katanya ada daycare yang ngakunya ada dokter ini itu tapi dokternya nggak rutin dateng.

Boleh konsultasi sepuasnya sama psikolog. Saya akan kangen banget sesi ini. HUHUHU. Karena biasanya satu sesi sama psikolog dapat jadi satu blogpost. Untung masih kebagian satu sesi psikolog terakhir selesai ahad ini.

Mulai Oktober ada field trip 3 bulan sekali!

🏡 Biaya

Uang pangkal: Rp (lupa tar ditanya dulu HAHAHA)
Monthly fee: Rp 2,9juta

Percayalah padaku ini ialah harga daycare paling reasonable dibandingkan dengan kawasan dan mbak-mbaknya yang baik-baik huhu. Setelah nyari-nyari preschool buat Bebe, rata-rata daycare matok Rp 4jutaan untuk kondisi rumah kaya gini. Yang Rp 3jutaan itu rumahnya emang nggak terlalu anggun sih.

Dan di bulan September ini ada promo uang pangkal loh. Bisa dicicil 3 kali. Kaprikornus yang masih pusing cari daycare, coba dulu ke Tweede ini. Abis dari sini banyak orangtua susah move on lantaran kerasa mbak-mbaknya emang sayang banget sama anak-anak. Termasuk saya.

Begituuuu.

Demikian review daycare Jakarta Pusat saya, boleh loh baca hasil survey daycare lain di Jakarta:

KIDEE CHILD CARE SENOPATI
LOVELY SUNSHINE DAYCARE BENDUNGAN HILIR
HAPPY TREE HOUSE DAYCARE SETIABUDI

dan dongeng plus tips seputar daycare di tag:

TENTANG DAYCARE

See you!

-ast-

Detail ►

Bebe Dan Daycare, 3 Tahun Kemudian

berenang di daycare. captured by @tazalyphoto

Saya masih ingat benar hari itu, Senin, 8 September 2014. Saya masih cuti, sengaja gres akan masuk kerja besoknya. Itu hari pertama saya membawa Bebe ke daycare dan meninggalkannya di sana. Itu juga hari pertama saya pakai jilbab, jilbab pink dengan sweater rajutan coklat. Semuanya masih saya ingat jelas.

Meski kini ingat, waktu itu rasanya blur. Saya menggendong Bebe yang masih sangat kecil dengan kain gendongan, naik motor bersama JG. Saya membawa 10 botol ASI dengan cita-cita akan lebih dari cukup hingga sore. Bukan alasannya ialah stok ASI saya kurang, tapi alasannya ialah membaca pengalaman ibu-ibu lain rata-rata anaknya hanya minum maksimal 500 ml ASI alias 5 botol kaca.

Ternyata kurang. Hari itu Bebe minum lebih dari 1 liter ASI alasannya ialah ia merasa absurd di daycare baru. Saya? Oh nangis dong tentu saja, saya nggak sekuat itu hahaha.

Seharian saya nangis-nangis, ngerengek ke JG ingin resign alasannya ialah nggak tega sama Bebe. Siang-siang resah hingga beliin boneka buat Bebe agar nanti pas pulang Bebe punya boneka baru. Padahal mah anaknya nggak ngerti hahahaha. Waktu itu umur Bebe 3 bulan 2 hari

Dan apakah saya jadi resign? Tentu tidak alasannya ialah besoknya di kantor pribadi ralat ke JG “aku nggak jadi resign hehe saya kerja aja saya suka kerja hehe.”

Ternyata di kantor senang yaaaa! Bebe di daycare aja! Hahaha.

(Baca: Review Daycare Bebe, Tweede Daycare)

Dari situlah perjalanan daycare Bebe dimulai. Bebe berguru banyak sekali, dan yang paling utama ialah berguru punya teman. Di umur 2 tahun beliau udah tahu bahwa ada anak yang lebih besar dan lebih kecil, ada anak pria dan anak perempuan.

Dia berguru banyak sekali. Belajar duduk, merangkak, jalan semua di daycare. Naik perosotan pertama kali bahkan sebelum dapat jalan, naik sepeda, berenang, berguru buka dan pake celana sendiri, makan sendiri, doa-doa, dan banyak lagi. Saya hingga ngerasa Bebe mungkin menganggap daycare ini rumahnya, lah di rumah sendiri cuma bobo doang tiap malem lol.

Teman-teman pun tiba dan pergi, alasannya ialah sudah punya mbak atau kembali diurus nenek. Hanya beberapa dari mereka yang bertahan semenjak usia 3 bulan hingga 3 tahun ibarat Bebe. Dan tahun ini, angkatan 2014 “lulus” semua, pindah ke daycare yang punya agenda pra-sekolah.

T______T

Meski super betah, urusan daycare ini juga nggak selalu mulus. Ada waktu-waktu di mana beliau cranky banget nggak mau di daycare maunya sama ibu aja. Tapi ya kaya yang pernah saya bilang, anak kan emang ada masa-masanya rewel ya.

Mau anak yang di daycare, yang sama nenek di rumah, yang sama ibunya. Pasti ada hari-hari di mana beliau nggak mood dan maunya nangis kan. Makara ya udah. Kalau kalian ngerasa anak rewel lebih baik sama ibunya, belum cencuuu. Kalau ibunya malah stres kan justru mending berpisah dulu ya kaannn. Daripada kenapa-napa.

(Baca: Drama Daycare)


Dan Bebe memang anaknya cenderung ekstrovert. Dia praktis approach anak lain untuk ngajak main meskipun sebelumnya nggak kenal sama sekali. Kecuali jika lagi nggak mood banget ya. Makara beliau di daycare senang alasannya ialah selalu punya teman!

Makanya saya mellow banget kemarin Kamis tiba-tiba udah hari terakhir aja beliau di daycare. Hiks. Sedihnya sedih banget.

Ya gimana nggak sedih, 3 tahun bolak-balik rumah yang sama setiap hari. Bobo siang di situ, mandi di situ, makan 3 kali sehari di situ.

T_______T

Apakah Bebe udah ngerti beliau akan pindah?

Saya udah jelaskan setiap hari semenjak 2 ahad kemudian dan beliau excited banget! Kayanya alasannya ialah beliau nggak ngerti apa itu perpisahan. Selama ini bagi Bebe, perpisahan hanyalah merelakan ibu pergi kerja, nggak lebih.

Sekarang misal lagi baca buku beliau bilang “ibu nanti saya baca buku sama guru bukan kak wina (guru daycare) ya?” atau “nanti di sekolah salo mandi sama guru ya ibu?” things like that. Dia emang udah bosen banget di daycare yang kini alasannya ialah beliau paling tua, anak pria gede sendiri pula. Ya yang lain udah duluan masuk preschool dari 1-2 bulan lalu. Saya aja nggak mau buru-buru alasannya ialah nyempetin survey ke banyak daerah dulu.

(Baca survey dan review daycare di sini)

Berkali-kali beliau bilang “aku ingin main sama Z tapi beliau bayi”. Z ini anak pemuda di daycare tapi masih setaunan gitu. Belum seru diajak main. Padahal hasil konsultasi sama psikolog kemarin, anak 3 tahun memang gres menyadari kebutuhan bersosialisasi. Berarti emang udah saatnya Bebe pindah, demi sobat gres yang sebaya!

Beberapa anak daycare yang pindah, pindah gitu aja nggak ada farewell atau apa. Saya nggak mau ngilang gitu aja, nggak tega huhuhu Akhirnya bikin farewell kecil-kecilan. Bikin hampers isi handuk, kaos kaki, taplak meja, dan nyetak foto kemudian di-frame. Fotonya foto yang ada Bebe dan ada mbaknya gitu.

Sorenya saya bawa nasi kotak terus makan sama-sama. SEDIH BANGETTTT BANGET BANGET. Pas jalan ke kendaraan beroda empat tuh yang kepikiran, wow nggak akan parkir di sini lagi, nggak akan ketemu bapak parkir ini lagi, nggak akan jajan cilor, beli nasi padang, dan mie aceh di sini lagi.

T________T

Tapi yah, ini kan proses natural. Bebe pindah alasannya ialah memang sudah umurnya. Saya juga harus tegar dan mempersiapkan mental untuk beberapa hari ke depan alasannya ialah Bebe harus lewat proses pembiasaan lagi.

Lebih praktis sih harusnya alasannya ialah beliau udah ngerti, tapi ya, tetep nervous alasannya ialah saya sendiri belum kenal mbak-mbak di daycare gres kan. Sama-sama pembiasaan ya, Be!

*

Tiga tahun pake jasa daycare, saya gres sadar jika selama ini saya dapat hening ninggalin Bebe kerja alasannya ialah beliau di daycare. Saya nggak perlu cek beliau udah nyampe rumah atau belum (pulang sekolah), nggak perlu cek makan apa, nggak perlu masak, nggak perlu mandiin. Hidup saya dipermudah banget sama daycare.

Kebayang jika pake mbak di rumah kayanya saya akan sering-sering cek ya. Belum lagi harus masak sendiri. Belum lagi mbaknya di rumah nggak ngajak main yang "edukatif". Daycare ini bener-bener demi peace of mind buat ibu bekerja kaya saya.

Saya dapat hening ajak beliau baca buku atau main malem-malem alasannya ialah saya nggak perlu stres lagi suapin beliau makan. Saya dapat happy main sama beliau full Sabtu dan Minggu tanpa gangguan mbak. Karena banyak kan tuh yang anaknya malah pilih mbak dibanding ibunya. Bebe nggak, ya alasannya ialah nggak punya mbak di rumah hahaha. Quality over quantity, yes?

Makara ya, begitulah. Doakan Bebe betah di daycare gres ya!

-ast-

Detail ►

Hidup Yang Kita Pilih


Minggu kemudian saya nonton konser lagi sesudah 5 tahun lamanya. Lama juga ya 5 tahun nggak nonton konser hahaha. Sebenernya artisnya sempet ke sini sih 2 tahun lalu, tapi waktu itu kan saya punya bayi. Boro-boro nonton konser, nonton bioskop aja nggak kepikiran sama sekali. Makara waktu itu skip.

Sekarang alasannya Bebe udah gede, udah bisa ditinggal dengan manis (meski ibu ngakunya kerja lol), dan nggak nangis sama sekali. Akhirnya saya nonton. Sepanjang nonton rasanya campur aduk. Terakhir saya nonton 5 tahun yang kemudian itu juga saya udah nggak liputan sih, udah beli tiket sendiri. Tapi kemarin rasanya kaya “goyang” gitu sama pilihan hidup hahahaha.

Karena lagi nonton konser terus kepikiran Bebe besoknya sekolah hari pertama.

Sebebnya saya ada di tengah-tengah. Di satu sisi, saya punya teman-teman seumuran saya yang masih concert goers banget. Salah satu temen orang Singapur, udah nonton konser kemarin itu 6-7 kali. KONSER YANG SAMA LOH. Set listnya sama. Dari Singapur ia masih kejar hingga Bangkok, Hong Kong, beberapa kota di Australia, Indonesia, dan nanti Malaysia.

Ada juga satu orang lagi yang bahkan ngejarnya hingga ke Amerika! Orang-orang ini belinya juga selalu VIP, sewa bis kecil buat ikut ke bandara, dan nginep di hotel sekitar venue konser.

Saya juga pernah begitu. Meskipun ya nggak ke 6 negara juga ya. Dan jika kalian menduga itu semua alasannya kami kaya raya, nggak juga sih. NABUNG LAH! Pernah saya ceritain di sini: Mengubah Mimpi.

Poinnya adalah, ternyata sesudah puluhan konser dalam dua tahun, saya hingga pada titik yang dibilang orang “mau gini-gini aja nih hidup?” Kemudian saya merasa harus move on, menikah, punya anak, dan hidup saya berubah hanya dalam hitungan bulan.

Sekarang saya masih bisa nonton konser, jauh lebih bisa dan beberapa tahun lalu. Tapi kan mikirin Bebe masa ditinggal terus. Atau masa bela-belain Bebe di rumah aja sama mbak yang lebih murah supaya uang daycare bisa ditabung untuk nonton konser. Kan nggak begitu.

Padahal jika dipikir lagi, apa coba definisi “gini-gini aja hidup”? Gimana sih hidup yang “gini-gini aja” itu?

Apakah hidup kaya temen saya? Usia hampir 30, nggak menikah apalagi punya anak, nabung ya buat nonton konser di mana-mana. Atau temen saya yang lain, seumuran juga, nggak menikah apalagi punya anak, nabung ya buat traveling aja.

Apa lantas hidup mereka “gini-gini aja” hanya alasannya mereka memutuskan untuk tidak menikah dan punya anak?

Kenapa mereka suka direcokin orang dengan “mau hingga kapan main terus!”

Ya hingga nanti-nanti lah. Artisnya juga manggung hingga nanti-nanti kan. Tempat liburan yang dituju juga masih banyak yang belum kesampaian. Nggak apa-apa banget kan kaya gitu. Ya yang penting kan kerja dan menghasilkan uang untuk hidup dan bahagia. Apalagi coba.

Kalau saya, saya ternyata dengan sadar menentukan untuk menikah di usia ideal masyarakat Indonesia untuk wanita perkotaan, 25 tahun. Saya menentukan untuk punya anak, saya menentukan untuk cari uang dan tiba-tiba prioritas segalanya untuk anak.

Tapi alasannya saya melaksanakan ini, nggak berarti kalian semua juga harus melaksanakan ini. Karena kadang saya nyesel juga kenapa sih saya buru-buru settle down dengan nikah dan punya anak secepat itu hahahaha. Makanya kemarin pas seru-seruan nonton konser rada mikir, ini gitu hidup yang saya mau? Kan mending kerja buat diri sendiri seneng-seneng aja!

Kalau udah gitu kan balik lagi, ini pilihan saya dulu, tanggung jawab dong dengan pilihan itu. Satu hal, jika pun dulu saya nggak menentukan menikah, mungkin saya menyesal juga dengan pilihan tidak menikah. Kita nggak pernah tau dan kemungkinan penyesalan selalu ada, apapun jalan yang kita pilih.

It's not that I'm not happy, I AM. Cuma kan maklum jika kadang mikir "eh jika dulu gini gimana ya?" Biasalaahh. Wajar terjadi. HAHAHA.

(Baca: Memaknai Pilihan)

Kalian yang nggak mau menikah dan menentukan untuk menyenangkan diri sendiri seumur hidup tanpa harus membaginya dengan dana pendidikan juga jadinya nggak apa-apa banget! Nggak usah dengerin kata orang alasannya orang yang ngomong itu nggak bayarin tiket senang-senang kalian.

Dan jangan mau dibilang "gitu-gitu aja". Buktikan dengan kalian sendirian, kalian punya pengalaman yang jauh lebih banyak dan menyenangkan dibanding orang yang judge kalian dengan "gitu-gitu aja". Bikin bucket list dan selesaikan satu-satu.

Jangan takut dibilang “anak tuh bisa bikin hidup lebih semangat”. Iya bener banget kok statement itu. Tapi nggak berarti yang nggak punya anak hidupnya jadi nggak semangat kan. Semangat kan bisa dateng dari mana aja. Lagian apa kabar atuh orang yang udah bertahun-tahun perjuangan punya anak tapi nggak bisa? Apa hidupnya jadi kurang semangat?

Bos di kantornya JG ada yang masih muda udah jadi GM. Makara general manager di korporasi sebesar itu, perempuan, udah pernah tinggal di sekian negara. Nggak nikah dan nggak punya anak. Tapi dengan pencapaiannya, nggak mungkin dong beliau hidup tanpa semangat?

“Anak ngasih arti lain sama kehidupan”. Iya bener juga kok. Cuma ya jangan jadi judge orang-orang yang tidak mau menikah dan punya anak sebagai egois dan hidupnya tidak berarti. Semua orang mengartikan sendiri hidupnya. Nggak butuh orang lain untuk mengartikan hidup kita.

Cuma kadang berat di orangtua ya. Orangtua meski udah nggak bayarin apa-apa tapi suka teteeppp pengen anak-anaknya nikah. Karena seolah kiprah mereka tunai sudah saat bawah umur menikah. Sabar-sabarin aja hahaha.

(Baca: Menjaga Perasaan (Siapa?))

Asal satu hal, jika nyesel jangan ngerugiin orang lain!

Saya pernah denger dongeng suami yang tergila-gila main game lagi dan kesudahannya nelantarin anak istri. Padahal sebelum nikah udah nggak main game. Suatu hari beli komputer gres yang harganya puluhan juta dan mulai lah beliau main game lagi. Nggak perlu kerja memang alasannya anak orang kaya. Tapi anak dan istri nggak diperhatikan lagi.

Nah jika gitu tandanya udah merugikan orang lain dong. Jangan gitu-gitu amat lah gengs.

Hidup seimbang aja bisa kok. Misalnya saya, saya berencana nonton konser setahun sekali (kalau konsernya ada lol). Ada juga temen saya yang anaknya dua, punya “jatah” liburan sendirian (tanpa anak dan suami) sekali setahun. Fair lah. Menyeimbangkan kehidupan jadi ibu dan jadi diri sendiri itu penting dong. Masa kerja capek-capek semua full demi anak? Hahaha.

Judge saja saya silakan.

Makara ya, apa pilihan hidup kalian? Pernah nyesel nggak?

-ast-

Detail ►

Cuti Melahirkan 6 Bulan? Bisa!

[SPONSORED POST]

Bebe dititipkan di daycare semenjak usia 3 bulan. Karena daycare saya sanggup kerja dengan tenang.

Seberapa banyak di antara kalian yang berhenti kerja dengan alasan punya anak? Banyak sih yang alasannya sebab waktu sama anak yang terlalu sedikit. Tapi makin usang makin banyak juga saya lihat wanita yang berhenti kerja sebab lingkungan yang nggak mendukung untuk tetap bekerja.

Beda dongeng jikalau orangnya emang nggak betah kerja ya. Ini orangnya seneng kerja, betah, tapi ternyata pas punya anak gres sadar jikalau kantornya hanya menyenangkan untuk orang yang single. Suka kasian deh jadinya. :(

Saya jadi bercermin sama diri sendiri. Iya sih saya dan JG nggak punya siapa-siapa di Jakarta, orangtua dan mertua di Bandung, jikalau dipikir rasanya susah banget punya anak. Capeekk banget. Tapi jikalau dipikir-pikir, capek itu nggak seberapa sebab lingkungan kami berdua itu supportif banget!

Saya kerja office hour, sanggup pulang jam 5 teng. Pagi boleh izin jikalau emang ada keperluan mendadak. Fleksibel lah jadinya. Makanya sayang banget sama bos dan kantor yang kini sebab saya sanggup dengan gampang anter jemput Bebe ke daycare.

Selain problem waktu, masih ada juga urusan menyusui. Di kantor saya dan JG udah ada ruang laktasi, ruang khusus untuk pumping. Disediakan juga kulkas dan nggak dipersulit sama sekali jikalau mau pumping di jam kerja. Makanya ya betah aja, lancar-lancar aja kerja meski punya anak tanpa punya mbak atau supir.

Ternyata nggak semua orang punya kemewahan itu ya. T_____T

Padahal buat ibu-ibu, hal sesederhana ruang kecil untuk pumping itu sanggup bikin betah di kantor loh! Kalau udah betah, kerja juga jadi maksimal sebab nggak galau lagi mikirin anak. Tapi bahkan cuti hamil aja katanya banyak yang dipersulit!

Waktu saya lempar topik ini di Twitter sebab lagi di event “Tumbuh Kembang Anak dan Dukungan Kebijakan Perusahaan” dari Danone Indonesia ahad lalu, banyak ibu-ibu yang jadi curhat sebab katanya cuti hamil aja nggak boleh 3 bulan. Mau nangis banget dengernya.

Padahal semua karyawan wanita diberi hak 3 bulan cuti hamil dan melahirkan, sementara karyawan pria diberi 3 hari penuh. Kenyataannya ada temen saya yang bilang jikalau beliau hanya diberi cuti melahirkan 2 bulan. Sisa cuti 1 bulan untuk jaga-jaga jikalau nanti harus cuti demi anak. Cuti tahunannya apa kabar? Susah dikasih katanya. Kenapa kantornya gitu banget yaaa. T_______T


Nah tapi ternyata nggak semua kantor kaya gitu loh! Masih ada kantor yang peduli pada karyawan wanita dan keluarga, salah satunya ialah Danone Indonesia.

Kalau kalian kerja di Danone Indonesia, cuti untuk ibu melahirkannya 6 bulan loh. Kaprikornus sanggup ninggalin anak kerja sehabis anaknya mulai MPASI dan nggak tergantung 100% pada ASI kan.

Dan untuk para suami, diberi jatah cuti 10 hari! Penting banget sebab ibu yang gres melahirkan biasanya galau gitu kan, jadi ada suami siaga yang sanggup nemenin dua ahad pertama. Bayi pun sanggup bonding lebih usang dengan kedua orangtuanya.

Danone Indonesia sudah setahun menerapkan sistem cuti 6 bulan ini. Salah satu alasannya adalah, jumlah karyawan yang seimbang antara pria & perempuan. Artinya wanita punya tugas sangat penting untuk kelangsungan perusahaan. Tapi sebelum cuti 6 bulan diberlakukan, banyak karyawan wanita yang malah resign sehabis melahirkan.

Untuk mendukung para karyawan wanita ini, kantor Danone Indonesia pun ramah anak, ada ruang laktasi dan kulkas untuk menyimpan ASIP. Kemudian ibu hamil pun punya satu grup khusus untuk menyebarkan gosip soal nutrisi dan konsultasi perihal makan sehat dengan tenaga kesehatan.



Udah? Belum! Danone Indonesia juga memberlakukan namanya flexwork. Artinya jam masuk kantor bebas dan boleh work from home bila memang dibutuhkan.

Hasilnya ternyata baiklah banget! Jumlah karyawan yang resign sehabis melahirkan menurun tajam, karyawan pun jadi semakin loyal dan pada balasannya meningkatkan produktivitas.

Menurut Direktur HR Danone ELN Indonesia, Evan Indrawijaya kebijakan parental ini pun tidak mengurangi hak karyawan. Gaji tetap diberikan full, tunjangan, serta bonus juga full, tidak prorata. Ya ampun cita-cita banget ya!

Sekarang muncul pertanyaan, jikalau gitu yang ngerjain kerjaan karyawan yang cuti siapa?

Beban pekerjaan karyawan yang cuti dibebankan pada timnya. Kalau masih kurang orang, maka dicarikan pengganti sementara. Kerennya, karyawan yang dibebani pekerjaan sebab timnya cuti itu juga menerima honor aksesori di luar honor biasanya. Iya dong kan kerjaannya nambah.

Dan kebijakan parental ini berlaku di semua group Danone Indonesia termasuk pabrik! Iri nggak? Apa malah udah buka LinkedIn dan cari lowongan di sana? Hahahaha.

Ayo kita berdoa sama-sama biar perusahaan lain juga dibukakan pintu hatinya supaya sanggup ramah anak dan ramah ibu bekerja ya!

-ast-

Detail ►

Apakah Anak Perlu Preschool?

Ya, ini pertanyaan aku banget. Terutama sebab aku nggak mau buru-buru pindah daycare. Makanya pas kebetulan kemarin jadwal psikolog anak, aku pribadi tanya!


Daycare Bebe yang kemarin soalnya nyaman banget buat bayi hingga usia 3 tahunan. Karena memang nggak ada acara preschool-nya. Ada kelas sih tiap hari 2 jam, cuma ya seputar baca buku, menggunting, menempel, mewarnai, dan kadang kegiatan motorik halus gitu. Nggak ada kurikulum atau goal khusus.

Kegalauan aku diperparah sebab anak lain yang udah masuk usia 3 tahun juga, dipindahkan oleh orangtuanya ke daycare yang ada preschool-nya.

Emang harus ya anak sekolah di umur 3 tahun?

Kan masih kecil banget!

Menurut psikolog anak di daycare Bebe (namanya mbak Diana btw hehe), bukan preschool-nya yang penting tapi kegiatan sehari-hari anak. Apakah mendukung untuk perkembangan motorik, kognitif, dan sosial?

Kalau anak hanya di rumah, tapi ibunya rajin main stimulasi motorik, berguru yang mendukung stimulasi kognitif, dan main dengan sobat sebaya menyerupai tetangga untuk kebutuhan sosial, maka tolong-menolong tidak perlu preschool. Di rumah aja cukup.

Untuk anak menyerupai Bebe yang di daycare, insya Allah, dua kebutuhan pertama terpenuhi. Yang aku khawatirkan justru yang ketiga, apakah tidak apa-apa Bebe bermain dengan anak yang lebih muda terus? Perlu nggak sih ia main dengan sobat sebaya?

Surprisingly, mbak Diana bilang PERLU. Teman seumuran perlu sebab di usia 3 tahun, anak gres sadar jikalau ia ialah penggalan dari lingkungan sosial. Dia akan berguru interaksi yang berbeda dengan interaksi ia dengan anak yang lebih kecil.

Iya sih, dengan anak kecil itu Bebe cenderung meremehkan. "Dia kan masih kecil, ibu" atau "ah nggak mau, ia belum bisa ngomong" things like that. Nah jikalau dengan sobat sebaya mainnya memang lebih seru, bisa main role play atau main Lego sama-sama. Karena kemampuannya setara.

Kalau di rumah punya saudara kandung menyerupai adik gimana?

Sekali lagi, mbak Diana bilang berbeda. Apalagi relasi dengan adik biasanya dibumbui cemburu jadi akan berbeda dengan sobat sebaya. Dan di antara adik atau abang itu salah satu niscaya jadi leader atau yang berkuasa, jadi ya memang sebaiknya anak punya sobat main yang benar-benar seumuran. Maka preschool jadi jawaban.

Nah tapi kan aku dan JG anaknya kritis banget ya lol. Makara JG tanya ke temen kuliahnya yang juga psikolog anak. Apakah anak perlu preschool dan bermain dengan sobat sebaya?

Jawaban temennya JG? NGGAK PERLU-PERLU AMAT.

Hahahaha.

Menurut temennya JG, pendidikan usia 0-6 tahun itu nggak ada sasaran apa-apa jadi masih bisa freestyle banget, yang penting menyediakan sebanyak mungkin kesempatan untuk ia eksplor segala sesuatu. Yang penting di usia 6 tahun, anak bisa percaya diri, kreatif, aktif, mandiri, dan terangsang rasa ingin tahunya.

"Untuk sekarang, bisa membersamainya bermain menyenangkan itu udah keren banget"

Gitu katanya. Makara belum butuh sobat sebaya amat asal orangtuanya perhatian.

Hmmm. Mari mikir sama-sama hahahahahaha. Berarti pada dasarnya bisa perlu atau tidak perlu tergantung kebutuhan.

Kalau ibunya ibu rumah tangga dan bisa selalu membersamai anak bermain dengan menyenangkan sih berarti sepakat aja nggak perlu preschool. Tapi jikalau kaya aku yang kerja dan nggak sanggup harus bikin ini itu kaya ibu-ibu andal lain, ya mending preschool/PAUD aja.

TERJAWAB YA BUIBUUUU!

Kalau belum mau preschool mah banyak-banyakin kegiatan di rumah aja. Modal ngeprint doang juga kayanya banyak ya di Pinterest mainan edukatif buat anak. Jangan lupa sore-sore keluar rumah dan main sama anak tetangga.

Bebe sih di rumah nggak punya temen main sama sekali makanya daycare yang ada preschool-nya jadi tanggapan atas semua pertanyaan banget. Malem-malem tinggal quality time sama saya, baca buku atau mewarnai. Ah punya anak ternyata nggak ribet. *PLAK* *ANDA JANGAN BERBOHONG* *LOL*

Ya mau dipikirin ribetnya juga ribet banget lah bikin istigfar ahahaha. Mau dianggap praktis juga kok ya udah dibantu banget nih sama segala jasa daycare dan preschool. Tinggal GoJek doang nih harusnya bikin GoBaby, jasa langganan anter jemput bayi dan anak sekolah gitu hahaha. Aman jaya deh aku tinggal nunggu di kantor doang lol.

*di-judge ibu-ibu se-nusantara disuruh kembali ke rumah*

Oiya pelengkap sedikit ihwal milestone anak 3 tahun selain urusan sosial. Harus udah bisa lompat maju, lompat mundur, dan bangkit satu kaki! Bebe mah udah bisa banget ya, anaknya nggak bisa kayanya jalan dengan kalem tanpa dibumbui lari sambil lompat-lompat. Berdiri satu kaki juga bisa.

Kata mbak Diana, ini akan kuat sama perkembangan otaknya di masa depan. Anak yang gagal melompat ketika balita, akan punya kesulitan berpikir atau kemampuan intelektual yang berbeda dibanding anak yang bisa melompat ketika balita.

HMMM APAKAH AKU KURANG MELOMPAT YA SAAT KECIL SEHINGGA TIDAK BISA KULIAH DI AMERIKA?

Oke deh, demikian laporan psikolog kali ini. Konsul psikolog terakhir nih di daycare huhu. Tiga bulan ke depan supaya bisa share dengan psikolog di daycare gres ya!

Selamat hari Rabu!

-ast-

JANGAN LUPA IKUTAN GIVEAWAY AKU YA! HADIAHNYA BALANCE BIKE! INFO KLIK DI SINI!

Detail ►