Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Why I Love Jakarta | #Sassythurday Ft #Gesiwinditalk

OH HOW WE LOVE JAKARTA! By we I mean me and JG, dunno about Bebe because well, he's a baby ah gimana sih elah ginian harus dibahas.



Oke jadi #SassyThursday ahad ini collab lagi sama #GesiWindiTalk because why not duh. Tema tiba dari Nahla yang sungguh kreatif yaitu perihal mengapa kami begitu cinta kota masing-masing hingga nggak mau pindah satu sama lain! Bahkan saya nggak mau pindah ke Tangerang atau BSD meskipun tau persis di sana enak. Ya tapi lezat jikalau kerja dan segala-galanya di Tangerang/BSD juga yekaannn.

Baca punya mereka, siapa tau jadi pengen jalan-jalan ke sana!
Windi Teguh: Why I Love Medan
Grace Melia: Why I Love Jogja
Mevlied Nahla: BSD, Tangsel, dan Segepok Kenangan


Tadinya saya agak ragu gitu, mau Bandung apa Jakarta ya? Ya cinta sih sama Bandung tapi yaiyalah, Bandung kan hometown. Yang namanya kampung halaman mah selalu dirindukan ya nggak? Karena terlalu banyak kenangan dan keluarga besar di sana semua. Plus keluarga mertua juga, ya niscaya sayang lah sama Bandung.

Tapi kan kadang harus ninggalin yang disayang demi sesuatu yang dapat lebih sayang sama diri kita sendiri kaaan. ASIK.

Jakarta kayanya sayang banget sama saya HUHUHUHUHU. Level mellownya udah setara sama waktu ninggalin Bandung ini jikalau harus ninggalin Jakarta.

Karena di Jakarta, saya terperosok cinta.
Karena di Jakarta, cinta memilihku dengan nyata.
#eaaa jangan pada close tab ya lol πŸ˜‚

(Itu juga kutipan dari puisi cinta masa lalu gengs, kolab kami sebelum ini. KLIK DAN BACA YAAAA)

Duh gue resah bikin list nggak ya hahaha. Bikin aja kali ya.

🏣 Jakarta Kota Mimpi πŸš€

Itu benar. Itu tidak cheesy atau klasik, itu benar. Masih benar, minimal buat saya sendiri. Gimana nggak, saya pindah ke Jakarta sebab satu twit!

Dari satu twit yang kemudian bawa saya ketemu banyak banget artis Korea, wawancara aneka macam artis Korea, nonton konser gratis. Mimpi jadi kasatmata banget sebab pada dikala itu, saya lagi suka Korea banget!

Oke saya nggak tergila-gila sih ya kaya orang-orang hingga nabung atau apa, tapi saya lagi suka Korea banget dan Jakarta mewujudkan mimpi itu. Siapa yang kepikiran sih dapat ngobrol face to face sama Lee Min Ho jikalau nggak pindah ke Jakarta? Dirangkul Lee Seunggi? Ngobrol sama Siwon? Bigbang? Super Junior? Infinite? YOU NAME IT.

Hampir semua artis Korea yang ngetop pada zaman itu saya temui semua FOR FREE cuma sebab satu keputusan pindah ke Jakarta. Dan mimpi itu berlanjut pada mimpi berikutnya yaitu bikin buku di GagasMedia.

Yes, mimpi gue pas SMA/kuliah se-spesifik itu "mau nulis buku diterbitin GagasMedia". Dan itu terjadi sebab saya pindah ke Jakarta. Plis yang suka Korea dan mau beli bukunya masih ada di Tokopedia atau BukaLapak.

(Cerita lengkap dapat dibaca di sini: Keputusan yang Mengubah Hidup, Pindah ke Jakarta)

🏣 Jakarta Tidak Pernah Sepi πŸš€

Bagi orang ekstrovert kaya saya, Jakarta itu menyenangkan sekali! Di Bandung jam 9 malem aja sepi banget, di Jakarta saya nggak takut bangun di pinggir jalan jam 12 malem pulang liputan nunggu taksi. Oh wow saya sungguh pemberani.

Zaman belum nikah, dapat nongkrong lama-lama hingga pagi, banyak temen, banyak makanan, sinyal selalu bagus, ah saya cinta. Gimana ceritanya coba jam 11 malem Semanggi masih macet. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Di Bandung jam 8 malem aja saya suka udah horor sendiri pulangnya hahahahaha. Tapi yah, untuk ukuran saya yang nggak punya kecerdasan naturalis alias nggak peduli nggak nginjek tanah atau liat sawah, Jakarta is heaven! 🌠

🏣 Jakarta Sumber Suara πŸš€

"Kepada ibu Annisa dinantikan di sumber suara"

Lawas nggak sih, apa event zaman kini masih ada yang menyebut area pengaturan sound system itu sebagai "sumber suara"? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Intinya Jakarta yaitu sumber suara, sentra segalanya. Banyak event, banyak acara, banyak brand, banyak diskon. Jadinya banyak pilihan! Iya dari milih makanan, milih baju, hingga pilihan serius macam kerja di mana atau sekolah di mana.

Ya maklum ya ibukota. Sekolah dari yang bobrok hingga yang uang tahunannya setara harga satu rumah juga ada. Begitu pula dengan kerjaan, dari yang cuma malak di stasiun hingga honor sebulan ratusan juta.

Dihadapkan dengan pilihan sebanyak itu kita jadi apa?

JADI SEMANGAT! πŸ’ͺ🏻

🏣 Jakarta Penyemangat Hidup πŸš€

Ini yaitu sumber kemellowan di posting-posting dengan tag Tentang Hidup. Ya gimana nggak mellow sih, liat ibu-ibu luntang-lantung di pinggir jalan bawa bayi sementara di jalan mobil-mobil yang lewat harganya miliaran.

Kesenjangan sosial itu kasatmata adanya dan terjadi di depan mata! Kadang sedih tapi semoga dapat jadi semangat dan sumber syukur ya.

Ya persis caption IG saya beberapa ahad lalu. Tentang gimana tempat rumah saya itu berdempetan banget rumah-rumah glamor yang garasinya seukuran kontrakan saya, sementara di belakangnya rumah-rumah petak yang bahkan nggak punya teras.

Tanpa hidup di Jakarta mungkin harapan saya nggak akan setinggi ini. Di Jakarta saya dan JG ketemu aneka macam orang hebat, orang andal yang kadang bikin minder tapi tanpa disadari bikin kami jadi menggantung mimpi lebih tinggi.

Juga ...

Kami bahagia di Jakarta sebab jauh dari orangtua HAHAHAHAHAHAHAHA

Jauh tapi nggak jauh-jauh amat jadi dapat pulang kapan aja termasuk weekend. Cuma ya, kami enjoy tinggal nggak terlalu erat dengan orangtua sebab jadi dapat ambil semua keputusan sendiri. Apalagi urusan Bebe.

Plus ...

Kami nggak tau mau kerja apa di Bandung. 😭😭😭

Really, kemarin JG sempet mau pindah ke kantor Bandung tapi kok ya tampak jenjang karier jadi lebih sulit ah sudahlah. Apalagi saya, nggak bakal dapet honor yang sama lah jikalau kerja di Bandung mah. 😭

(Baca: Tips Survive di Jakarta No Nanny No ART untuk Ibu Bekerja)

Sementara harapan dan gaya hidup sudah begini. Karena hal tersulit bukan naikin gaya hidup, tapi nuruninnya. πŸ˜”

πŸš“πŸš•πŸš— TAPI JAKARTA MACET! πŸš™πŸššπŸš“

Memang iya weee. Percaya nggak sih saya sama JG itu jarang sekali mengeluhkan macet Jakarta? Kami berdamai sekali dengan kemacetan ini.

Padahal radius kantor saya, kantor JG, dan rumah jikalau dari daycare itu nggak hingga 10 km. 5 km lah, rata-rata ditempuh dengan 1,5 jam perjalanan jikalau lagi waras.

Kalau lagi nggak waras, kantor JG - daycare aja yang hanya 2,5 km dapat ditempuh dalam waktu? EMPAT JAM. HAHAHAHAHAHAHA.

Tapi kan banyak solusi juga, ya nggak perlu bawa kendaraan beroda empat kan dapat naik ojek. Kaprikornus kendaraan beroda empat taro di daycare, ke kantor JG pake ojek atau kadang pake sepeda. Aman terkendali kok, survive kok hahahaha.

Terus orang suka nanya: kenapa nggak motoran aja sih supaya nggak macet? Kan deket juga.

Ah motoran juga macet di Jakarta mah lol. Malah lebih capek jatohnya sebab naik motor, macet, keringetan. Beda setengah jam doang sih mending macet dan naik mobil, at least duduk nyaman. nggak keringetan, ngobrol enak, dapat sambil denger radio ketawa-tawa, Bebe dapat bobo dengan nyaman.

Kalau udah begitu masa mau ngeluhin macet lagi?

*

Tapi yah, harus diakui kadang bosan juga di Jakarta hahahahahaha. Bosan sebab ya namanya manusia, niscaya ingin lebih kan. Maunya sih JG kerja di Singapur gitu, saya di rumah aja blogging dan YouTube-an lol.

Juga urusan Pilkada DKI yang makin mengukuhkan jikalau Indonesia nggak layak huni, ingin pindah ke luar negeri aja. Huhu. Ingin ingin doang tapi perjuangan nggak. Argh.

Kaprikornus yah, itu alasan saya 6 tahun betah di Jakarta dan JG 9 tahun (apa 10 tahun ya). Kalau kalian? Senangkah di kota tempat tinggal sekarang? Kenapa?

-ast-

Detail ►

Kepercayaan Diri Dan Remah-Remah Dunia


Yang kenal baik sama saya niscaya tau persis kalau saya orangnya pede banget sedunia. Jarang banget ngerasa rendah diri. JARANG loh ya catet, bukannya nggak pernah.

Kalau di circle blogger, dulu saya suka sebel sama yang bilang "da saya mah apa atuh cuma remah-remah blablabla" alias merendahkan diri dan nunjukkin ketidakpercayaan dirinya. Dulu saya sebel alasannya yakni come on kalau terus menganggap diri remah, kapan mau majunya? Kapan bisa jadi main course-nya? -_____-

Atau ada tipe orang yang lebih baik sesat di jalan alasannya yakni aib bertanya. WHY? Itu selalu saya pertanyakan. Kenapa mesti aib sih? Kenapa nggak punya doktrin diri untuk sekadar nanya sesuatu yang kita nggak tau jawabannya?

Tapi kemudian saya juga ternyata bisa ada di posisi mereka. Ada di posisi di mana saya "kok gue gini doang sih? Kok orang bisa kaya gitu sih?" Dan momen itu bukan momen penyemangat melainkan momen "ah sh*t lah gue nggak bakal bisa kaya dia".

Dan itu menyebalkan.

T_______T

Ini diperparah alasannya yakni saya orangnya kompetitif banget. Misal saya bisa kesel kagum kalau liat orang seumuran saya yang kerja di New York Times. Ya padahal emang orang Amerika, lahir hingga kuliah di Amerika, ya masuk akal atuh kan kerja di New York Times masa mau kerja di media lokal Indonesia ya nggak?

Dan alhasil saya sadar kalau duduk kasus merasa remah ini yakni duduk kasus inferiority. Di masalah saya, semakin sering bertemu atau berinteraksi dengan orang yang saya anggap hebat, maka saya merasa semakin inferior. Dan saya sadar ini tidak baik
Inferiority complex: an unrealistic feeling of general inadequacy caused by actual or supposed inferiority in one sphere, sometimes marked by aggressive behavior in compensation.

Inferiority menyerupai ini mengakibatkan perasaan "if only" alias "coba kalau". Coba kalau ngotot dulu kuliah di Amerika, mungkin kini udah jadi editor di New York Times. "Coba kalau" semacam ini bikin stres dan nggak menuntaskan masalah!

Karena anutan berikutnya yakni "ya nggak bisa kuliah di Amerika juga sih orang kurang pinter begini". Kemudian jadi merutuki diri kok kurang pinter sih, apa saya kurang berguru pas sekolah, perasaan udah berguru terus tapi kok nggak mampu sih kuliah di Amerika. Blablabla. Padahal ngomel itu nggak mengubah hidup.

Sebenernya kalau lagi waras sih saya sadar benar kenapa harus "coba kalau" toh kini hidup saya juga nggak susah. Setelah itu saya mau tidak mau harus compare dengan orang lain yang kehidupannya di bawah saya. Dari situ biasanya saya merasa lebih baik alasannya yakni masih banyak orang yang secara level pendidikan setara dengan saya, tapi kehidupannya nggak menyerupai kehidupan saya.

πŸ‘‰  Baca juga: Kecantikan dan Perempuan Kedua

Juga yang harus diingat dan saya pikirin banget: kalau terus menerus mengejar standar orang lain, kapan puasnya?

Si A keren banget sih kerja di Google --> apakah jikalau saya kerja di Google saya akan puas? Atau tetap merasa inferior dengan orang-orang yang kerja di Apple?

Si B kok bisa sih nulis di Huffington Post! --> apakah jikalau goresan pena saya dimuat di Huffington Post, saya akan berhenti merasa inferior pada si B?

Belum tentu kan! Inferiority hanya menciptakan kita ingin jadi orang lain!

Which is fine sih ya di level tertentu, terutama di level bikin semangat melaksanakan segala sesuatu. Tapi kalau udah bikin sedih, bikin murung, bikin kepikiran, mungkin saatnya cari pinjaman profesional atau minimal cari orang yang bisa diajak bicara dan mengembalikan doktrin diri.

Perlu diteliti juga apakah "if only" nya masuk akal? Yang udah gawat itu yang begini "coba kalau dulu nikahnya sama anaknya si A, niscaya bisa maternity photoshoot tiap ahad pake fotografer profesional" atau "coba kalau tinggian dikit udah jadi model niscaya ah elah". Itu "if only" yang nggak bisa diterima! Hentikan kini juga! Jangan terus dipikirin!

Caranya mungkin bisa dengan cari tahu kita jago di bidang apa terus pelajari hal itu hingga jago banget dan bikin kita bangga. Kalau udah gembira sama diri sendiri, niscaya inferioritynya berkurang deh. Pasti lebih percaya diri dan nggak lagi menganggap diri sendiri sebagai remahan di dunia.

Tapi ini cuma berlaku untuk orang-orang ambisius ya. Kan banyak juga tuh orang yang lempeng-lempeng aja, nggak ngerasa inferior dan juga nggak ngerasa harus melaksanakan sesuatu yang lebih hahaha. Nggak apa-apa, santai, yang penting bahagia. Kalian tetap bukan remah kok. πŸ˜‚

Dan kecuali kalau urusannya uang. Karena kalau udah urusan uang mah udah di luar kehendak banget lah. Masa mau inferior sama keluarga Trump alasannya yakni mereka lebih kaya. Urusan uang dari turunan keluarga mah lekatnya sama syukur aja, bukan yang lain. :)

πŸ‘‰ Baca: Tentang Berpikir Positif)

Nah kalau saya kan suka ngerasa inferior sama orang pintar, kalau JG selalu merasa inferior dengan orang yang gajinya lebih gede. Inferior alasannya yakni merasa kurang skill hahahaha. Nggak sekali dua kali nelepon saya siang-siang cuma mau bilang.

"Sayang si A gajinya xx puluh juta masa. Kok saya gini-gini aja ya?"

Jawabannya bisa dua:

1. Udah rezekinya πŸ’…

2. Kita nggak tahu kerja keras beliau kaya apa. Jujur apa nggak ya urusan dia, tapi pada dasarnya kita nggak tau effort apa yang beliau keluarin demi kerjaan dengan honor gede. Kalau ternyata zero effort? Kembali ke poin nomor satu lol. πŸ™Œ

Dan saya juga jadi terbiasa melihat "alasan" di balik sesuatu. Misal temen-temen yang liburan terus ternyata keluarganya kaya, yang nggak kaya ternyata hidupnya ekonomis banget. Atau temen-temen yang gajinya gede ternyata kerjanya stand by 24 jam. Yang mana kalau kita lakukan mah nggak mungkin alasannya yakni males banget astaga hahaha

Atau harus ekonomis seirit apapun, tak bisa juga kan. Makara ya, kuncinya (kayanya) jalani hidup dengan gembira. Lakukan hal-hal yang bikin bahagia. Sadari bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kapasitas otak atau jumlah uang di tabungan.

And one thing: stop the 'if only'! *ngomong sama diri sendiri*

Ngerasa inferior atau punya teman yang punya duduk kasus inferior? Share dan tag temennya ya! XD

-ast-

Detail ►

Sudah Tidak Nenen, Tidurnya Gimana?


Ini pertanyaan banget nggak sih untuk kalian semua ibu-ibu dengan toddler yang masih nenen? Kan biasanya jikalau mau tidur nenen dulu sih hingga ketiduran, nah jikalau udah nggak nenen tidurnya gimana?

Problematika saya banget loh ini, saya punya ketakutan Bebe susah tidur jikalau berhenti nenen. Kalau Bebe susah tidur nanti saya susah tidur juga, besok kerja gimanaaa? Makara ya udah lah nggak usah berhenti nenen hahaha.

🍼 Intinya yaitu proses, gengs ...

Proses itu ternyata penting! Proses menyapih itu bukan hanya anak yang berhenti menyusu tapi ibu juga berhenti menyusui. Makara prosesnya sebenernya dua arah banget, ibu harus sudah siap, anak juga harus sudah siap.

Ketika saya merasa sudah siap, pertanyaan "tidurnya gimana?" itu jadi bukan duduk masalah lagi. Tiba-tiba nggak peduli gitu malah nggak kepikiran sama sekali.

Jadi gimana cara tidur sehabis anak berhenti menyusu?

Tiga hari pertama Bebe guling-guling nggak jelas, kaki nendang sana sini. Dia masih keukeuh pada pendirian "Salo nggak tahu caranya tidur". Akhirnya saya atau JG pelototin, bunyi tegas tapi tidak murka "ayo kini Xylo merem! Kaki diam, jangan tendang-tendang!"

Di hari pertama beliau pundung digituin. Dia tutup muka terus nyungsep ke bantal, eh nggak nyampe 5 menit tangannya yang nutup muka merosot. Tidur deh.

Sekarang juga masih begitu. Dan si Bebe nggak akan dapat tidur jikalau saya atau JG masih bangun. Makara emang tidur sama-sama banget. Kalau saya akal-akalan tidur, niscaya ketauan. Makara ya udah tidur sama-samalah.

Ya banyak sih ya teori parenting soal tips biar anak praktis tidur. Tapi gimana, mandi air anget udah, kenyang udah, capek udah, lampu mati malah ngamuk. Seperti biasa, teori parenting itu cukup dibaca, penerapannya ya tanyakan hati nurani HAHAHAHA.

🍼 Kalau tidur siang ... 

Ini susah banget asliii. Tapi alasannya Bebe tidur siang di rumah cuma dikala weekend jadi ya kadang ya udalah skip aja tidur siang. Karena nggak dapat banget, kecuali ya tidur sama-sama. Tapi kadang kan kita-kita yang orang sampaumur ini nggak mau bobo siang ya.

Justru jikalau main ke mall gres tidurnya gampang. Karena beliau akan lari-lari hingga capek gres lalu duduk di stroller dan bobo. Atau minimal di kendaraan beroda empat beliau akan ketiduran.

Ini kenapa saya juga bingung. Kalau di daycare itu jadwalnya niscaya sih ya, jam sekian beliau akan diseka, ganti baju, taro di daerah tidurnya, diselimutin, dan beliau tidur sendiri. Di rumah mah bye aja, nggak dapat pake ritual gitu.

Terus yah, nggak ada juga romantisme pelukan atau baca buku sebelum tidur baahhh yang ada lari-lari dia. Lompat-lompat terus. Ibu pusing. T_________T Kadang terjadi sih beliau sweet meluk-meluk sambil baca buku, tapi persentase dibanding lompat-lompat itu cuma 10% nya romantis lol.

Makara jikalau saya ditanya gimana tips nidurin anak, saya nggak tahu banget. Saya juga failed banget di bidang ini *alah*. Cuma ya, ketakutan anak susah tidur sehabis berhenti nenen itu nggak terjadi-terjadi amat kok di Bebe.

Dia nggak susah tidur hingga jam 2 pagi banget gitu misalnya. Jam tidurnya nggak berubah sih thank God.

Nenen yaitu salah satu cara yang bikin beliau nyaman jadi KAYANYA loh ya, asal anak nyaman, anak akan cari tahu sendiri caranya tidur.

Ya tapi syaratnya mungkin harus anak yang memutuskan sendiri untuk berhenti nenen. Makara beliau sadar benar beliau harus berusaha tidur sendiri dan berusaha console diri sendiri jikalau lagi sedih. Dulu kan jikalau murung nyot aja eksklusif nenen.

INI NULIS APA SIH YAAAA. Muter-muter nggak terang maunya apa, ini dalam rangka mendisiplinkan diri untuk nulis aja sih. NGGAK APA-APA YAAAA. HAHAHAHA.

Anyway selamat liburan besookkk! :*

-ast-

Detail ►

#Sassythursday: Ketakutan Dalam Hidup

 Soalnya jikalau ketakutan dalam hidup ya banyak ya kan #SassyThursday: Ketakutan dalam Hidup 
HEYAK JUDULNYA SOK SERIUS. Padahal nggak serius-serius amat kok. Cuma pengen share hal-hal yang paling saya takutin hahaha.

Soalnya jikalau ketakutan dalam hidup ya banyak ya kan. Takut Bebe sekolahnya nggak bagus, takut dipecat, takut kerjaan nggak selesai lol. Tapi ini mah ketakutan biasa aja kok.

KETAKUTAN KOK BIASA YAELAH.

Nggak ada ketakutan yang biasa dan jangan pernah menganggap remeh ketakutan orang lain. Di umur ini nakut-nakutin orang lain sama hal yang beliau takuti itu nggak banget plis. Misal ada orang takut reptil terus sengaja kirim-kirim beliau foto reptil. Nggak begitu. Mau nggak jikalau dikirimi hal serupa yang kita takuti?

Baca punya Nahla yaaaa: Hal yang Paling Ditakuti

Oke ini list ketakutan saya.

🐈 KUCING 

Iya saya nggak suka kucing level takut banget mau nangis tiap ada kucing. Sebabnya nggak inget kenapa, yang terang semenjak kecil saya memang sudah takut kucing. Dan mengapa orang-orang takut kucing itu selalu diikuti kucing ya?

Dulu pas kost, pas ada kucing melahirkan, di mana? Di depan pintu kamar saya. WHY GOD dari semua kamar beliau melahirkan di depan kamar saya? Akhirnya si belum dewasa kucing itu keliaran di sekitar kostan dan saya mau pingsan tiap kali pulang dan harus buka gembok alasannya ialah takut ada kucing tiba-tiba nongol dari bawah pager.

Kesialan berlanjut alasannya ialah temen kamar sebelah pelihara kucing omg. Untung balasannya kostannya digusur (belum hidup di Jakarta jikalau belum digusur di kost HAHA) jadi pindah kost yang nggak banyak kucing.

Sampai kini jikalau makan di pujasera gitu kucing-kucing niscaya diemnya di bawah meja saya.

-__________-

πŸ•· KECOA (nggak ada emot kecoa lol)

Ini pas udah gede loh ya jadi takut kecoa. Pas kecil saya nggak takut malah berani ngambil gitu. Makin gede kok ya makin jijik huhu. Intinya parno banget sama kecoa hingga dulu pas zaman ngekost, jikalau ada kecoa saya tutup pake bekas kawasan salad Pizza Hut, terus atasnya saya kasih pemberat saking horor beliau kabur.

Setelah itu diemin hingga ada orang yang dapat dimintain tolong untuk buang itu kecoa hih. Sebel banget liat kecoa NGGAK SUKAAAA. Tetep nggak suka liat kucing sih tapi sebel liat kecoa.

⏰ Telat

Duh ini bukan sombong ya tapi saya dapat mules banget jikalau janjian meeting terus telat. Apalagi jikalau alesannya macet. Mau nangis rasanya alasannya ialah ya namanya Jakarta YA MACET LAH! MASA TELAT GARA-GARA MACET!

Makara saya mending dateng kecepetan sejam daripada telat, nggak berpengaruh sama gelisahnya. Nggak berpengaruh menghadapi diri sendiri. Nggak berpengaruh harus mikirin bikin alesan ke orang lain.

Meskipun kadang orang yang diajak meeting udah maklum banget jikalau dateng meeting telat di Jakarta. Tapi kan nggak mau jadi pecahan dari stereotype orang Indonesia suka telat. Hah sebal. Mikirinnya aja saya mules. T______T

Saya juga sebel soalnya jikalau orang dateng meetingnya telat. Apalagi jikalau seharian back to back meeting gitu, satu telat ya semua telat lah plis deh.

Saya maklum jikalau yang telat orang bule gitu yang ke Jakarta cuma buat meeting. Kasihan lah itu mah. Mereka suka nggak nyangka traffic Jakarta 5 kilometer aja harus pergi 1,5 jam sebelum hehe. Pukpuk.

...

Takut apalagi ya?

...

🎑 Kicir-kicir Dufan

Ya ampun saya anaknya nggak butuh tantangan banget. Kicir-kicir itu yang kita duduk terus diputer, bersama teman sebelah kita yang diputer ke arah lain, plus sama temen segrup kita yang diputer juga ke arah lain astaga.

Mending Tornado atau Hysteria aja saya mah. Pernah udah ngantri panjang-panjang di Kicir-kicir Dufan itu terus menjelang deket saya kabur HAHAHAHAHA

Nyelonong ke bawah pager dan kabur alasannya ialah mau muntah mikirinnya juga.

Eh btw makin bau tanah makin horor nggak sih naik-naikan gitu? Dulu pas kuliah saya sering ke Dufan sama temen-temen hari kerja gitu semoga sepi. Itu naik Halilintar bolak-balik sambil lempeng aja nggak ada takut-takutnya. Naik Kora-kora sambil foto-foto.

Terakhir ke sana saya lemes lah nggak mampu naik apa-apa HAHAHAHA. Ini kasusnya sama kaya film brutal. Dulu saya nonton film model Inglorious Bastard atau Blood Diamond itu lempeng aja loh meskipun darah muncrat-muncrat. Makin bau tanah makin nggak sanggup.

Kemarin nonton Wolverine aja banyak tutup matanya. Kenapa makin nggak tega yah duh.

😭 JG dan Bebe ke toko mainan

DISASTER. ENOUGH SAID

❌ Diunfollow orang

HAHAHAHAHA MAKANYA FOLLOW DONG GENGS!

Saya blogging pendek lho di IG @annisast. Follow dong plis. Pusing kenapa blog ini pembacanya hampir 200ribu tiap bulan tapi yang follow IG cuma 2ribuan hih sedih.

Follow yaaa! Kalau emang nggak suka atau annoyed sama postingan saya juga nggak apa-apa sih unfollow. Tapi coba follow dulu laahhh πŸ˜‚

Udah ah mau berenang dulu. Bye!

-ast-

Detail ►

Susahnya Jadi Ibu ...


Ih kok ngeluh?

Boleh dong ngeluh, boleh banget semoga waras. Tapi jangan sering-sering yaaa. Jangan hingga mengeluh mendominasi hari. Karena yang boleh mendominasi hari dan menjajah pikiran hanyalah ajaran upload foto apa di Instagram hari ini? BAHAHAHAHAH

Iya ih susah banget loh jadi ibu.

Dan sialnya kesusahan itu gres ketauan pas udah jadi ibu hahaha. Pas belum jadi ibu mah ya ngerasa bisa lah toh jadi ibu itu katanya kodrat. Toh jutaan wanita lain sedunia juga bisa jadi ibu. Kaprikornus kita juga niscaya bisa! πŸ’ͺ

Meskipun pas hamil agak-agak mellow sebab bisa nggak yaaa? Apakah saya bisa mengurus dan mendidik anakku? Ah saya niscaya bisa! Kan bisa belajar!

Kemudian kita pun belajar. Melahap aneka macam teori melahirkan hingga teori ASI, hafal semua! Teori parenting, teori MPASI, teori fase-fase balita. Teori ini teori itu. Seminar ini seminar itu. Talkshow ini talkshow itu. Follow banyak psikolog anak dan dokter di social media.

Males? SAMAAAAA. Saya juga nggak ikut kok seminar-seminar parenting itu bahahahaha saya nggak punya waktu sis. Saya ibu-ibu homeschooling alias berguru sendiri baeee. πŸ˜‚

Rajin juga tanya-tanya ke temen yang tampak baiklah dan bisa ditanya. Dan yang terpenting, menentukan sobat tidak judgmental! Supaya nggak stres sebab urusan ASI bila temennya geng pengharam susu formula.

Waw jadi ibu ibarat kuliah tak kunjung henti, penuh teori dan praktikum setiap hari. Mana nggak ada ujiannya pula jadi nggak ngerti deh apa kita udah layak jadi ibu?

(Baca: Hal-hal yang Hanya Bisa Dirasakan Ibu Menyusui)

Ah susah emang sih ya.

Anak kan bukan cuma harus dikasih makan, bukan cuma praktis dibeliin mainan semoga tetap anteng. Belum ngajarin sopan santun. Belum ngajarin harus menghormati perbedaan. Belum ngajarin toilet training. Ah peer nya banyak banget!

Belum lagi anak harus dijaga emosinya!

Uhwaw, menjaga emosi anak sambil menjaga emosi diri sendiri itu lebih berat dari maraton 40KM. Mending maraton bisa latihan dulu, bisa alesan beli sepatu lari gres semoga samaan sama Jennifer Bachdim, lah menjaga mood anak setiap hari?

Jungkir balik sis, nggak bisa pake alesan belanja pula *LHA*. Anaknya literally jungkir balik lari-lari sana-sini padahal disuruh pake baju doang abis mandi, ibunya jungkir balik dalam pikiran. Butuh yoga emang nih ya, yoga pikiran semoga nggak jungkir balik terus. πŸ˜‚

Yang harus dijaga emosi anak DAN emosi ibu kan sebenarnya. Karena anak tantrum leading ke ibu tantrum juga. Anak marah, ibunya ikut marah. Muter-muter. Padahal yang satu umur 3 tahun, yang satu umur 30 tahun. Ckckck. Emosi tidak mengenal usia.

Kalau udah tantrum, yang umur 3 tahun bisa happy seketika kaya nggak ada apa-apa. Lha yang umur 30 tahun? Abis tantrum guilty banget sebab kok ya nyari lawan berantem harus banget anak umur 3 tahun? Anak sendiri pula. πŸ˜‚

(Baca: Tips Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum)

Susah lah emang.

Apalagi ngomongin guilty pleasure ibu-ibu sedunia: gadget. Wow wow. Bahkan yang ngasih screen time nggak lebih dari 3-4 jam sehari aja masih ngerasa guilty banget. Kok bisa orang lain anaknya nggak kena gadget sama sekali? KOK GUE NGGAK BISA?!

Ah saya nggak bisa sebab saya takut nggak waras. Kalau nggak dikasih gadget maka nggak bisa makan. Anak kalian bisa baca buku atau mewarnai? BERSYUKURLAH. Oh bisa sebab dibiasakan? Ah saya juga udah coba, nggak terbiasa-terbiasa tuh anaknya. Sayanya nggak bisa makan iya.

Padahal makan kan kebutuhan hidup paling hakiki ya nggak? HQQ bila kata anak gawl zaman sekarang.

Nyesel nggak ya di masa depan sebab ngasih anak gadget? Kayanya nggak ya. Kalau pun di masa depan beliau jadi kecanduan, ya terima aja. I PLEAD GUILTY. πŸ™‡πŸ»‍♀️ Salahku 100% sebab mau hidup hening dikit pas beliau balita. Terima ajyaaahh. Nasib gengs.

Ckckck. Susah kan bener?

Pas anaknya bayi resah minta ampun urusan ASI. Apa ASI saya cukup? Kenapa ASI saya nggak ada? Atau malah kenapa ASI saya banyak banget hingga bayi dapetnya foremilk doang? Kenapa tetek nanah mau meledak tapi dipompa cuma dapet 20 ml? Kenapa breastpump mahal? Kapan saya bisa pake bra biasa lagi dan bukannya bra nenek-nenek?

Anak umur 2 bulan mulai resah sebab mau masuk kerja. Nangis-nangis ke suami pengen resign aja. Keputusan yang untungnya tidak diambil dan cukup ditertawakan sekarang. Karena bila resign, ai nggak bakal waras gaes.

Kantor yaitu sebenar-benarnya lari dari kenyataan ada anak bayi ngotot pengen beli Robocar Poli 250ribuan tapi 3 jam lalu dibuang sebab ingin Hot Wheels 30ribuan. #truestory πŸ’†πŸ»

Apalagi bila anaknya 2 atau 3 tahun yaaa. Duile urusan pake celana posenya gimana aja problem banget. Terserah Bebe ajalah. Ibu ngikut Bebe aja, tapi masalahnya bila Bebe pose nungging gitu pake celananya gimana, Be?

Terus masih aja harus berdiskusi hal-hal kurang penting bagi ibu tapi mungkin penting bagi Bebe. Seperti ibu maunya mandi dulu, Bebe maunya minum susu dulu. Ya terserah Bebe aja, ngikut Bebe aja deh ibu mah.

Tapi bila sudah jam 11 malam dan ibu maunya Bebe bobo sementara Bebe maunya nonton PJ Masks terus ya ibu marah. Bebe nangis. Biar aja Bebe nangis sebab nggak semua yang Bebe mau bisa ibu kasih. Nangis hingga ketiduran ya plis, jadi nggak perlu ngelonin. πŸ˜‚


Belum lagi urusan pup aja jadi urusan paling penting sedunia sebab ada anak bayi yang ngintilin mulu. Alesan basuh tangan lah, basuh kaki lah, hingga nggak punya alesan. Pengen sama ibu aja.

Udah gitu ngeluh-ngeluh sebab plis deh saya mau pup dengan tenang! Terus urusan mandi. Nyuruh-nyuruh anak mandi dengan alasan bacin asem. Padahal bacin asem itu dicari-cari dulu dan dicium-cium hingga puas. Hah! Konsisten dong!

Siapa yang di sini pernah pipis sambil nenenin? SAYAAAA! Kalian nggak sendirian gaes. Tenang aja.

Capek ya. HAHAHAHA. Capek-capek sebel pengen ngetawain diri sendiri. Woy kehidupan jadi ibu kok lawak banget. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

*

Tapi ya kok begini amat? Pas tidur malah dicium-ciumin terus. Pas lagi kalem malah dipeluk-pelukin terus hingga beliau sebel. Pas lagi duduk anteng malah jawil-jawil pipi terus gangguin anak. Makin beliau sebel makin seneng kita godain. Kita ibu macam apa!

Di kantor malah telepon suami bahasnya anak juga. Browsing Timehop cuma mau liat foto-foto Bebe waktu bayi. Foto-foto ditata rapi di Google Photos dengan album menurut usia bulan sebab saya nostalgia aja perfeksionis, maunya nostalgia menurut beliau usia berapa bulan.

Dan tiba-tiba anaknya gedean dan anteng sendiri malah jadi kangen, sebel, kenapa sih? Udah nggak butuh ibu ya? #drama

Belum lagi nafsu beli gadget berkurang drastis sebab fokus menabung untuk sekolah.

DUH BUIBUUUU! KITA INI IBU MACAM APA!

Kita ini ibu-ibu normal! Ibu-ibu yang bebas mengeluh sebab mengeluh itu hak segala bangsa! Hahahaha sini pelukan semua! Tenang aja bentar lagi THR-an jadi bisa belanja pelipur lara. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Share ke temen kalian yang lagi jungkir balik juga ngurus bayi dan balita! LUV!

-ast-

Detail ►

Crème Simon Dermo-Hydrating Toner Mist Review

Halo semuanyaaa! Kembali di #SelasaCantik!

Kali ini aku mau review Dermo-Hydrating toner mist dari CRÈME SIMON donasi dari Clozette Indonesia. Begitu liat kemasannya langsung suka gitu alasannya warnanya rose gold yang bagus banget!

Botolnya doff dan beludru-beludru gitu bagus banget. Kotaknya aja diembos dedaunan dan bunga waaa sebagai orang yang visual banget aku sukaaaa banget sama packagingnya.

Saya jujur sih gres pertama kali denger CRÈME SIMON tapi ternyata aku aja yang kurang wawasan hahaha. Karena CRÈME SIMON yaitu salah satu merk beauty tertua di Prancis! Sejak tahun 1860 bayangin aja. Udah 157 tahun!

Waktu itu foundernya, Joseph Simon, ingin bantu para pekerja laundry yang tangannya garang alasannya mencuci baju di sekitar Sungai Rhone. Inovasinya lalu diberi nama CRÈME SIMON dan bertahan hingga kini wow!

Produk yang aku coba ini merupakan belahan dari Brightening Detox range yang fokus pada melembabkan kulit dan mencerahkan. Dari namanya udah keliatan jikalau produk ini merupakan toner yang juga sanggup dipakai sebagai facial mist.


CRÈME SIMON Dermo-Hydrating Toner Mist ini punya beberapa keunggulan, yaitu:

πŸ’›  Activ-Fleur Complex: An exclusive botanical elixir of 7 fresh flowers and plants, rich in active phenols and flavonoids, proven to gently brighten skin
πŸ’›  Rose, Iris, and Jasmine extracts: Oxygenate and improve toxin elimination and skin cell renewal for luminosity and clarity.

πŸ’›  Wheat Oligosaccharides Complex: Boosts brightening efficacy through reduction of skin pigmentation and melanogenesis inhibition.

Duh maaf ya tadinya mau translate tapi kok susah cari padanan katanya hahaha. Ya ngerti kan ya, masa nggak ngerti. 

Makara produk CRÈME SIMON ini botanical-based alias natural. Tidak mengandung alkohol, parabens, silikon, sulfat, dan minyak. Juga nggak pake pewarna dan non-comedogenic. Ah lengkap! Plus alasannya dibentuk dari 7 macam bunga itu wanginya jadi yummy banget. Enak hingga aku cium-ciumin terus huhu. Terharu amat.


Yang tercanggih adalah, produk ini sudah diadaptasi dengan kebutuhan banyak sekali musim! Makara jikalau kita liat belahan belakangnya, ada gambar-gambar yang menunjukkan produk itu cocok di musim/cuaca apa. Gambar matahari artinya cocok untuk cuaca panas, gambar tetes air artinya cocok untuk cuaca lembab, dan gambar salju artinya ... apa coba artinya? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Lanjut ke kegunaan, CRÈME SIMON Dermo-Hydrating Toner Mist ini sanggup dipakai sebagai toner, facial mist, hair mist, setting spray, dan blemish treatment!


Saya jelaskan satu-satu ya!

πŸ’› Toner: Boleh dispray atau spray ke kapas hingga basah. Cocok buat yang suka numpahin toner kebanyakan, alasannya ini bentuknya spray jadi nggak bakal tumpah-tumpah. Kandungan aktifnya sanggup jadi booster semoga kerja moisturizer kalian jadi lebih efisien.

πŸ’› Facial & hair mist: Semprot ke muka kapan pun semoga mukanya seger. Dan wanginya itu loh luvvvv. Wangi banget! Bisa juga disemprot ke rambut. Kalau kalian abis makan di foodcourt, rambut suka bau masakan kan ya. Bawa ini di tas, siap siaga!

πŸ’› Make up setting spray: sanggup banget buat nge-set make up! Nggak bikin oily dan finishingnya matte!

πŸ’› Blemish treatment: sanggup menenangkan nanah yang meradang. Tinggal semprot sedikit ke kapas terus kompres deh di jerawat.

Di kulit aku yang kering, CRÈME SIMON Dermo-Hydrating Toner Mist ini yummy banget jikalau dipake siang-siang alasannya kulit kering kena AC. Wanginya juga nempel banget suka deh, wangi bunga lembut gitu. Satu kubikel sanggup jadi wangi ini semua jikalau aku gres semprot.

All in one banget ya! CRÈME SIMON sanggup kau dapatkan di seluruh store Sephora Indonesia atau beli online di sephora.co.id. Mampir juga ke websitenya ya www.creme-simon.com dan follow Instagramnya di @cremesimonid!

Thank you!

-ast-

Detail ►

Suami Yang Nyebelin

Hai gengs, libur nih ya dan dari kemarin Nahla sibuk banget recording plus saya padet banget di kantor jadi kami nggak bahas #SassyThursday sama sekali! Terus jadi diajakin kolabnya sama #GesiWindiTalk jadi ya udalah saya nebeng aja daripada nggak nulis hahahaahha

Temanya bikin mikir banget: hal-hal yang menyebalkan dari suami. Iya tadi saya melamun dulu mikirin, apa ya?



Punya Mba Windi: Suami Nyebelin


No lah bukan lantaran saya sama JG nggak pernah berantem. We do, we argue, we fight, we yell to each other (ok mine is louder) but at the end of the day we're stuck together, right? HAHAHAHAHAHA

Tapi mungkin lantaran saya orangnya nggak melankolis, jadi saya benci mikirin hal-hal yang bikin saya sebel. Mikirin aja males apalagi disuruh nulis hah. 😢

First of all, jikalau kalian temen-temennya JG, kalian niscaya menganggap ia annoying banget hahahahaha. Annoying gengges gitu gengs. Itu semua disebabkan oleh ia hampir nggak punya rasa malu. πŸ˜‚

Ya nggak lari di lapangan sambil telanjang juga, tapi seberapa banyak dari kalian yang berani tampil nyanyi di kawinan orang padahal sadar banget bunyi fals? Seberapa banyak dari kalian yang photobomb DENGAN SENGAJA selfie geng cewek-cewek gemes di mall?

Ya jadi misal ada cewek-cewek lagi selfie terus ia bangun aja di sebelah mereka gitu ikutan pose. That kind of prank, that kind of gengges-ness. Kalau kata Nahla, JG kenapa senseless banget sih? πŸ€”

Atau misal lagi milih telor di supermarket gitu terus ada lagu Shape of You-nya Ed Sheeran (somebody pls block this song why it's on loop EVERYWHERE IN THIS WORLD enough is enough 🀒) dan JG dapat pilih telor sambil joget aja seluruh badan.

Joget megol-megol beneran gitu dan biasanya yang tersinggung pertama ialah Bebe. Dia akan teriak "appa, diam!" atau "appa! jangan joget!" oh men, Bebe dalam waktu bersahabat kayanya akan males ikut-ikut kami ke daerah umum lantaran ayahnya suka malu-maluin. πŸ˜“

Lalu apakah saya malu? Apakah saya sebal sama kejadian-kejadian itu? Nggak sih πŸ˜‚

Dan hingga kini pertanyaan default jikalau ketemu temen-temennya ialah "kok mau sih nikah sama orang model begini?" πŸ€”

Ya maulah ia kan annoyingnya sama orang lain hahaha. Sama saya nggak begitu cara nyebelinnya. Lagian saya nikah sama JG lantaran JG dapat diajak diskusi hampir segala hal.

Iya dari lipstik, politik hingga urusan dunia kaya Trump atau Duterte. Kemarin mbak @tikabanget hingga shock lantaran pas kenalan JG bilang "lipstiknya bagus banget sih! Apa mereknya?" Mbak Tika galau kenapa ini pemuda ngerti amat lipstik! Hahahaha.

Karena ia se-random itu, orang nyangkanya hidup kami nggak serius banget padahal most of the time diskusi kami ialah masalah-masalah serius. And I love that! Saya bahagia pada orang yang dapat diajak bicara perihal banyak hal.

Makanya hingga kini JG nggak mau saya berhenti kerja lantaran ia takut saya jadi berhenti update sama dunia luar. Ya kini kerja di media, update banget lah ya apa yang terjadi, jadi materi diskusi dan materi ngobrol itu banyak. Nggak melulu problem anak.

Plus ia bertanggungjawab sama semua urusan rumah tangga, saya tinggal leyeh-leyeh doang main sama Bebe. Kebayar dong ya kerandomannya jikalau di daerah umum. πŸ˜‚




Yang kedua kenapa saya biasa aja sama tingkah asing JG, KARENA AYAH SAYA JUGA BEGITU. OH GOD DADDY HAS A REPUTATION TO SAVE SO I COULDN'T TELL MUCH.

Satu aja dongeng ya. Kaprikornus waktu kecil saya sama adik saya ngiket rambut ayah sama karet jepang kecil warna-warni. Rambut ayah panjangnya sekitar 3 cm. Ngiketnya banyak jadi kaya duri-duri gitu. Seluruh rambutnya kami iket terus kami ketawa-tawa lantaran kocak banget jadinya.

Setelah final apa yang ayah lakukan? Gendong kami berdua keliling RT dengan rambut begitu. HAAAAHHH MALU 😭

Nggak keitung lah seberapa banyak kerandoman si ayah. Dulu suka saya share di Twitter tapi foto-fotonya ilang lantaran yah, foto-foto Twitter zaman pake UberTwitter kan ilang semua ya.

Random lainnya: jikalau ditanya orang nggak dikenal suka ngaku namanya Usman padahal bukan. Orangnya ya percaya lah terus manggil dengan Pak Usman. 😭

Makin renta ayah makin nggak random sih tapi kalian follow @PEMBIMBINGUTAMA nggak sih di Twitter? Nah jikalau kalian suka jokesnya @PEMBIMBINGUTAMA maka kalian akan suka sama ayah saya. HE'S PEMBIMBINGUTAMA IN REAL LIFE. Cek IG nya aja deh @acengabd. Persis banget sama @PEMBIMBINGUTAMA. Lagi ayah saya kan dosen, jadi ia memang pembimbing utama πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

OK BACK TO JG.

Ya meski menyenangkan ia juga insan lahhh punya kekurangan. Yang paling nyebelin ialah simpel banget tersinggung yassalaaaammm. Pantes Adit sama JG akur banget ya soalnya sama. πŸ€”

Gampang tersinggung level gini loh:

Dia: "Kok kau murka sama aku?"

Saya nggak ngerasa murka jadi kesel dibilang marah.

Saya: "apa sih saya nggak marah!"

Dia: "Tuh kan bentak!"

Saya: "Lah ya udah maaf"

Terus ia sebel hingga besok paginya astaga. Lagi mens apa gimana. 😭

Udah sih itu doang HAHAHAHAHA REMEH TAPI PAS KEJADIAN NYEBELIN ABIS.

Saya juga sebel jikalau ia suka cuddling padahal pulang kerja dan belum mandi. Aku merasa kotor. Atau usel-usel pas belum cukuran. EW SEBEL SAMA KUMIS. Pasti saya kabur wek.

Dan satu lagi, ia suka salah naro barang DI KULKAS. Tapi yang ini saya udah nggak pernah ngomong sih, ya udah ajalah biar. Kaprikornus kadang saya nemu piring kotor di kulkas, atau nemu kotak makan kosong. Random.

Dan itu bukan Bebe yang naro tapi JG. Toddlernya ada dua emang di rumah ini. Sama-sama ambekan pula. Yang satu threenager yang satu thirtynager 😢

Tapi yang terpenting, JG selalu ada buat saya. ♥️ Kebanyakan adanya malah hingga jikalau di kantor aja nelepon dapat 15 kali sehari. 😩 Kalau ia sibuk aja nggak nelepon sama sekali, giliran saya sibuk ia nelepon tiap 20 menit 😩

Udah ah capek amat nulis panjang-panjang lagi liburan. Selamat bobok manis semuanyaaaa!

-ast-

Detail ►