Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

5 Mainan Favorit Bebe (Mini Giveaway!)



Apa kabar ibu-ibu dengan threenager?

Masih rusuh-rusuh gemes pengen gigit pipi anaknyaaa?

Saya alhamdulillah udah nggak hahahahaha. Iya saya udah kisah kan ya jikalau si Bebe udah mulai fase threenager beberapa bulan lalu. Nah tapi akhir-akhir ini ia santai banget.

Semoga aja kalemnya bukan fase semata ya, tau-tau muncul lagi fase yang ngetes iman dan kesabaran saya kan zzz banget jadinya.

(Baca: Threenager Comes Early. Apa itu fase threenager?)

Dua bulan lagi Bebe 3 tahun dan finally ia udah dapat main sendiri! Sebelumnya Bebe nggak dapat main sendiri. Dia harus selalu ditemenin, maka mainnya pun ya sekadar mobil-mobilan (berdua sama saya) atau main bola (YA DI DALAM RUMAH) dengan JG.

Sekarang ia udah dapat main sendiri huhu. Sebelumnya ya fisik doang mainnya namanya anak kecil ya kan. Sekarang ia main Lego logikanya jalan banget hingga saya wow!

Dia udah tau keseimbangan, jikalau miring maka harus ditambah blocks yang bentuk apa di mana, sebelah mana yang harus dipegang supaya nggak roboh, nggak memaksa memasang blocks yang 4 ke space yang cuma 3, bikin rumah, mobil, pemadam kebakaran, ultraman, dsb, dsb. Wah so proud!

*memuji anak sendiri* 😂

Apa aja yang dapat bikin Bebe main sendiri hingga 2 jam?

1. Duplo/Lego


Di rumah saya beliin Bebe Duplo dan itu dapat usang banget mainnya! Lama dan nggak mau tidur. Terus saya nggak boleh ikutan main mungkin alasannya ialah imajinasinya terganggu.

Karena ia main Duplo itu PAKE CERITA hahaha. Makara orang-orangannya ceritanya jadi polisi lah, masuk rumah sakit, diperiksa dokter, endebrei endebrei. Dia benci saya ikut ngomong. 😂

Nah emosional jikalau lagi di Bandung alasannya ialah Bebe mainnya Lego bekas saya kecil dulu. 😭😭😭 Ibu saya simpen sekotak besar dan itu sebagian ialah Lego tahun 90an yang warnanya cuma sebatas merah, kuning, biru, hijau. Nggak ada item apalagi pink dan pastel.

Yang baru-baru ada sih warna-warna pastel. Tapi tetep emosional liat Bebe pegang ban Lego yang saya mainin dulu dan bikin kendaraan beroda empat sendiri lol. Ngakunya nggak melankolis tapi begini. 😂

(Baca: Nggak Suka Alam dan Lebih Suka Mall? Ini Sebabnya!)

2. Robot-robotan



Ini sama juga bermain peran. Dia punya beberapa robot yang dijadikan monster terus dilawan sama Ultraman.

Bebe tau Ultraman yang ia punya namanya Ultraman Ginga, gengs. Saya aja nulis 'ginga' itu browsing dulu tadi hahahaha

Dan yah, tanggapan nonton Upin Ipin jadi mengkhayalnya ada adegan "Ultraman Ribut! Ciat ciat ciat!" gitu. Kata JG, 'ribut' itu 'thunder' dalam bahasa Melayu? Dunno, males cari tau ah hahahahahaha.

3. Cat air

Bebe nggak pernah coret-coret di dinding alasannya ialah saya sediain satu karton manila besar yang ditempel di dinding ruang makan. Makara ia coret-coret di situ aja.

Tapi katanya ada juga ya buibu yang meski udah disediain kertas, anaknya tetep gambar di dinding hahaha pukpuk.

Nah terus ia gambar deh pake cat air. HARUS cat air supaya menantang. Spidol atau krayon kurang seru, nggak ada sensasi celup ke air dan catnya.

Cat air is lyfe!

4. Joni

penampakan Joni, lupa foto jadi ini dari tokopedia lol

Masih inget Joni nggak sih kalian? Yang belum tau ceritanya dapat dibaca di sini. Kalau kata Bebe nama panjangnya Joni ialah Joni Joni Yes Papa. HAHAHAHAHA.

Dan ya ia dapat main sama Joni lamaaaa. Ditendang dan dipukul-pukul hingga guling-guling padahal Joninya ya santai aja. Jatoh ya bangun lagi sendiri.

Joni anak pintar, Joni tidak drama. :')

5. BUKU STIKER!

YASSSS! Buku stiker ialah sumber kebahagian bagi diriku sendiri yang memang suka beli stiker random hahahahaha.

Buku stiker juga menyenangkan alasannya ialah main cocok-cocokan kan. Stiker yang mana cocok ke gambar yang mana.

Bebe dapat anteng banget hingga saya sembunyiin dulu sebagian stikernya. Jangan dikasih semua nanti mau ditempel semua sekaligus di satu waktu.

*

🌙 MINI GIVEAWAY! 🌙

Nah saya mau bikin mini giveaway berhadiah buku stiker! Karena kadang suka sebel kan masa buku stiker aja dapat hampir 150ribu harganya. Makara ini saya kasih gratis buat kalian semuaaaa. Dua orang doang deng hahahaha





Caranya cukup komen di bawah postingan ini, pertanyaannya: mainan apa yang paling bikin anak/ponakan/sepupu kalian anteng main hingga berjam-jam? Sertakan saya Instagram ya!

Syaratnya cuma follow saya di Instagram @annisast. Dua pemenang akan diumumkannya di Instagram juga!

Periode mini giveaway ini 2-9 Mei 2017. Ikutan yuk! Gampang banget kan!

Ini penampakan buku stikernya yang lebih detail:

See you!

-ast-

Detail ►

Stop Menyuruh Anak Untuk Diam


Kemarin sore sebelum masuk tol Pasteur, saya dan JG belok dulu ke Borma Gunung Batu untuk ... jajan hahaha. Di situ banyak jajanan dan enak-enak, alasannya ialah kami belum makan dan takut menuju Jakarta macet, hasilnya beli mie kocok dulu.

Tempatnya model pujasera kecil gitu jadi kami duduk satu meja dengan satu pasangan lain. Si ayah gendong anaknya umur 9 bulanan pake carrier ngadep depan. Mereka makan dengan satu wanita lain yang tampak menyerupai temannya si ayah atau si ibu.

Nah si bayi wanita ini lucu, moodnya bagus, beliau hepi dan ketawa-tawa sendiri. Tangannya gerak-gerak terus sambil blabbering. Tiba-tiba ...

"SSTTT! BERISIK!" kata si sahabat pada si bayi, nyuruh si bayi diam. Bayinya lalu diam, kedip-kedip doang.

Saya dan JG eksklusif berpandangan dan berkomunikasi lewat pandangan mata *alah*. Kasian banget masa bayi disuruh diam.

Dan jikalau itu Bebe yang disuruh diam, saya akan semprot balik itu orang "MENDING MBAKNYA AJA YANG DIEM!" sebel huhu. Karena nggak ada yang merasa terganggu juga kecuali si mbak nggak terang itu. Lha kondisinya aja emang rame banget kok.

(Baca: Mendefinisikan Nakal)

Iya dan ini bukan pertama kali kan saya dan kalian liat yang begini. Saya sering banget denger ibu-ibu model begini, anaknya disuruh diam, disuruh jangan berisik, disuruh berhenti ngomong, atau yang paling parah bilang gini ke anaknya "kenapa nanya-nanya terus sih pusing!" HUHUHUHU

Buibu, jikalau anak kalian nggak nanya ke kalian maka mereka harus nanya ke siapa?

T_________T

Dan konteks menyuruh anak untuk membisu juga bukan hanya ketika anaknya lagi ngobrol, tapi ketika anak lagi lari-larian atau lagi main.

Saya ngerasain sendiri alasannya ialah Bebe itu cukup outgoing dibanding anak seumurannya. Dia persis banget saya dan JG yang sungguh ekstrovert. Dia tipe yang jikalau banyak orang maka beliau akan caper dan lari-lari tanpa capek.

Kemarin dua ahad berturut-turut ada lamaran keluarga, dan Bebe berjam-jam lari-lari. Skip tidur siang, overstimulate banget hingga malemnya masih energik dan jadi nggak bisa tidur.

Ciri orang ekstrovert banget kan, jikalau abis ketemu orang banyak malah jadi makin semangat dan bukannya capek ingin menyendiri kaya orang introvert. Dan yah, semua orang komennya "ya ampun nggak ada capeknya!" atau "itu lari-lari terus kok nggak tidur siang?" ya gimana. Kita membicarakan anak umur 3 tahun loh.

Tidak ada yang salah dengan bayi dan balita terus-terusan ngomong atau lari-larian. Asal tau waktu dan daerah aja kan. Dan itu bisa banget dikondisikan, bilang semenjak jauh-jauh hari jikalau nanti ketika ada program A, harus begini ya, dihentikan begini dan begini.

(Baca: Pesan Parenting yang Menohok Diri Sendiri)

Kalau tetep berisik dan lari-larian? Ya bawa keluar daerah acara, bukannya disuruh diam.

Lagian yang harus sadar lokasi itu orangtuanya lah terang bukan anaknya. Anak-anak mana ngerti ini lagi program serius maka beliau harus diam? Atau beliau bahwasanya mengerti tapi beliau bosan dan solusinya bukan dibentak. Harus dibilangin terus-terusan, dibilangin baik-baik, jangan disuruh diam.

Sekali disuruh diam, takutnya beliau jadi ragu-ragu untuk kembali bicara. Padahal bisa berbicara itu penting. Bisa bikin anak lebih percaya diri, tidak simpel dibully alasannya ialah beliau juga punya suara.

Dan bicara itu penting! Sekadar mendengarkan kisah beliau perihal kucing di daycare yang bahkan sudah diulang 100x itu tidak apa-apa. Karena anak HARUS bicara. Dia HARUS bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. Jangan batasi suaranya semenjak bayi. Apalah arti hidup jikalau tidak bisa bersuara.

Kaprikornus tolong, stop menyuruh anak untuk diam. :)

-ast-

💛 PS: Saya lagi bikin mini giveaway berhadiah buku stiker loh. Caranya gampang, cuma tinggal komen di blogpost ini doang: 5 Mainan Favorit Bebe. Ikutan yaaa! 💛

Detail ►

#Sassythursday: Cak Kebijaksanaan Dan Urusan Sumbangan

Apa kabar kawan-kawan semua? Sudah sedekah hari ini? Atau malah sedekahnya dibelikan jadi Fortuner dan iPhone 7?


Buat yang ketinggalan atau nggak baca berita, alkisah ada laki-laki namanya Cak Budi, beliau menggalang dana dari banyak orang hingga 1,2 miliar. Katanya dipakai untuk membantu orangtua yang kesusahan. Dia upload video dan foto orang-orang yang beliau bantu itu di akun Instagram dengan 220k followersnya.

Baca punya Nahla:

Uang-uang itu disalurkan ke rekening langsung dan melalui kitabisa.com. Nah akun Lambe Turah tuh katanya sering promoin Cak Budi ini semoga followersnya ikut nyumbang. Katanya loh ya, saya nggak follow Lambe.

Nah tau-tau beliau ketauan beli Fortuner sama iPhone 7 dengan alasan untuk operasional. Ya dibully dong ya lantaran operasional kenapa belinya kendaraan beroda empat mahal, operasional mah Avanza aja cukup, gitu kasarnya. Dia juga ketauan pake kacamata mahal dan fotonya beliau hapus.

Pertama kali dikasihtau Ikka soal isu ini saya yang 🙄🙄🙄 rolling eyes, literally. Karena wow ini orang kan bukan siapa-siapa mengapa orang mempercayakan uang mereka pada dia?

Apalagi beliau dipromoinnya sama Lambe Turah like really, people? 🙄🙄🙄 Netijen ini sungguh tak terduga tingkah lakunya ya. 🙄🙄🙄

(Baca: Kenapa Tidak Lambe Turah?)

Belakangan saya tau beliau sempat masuk Kick Andy dan Hitam Putih. Ok jadi mungkin ada juga yang nyumbang sehabis nonton Kick Andy dan Hitam Putih.

Still ... apakah mempercayakan begitu saja uang kita pada orang yang mengupload video dukungan di Instagram? Pada akun Lambe Turah yang bahkan nggak tau apa itu arti verifikasi?

Ayolah kalau masih hepi nonton gosip, nonton di TV aja atau baca website isu entertainment. Minimal para infotainment itu tetep USAHA untuk verifikasi atau mereka akan kasih label "rumor". Bukan dapet DM dari siapalah atau chat siapalah terus ngajak orang buat judge rame-rame.

HHHH. Bisa capek kalau ngomongin Lambe Turah. Toxic. Skip.

Ok saya nggak punya duduk perkara apa-apa dengan Cak Budi. Mungkin memang beliau mau bantu orang. Tapi harus diakui caranya salah. Menggalang dana itu ada aturannya loh, nggak semua orang boleh menggalang dana. Ada peraturan pemerintahnya, harus ada lembaganya, harus dilaporkan ke dinas sosial, harus dilaporkan transparan pada para donatur.

Mau berbuat baik aja kok diatur-atur?

Ya semoga nggak begini jadinya.

Dan buat kalian yang nyumbang.

...

Iya memang kewajiban kita ngasih selama kita mampu, kalau disalahgunakan sama yang terima, itu udah urusan beliau sama Tuhan, bukan lagi urusan kita. Kalimat itu terdengar benar tapi kan sebenernya nggak begitu. Lihat dari sisi manfaat, uang (atau apapun itu) akan lebih bermanfaat kalau diterima orang yang tepat. Makara berdasarkan saya akan lebih bermanfaat kalau PASTIKAN siapa akseptor sedekah/sumbangan kalian.

Sumbang ke yang pasti-pasti ajalah. Sodara, tetangga, atau sobat dekat yang lagi jatuh sakit dan kebetulan nggak mampu. Atau ke forum yang beneran udah terdaftar. Nggak susah loh, coba top of mind kalian kalau ditanya menyumbang ke forum apa

Dompet Dhuafa atau Rumah Zakat kan? Iya nggak? 

Saya sih iya. Kedua forum itu bersertifikasi Departemen Agama dan sudah bertahun-tahun jadi penyalur dana, jadi terperinci uang-uang disalurkan ke mana dan ada laporannya. Bukan sekadar foto atau video di Instagram dari orang yang latar belakang dan segala-galanya cuma kita tau dari internet.

Dia bilang mau upload rekening koran aja nggak dilakukan kan. Sekarang beliau sumbang semuanya ke Aksi Cepat Tanggap sehabis apa? Setelah dibully massa, sehabis masuk portal isu nasional, dipanggil menteri sosial pula.

Duh. Orang nggak amanah itu satu hal, tapi jangan "beri makan" orang tidak amanah ini hanya lantaran kita MALAS mencari tahu. Apalagi ini donasi, sedekah, sumbangan, yang beragama niscaya berharap pahala lah selain urusan kemanusiaan. Agama emang komoditi utama banget, simpel dijual. Makara jangan simpel beli! Teliti sebelum membeli!

Ah elah masa gini aja harus dibilangin ya.


Tapi kan nggak tau beliau bakal beli kendaraan beroda empat dan iPhone dari uang itu! 

Ya itu sebabnya maka sumbang ke yang pasti-pasti aja. Kecuali kalau kita kenal dekat dengan si penggalang dana. Temen atau keluarga gitu, gres oke. Lah orang lain? 😴

Ya udah pada dasarnya begicu gengs. Lain kali lebih hati-hati ya!

-ast-

Detail ►

Untuk Kalian, Ibu-Ibu Yang Gres Saja Melahirkan Anak Pertama


Ini untuk kalian yang ketika ini mungkin masih berada di bidan atau rumah sakit. Dengan luka di vagina yang menciptakan khawatir untuk ke kamar kecil apalagi untuk buang air besar. Atau dengan luka di perut yang berdenyut. Sama saja. Tidak apa. :)

Lihat ke sebelah kalian, ada insan kecil tidak berdaya. Tubuhnya ringkih, jari-jarinya tak lebih panjang dari satu ruas jari kita. Ia menggunakan baju yang kita belikan berlusin-lusin. Setumpuk baju kecil yang dicuci dan disetrika dengan senang hati.

Si bayi kemudian terbangun. Matanya belum bisa membuka sepenuhnya. Pandangannya masih blur, mencoba memahami dunia.

Pelan-pelan saja, anakku sayang. Dunia akan menunggu. Menunggu kau cukup waktu untuk mengerti kejamnya sindiran teman-teman ibu dan teman-teman nenekmu perihal segala tetek bengek pengasuhanmu.

*

(Baca: Dear, Working Mom)

Cobaan pertama sebagai ibu dimulai. Air susu yang diperlukan banjir mengalir usai melahirkan belum juga keluar. Baru hari pertama dan perawat yang tidak erat malah memaksa memberi susu formula. Ibu dan mertua juga memperlihatkan membelikannya. Orang-orang ini, nenek bagi si bayi malah ikut panik sebab omongan perawat yang tidak masuk akal.

Ya tidak masuk akal, kalian sudah tahu benar bahwa lambung bayi hanya seukuran kelereng dan ia bisa bertahan hidup tiga hari tanpa makan apapun. Tapi tolong, bisakah seseorang menjelaskan ini pada suster? Pada ibu? Pada mertua?

Stres, air mata mulai menetes. Kepercayaan diri yang sudah susah payah dibangun bahwa kalian niscaya bisa menyusui mulai runtuh. Kalian mulai menangis dan murka pada suami. Marah pada ibu dan mertua yang terlalu gampang dipengaruhi dan tak percaya anak sendiri.

Sabar ya, kalian. Sungguh tidak ada lagi kata yang sempurna selain sabar. Sabar, ini hanya akan jadi satu dari jutaan cobaan kesabaran. Dari banyak sekali perselisihan hanya sebab kalian mempertahankan pendapat perihal anak kalian

Saya bisa bilang begitu sebab saya pernah ada di sana. Makara kalian tenang saja, bila butuh teman, ada saya di sini.

Saya yang menyusui anak saya di hari kedua sebab hari pertama saya terlalu lelah melahirkan dan transfusi darah. Juga sebab di hari pertama gula darah anak saya terlalu rendah sehingga ia butuh supply 2 ml susu formula. Diteteskan ke mulutnya dengan pipet. Tidak apa-apa.

Tidak apa sebab mungkin tanpa itu anak saya entah bagaimana sebab ia lahir dalam kondisi lemas. Tapi 2 ml yang menyelamatkan anak saya itu jadi 2 ml susu formula pertama dan terakhir dalam hidupnya.

Berikutnya saya terus menyusui. Saya menyusui dengan puting pecah. Setiap ia menangis saya akan katupkan verbal rapat-rapat, menyiapkan diri untuk rasa sakit. Rasa sakit yang kemudian menjadi terbiasa, menjadi kebal, sebab toh tak kunjung sembuh.

Sampai verbal kecil itu melekat pada puting, dan rasa perih itu mulai menjalar. Tak peduli seberapa berpengaruh areola dijejalkan, hanya puting yang berusaha ia isap, maklum si bayi masih belajar. Pun dengan saya yang sebenarnya sudah khatam teori perlekatan. Tetap saja, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali mengepalkan tangan kuat-kuat, berdoa supaya saya diberi kekuatan untuk tetap bisa keras kepala.

(Baca: Catatan 6 Bulan Ng-ASI)

Saya juga menyusui dengan kondisi bayi kolik, perutnya sakit sebab kembung. Sialnya, ia kolik sebab terlalu usang menyusu, menyusu sebab menangis, menangis sebab kolik, mbulet, pusing. Dan saya hanya bisa menangis. Menangis bersama bayi saya yang menangis.

Saya tidak lagi tahu hari apalagi tanggal. Yang saya tahu saya harus terbangun satu jam sekali. Tanpa tahu lagi mana siang mana malam. Saya hanya menyusui satu jam dan tidur satu jam. Makan pun disuapi. Mandi pun bila sempat, itu pun terburu-buru.

Karena di antara kecipak air mandi selalu terbayang bunyi tangis bayi, tangis bayi yang hampir selalu hanya bayangan. Makara mandi pun tak pernah tenang. Ah, masa-masa itu. Masa-masa di mana ASI bisa menyembur hanya sebab saya senang bisa mandi. :')

Lelah sekali. Tapi saya yang beruntung punya support system yang luar biasa sehingga saya bisa menyusui sambil bekerja dengan lancar. Sampai tiga tahun kemudian. Iya, saya menyusui anak saya hingga ahad lalu, hingga usianya 2 tahun 10 bulan.

Makara untuk kalian ibu-ibu yang gres melahirkan anak pertama, saya ingin bilang bahwa menyusui itu tidak mudah. Sama sekali tidak mudah. Jangan bayangkan iklan televisi dengan ibu dandan elok rambut rapi, menyusui bayi yang tidur dengan damai. Tidak seindah foto-foto aesthetic di Instagram. :)

Tidak. Menyusui itu sulit dan harus melewati proses belajar. Menyusui itu proses perkenalan antara bayi dan ibu. Ya meski ia sudah menemani kita 9 bulan, bukan berarti kalian saling mengenal. Kenali ia lewat sentuhan, lewat pelukan, lewat dialog yang mungkin akan terus ia kenang.

(Baca: 13 Hal yang Hanya Bisa Dimengerti Ibu Menyusui)

Untuk kalian yang menyusui dengan puting yang datar atau malah masuk ke dalam, percayalah kalian niscaya bisa! Ayo ke konselor laktasi, ayo ke coba dengan masukan seluruh areola ke dalam verbal bayi, ayo kalian niscaya bisa!

Kalian tidak sendirian, banyak sekali ibu-ibu lain yang juga berputing datar namun kesannya sukses menyusui. Bahkan banyak ibu yang tidak pernah hamil, mengadopsi anak dan juga sukses menyusui. Usahakan sebaik mungkin, sekeras kepala mungkin, sekeras motivasi kalian akan bayangan susu formula yang uangnya bisa dibelikan lipstik atau skin care. :)))))

Tetap tidak bisa atau ASI tetap entah ke mana? Sudah tidak apa-apa. Manusia hanya bisa berusaha mencari jalan, kesannya tetap Tuhan yang menentukan. Seperti yang sudah saya pernah bilang, ASI itu rezeki. Yang gampang maka bersyukurlah, yang kesulitan maka percayalah Tuhan akan beri rezeki dalam bentuk lain.

Sekali lagi, bila kalian butuh teman, saya di sini. Juga teman-teman saya. Kami akan jadi pemandu sorak bagi kalian semua! SEMANGAT SEMUANYAAAA! *kibas pompom*

Share ke sahabat kalian yang gres melahirkan! :)

(Baca postingan Tentang ASI/Manajemen ASIP untuk ibu bekerja ya! KLIK!)

Jangan lupa follow saya di Instagram ya @annisast!

Detail ►

Akhirnya Bebe Menyapih Dirinya Sendiri

Iya gengs, finally. :')


Kalau yang ngikutin dongeng menyusui Bebe, niscaya tau ya jikalau saya nggak rela nyapih Bebe. Saya yang nggak rela berujung pada ya Bebe nenen terus nggak berhenti. Tapi bener kan yang saya bilang dulu jikalau hidup akan menemukan jalannya sendiri alasannya yaitu Bebe tiba-tiba berhenti nenen ahad lalu. Tanpa niat apapun dari saya. YASSSS! So much win! I'm so proud of myself! XD

Di postingan ini To Wean or Not to Wean ini saya dongeng kan gimana Bebe sudah mengurangi nenen. Itu sebentar doang HAHAHAHA. Beberapa bulan terakhir malah minta nenen terus duh. Apalagi kemarin-kemarin banyak long weekend, manja luar biasa dan berakhir jikalau mati gaya ya nenen.

Oke alasannya yaitu ini akan panjang, saya akan bagi beberapa subjudul *ah elah udah kaya skripsi* Maaf ya panjang, ini penting soalnya jikalau nggak ditulis saya akan lupa nanti nggak ada kenangannya HAHAHA.

👶 Capek nenenin Bebe 🍼

Makara sejujurnya beberapa bulan terakhir emang saya beneran lelah nenenin Bebe. Pertama alasannya yaitu beliau berat banget, tangan saya dapat kaku parah jikalau nenenin sambil duduk. Nenenin sambil tiduran juga nggak mau diem, dapat bolak-balik di kanan terus ke kiri, dengan puting sebagai poros. Ya ampun capeknyaaa.

Kedua alasannya yaitu beliau makin nggak tau waktu, kapan pun beliau mau beliau minta nenen, bukan lagi cuma mau tidur kaya pas umur 2 tahun. Kalau di mall gitu masih nenen sambil digendong Ergo kan berat ya. Juga saya makin panik alasannya yaitu gawat, makin jauh ke weaning hahahaha.

Akhirnya selama beberapa bulan itu juga saya selalu sounding sama dia, "Xylo sudah besar, harusnya sudah tidak nenen loh" atau "wah memangnya Xylo baby ya masih nenen?" dan "kalau Xylo sudah tidak nenen ibu masih mau peluk-peluk Xylo kok" terus-terusan kaya gitu. Tapi tetep saya kasih juga, nggak saya larang sama sekali. Dan pada ketika itu, saya juga masih nggak tau kapan urusan pernenenan ini akan berakhir. Huhu.

Karena saya nggak pasang sasaran atau apa, cuma ya hati ini udah teguh pendirian bahwa sudah merasa cukup menyusui Bebe. Saya siap jikalau udah harus weaning. Tapi caranya gimana itu masih belum tau. Ya udah masih santai.

Kalau ada orang nanya "kok masih nenen sih?" saya masih jawab dengan "ya nggak apa-apalah, emang pernah liat anak SD nenen?" lol

(Baca: Menyusui Seperti Orang Mongolia, Orang Dewasa Masih Nenen Lho!)

👶 Bra menyusui 🍼

Di sisi lain, bra menyusui saya udah lecek dekil banget semua. Saya mulai pake bra biasa dan tring! pribadi merasa muda HAHAHAHA. Abis selama ini menatap tetek sendiri kok ya begini amat, ternyata bra menyusui nenek-nenek itu efek banget ya sama bentuknya lol tmi sorry not sorry. XD

Ini sedikit banyak ngaruh sama kenyamanan Bebe nenen alasannya yaitu biasanya beliau nenen sambil pegang strap bra penutupnya itu. Ketika pake bra biasa, beliau resah dan agak duka gitu alasannya yaitu kehilangan “pegangan”, literally. Akhirnya saya bilangin baik-baik.

Saya: “Xylo, beha ibu yang itu udah buruk semua, jadi supaya ya pake yang ini?”
Dia: “Beli lagi dong ibu”
Saya: “Iya nanti kita coba cari ya”

Kebohongan terbesar era ini alasannya yaitu ya saya nggak niat beli apalagi nyoba nyari HAHAHAHA

👶 Ulang tahun 🍼

Bulan depan Bebe akan pas 3 tahun, kebetulan ada temen daycare-nya yang gres ulang tahun juga dan gres ngerti konsep ulang tahun. Ada kue, bawa kado, bawa balon, dll. Saya tanya apa beliau mau ulang tahun dan tiup lilin? Tapi berhenti nenen ya?

Jawabnya “Salo nggak mau ulang tahun, Salo mau nenen aja”

Ok saya nggak maksa. Tapi pas weekend kemudian di Bandung itu, tiba-tiba beliau bilang gini “ibu, makanan ringan manis ulang tahun mcqueen ada?”

Jadilah sambil nenen kami browsing Pinterest dan YouTube liat belum dewasa yang ulang tahun dengan tema Cars. Saya masih tanya sekali lagi, jadi mau ulang tahun atau mau nenen? Jawabnya masih nenen dong. Nenen is lyfe.

(Baca: Drama Berikutnya yaitu Toilet Training)

👶 Penolakan pertama 🍼

... dan terakhir. HUAAAAA.

Intinya long weekend itu saya capek banget! Bebe juga capek kali kan alasannya yaitu dua ahad berturut-turut ke Bandung terus alasannya yaitu ada lamaran keluarga. Mana manja luar biasa, capek lah, mending kerja saya mah daripada harus long weekend terus-terusan. Bokek iya, capek iya. T________T

Di kendaraan beroda empat on the way ke Jakarta, masih di Bandung belum masuk tol pun, Bebe minta nenen dan saya tolak. Nolaknya nggak becanda, beneran saya tepis tangan beliau yang mau buka baju saya. Dia nangis duka sesenggukan. Saya diemin aja hambar seolah nggak ada apa-apa. Saya bilangin singkat "sudah ya tidak perlu nenen alasannya yaitu sudah besar".

Nggak hingga 5 menit kemudian beliau meluk dan ketiduran, tanpa nenen wow sungguh prestasi. Waktu itu saya nggak nyangka sama sekali jikalau beliau udah nggak akan minta nenen lagi. :')

Dan ya, hingga kini beliau nggak minta nenen lagi. Sama sekali. Udah hampir 2 ahad lah. Kaya tiba-tiba berhenti aja gitu beliau nggak mau lagi. Aku happy sekaligus mellow banget meluk-melukin Bebe terus. HUHUHUHUHU.

*

(Baca: Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja, Nggak Kejar Tayang!)

Besoknya di daycare beliau sombong ke mbak-mbak daycare jikalau udah nggak nenen sekarang. Karena sudah besar, sudah bukan baby. Sotoy ya gemes HAHAHAHA.

Begitulah dongeng Bebe yang karenanya menyapih dirinya sendiri. Nggak dapat tidur masih lah tapi so far so good, nggak minta sama sekali! Cuma kemarin sekali beliau lupa kali mau angkat baju saya terus kaya keinget gitu terus minta susu. Anakku besaarrr saya nervous harus bayar sekolah nyahahahaha.

Satu hal yang saya syukuri, saya tidak mengganti nenen dengan hal lain jadi tidak akan menjadikan persoalan ketergantungan baru. Kan suka ada ya yang berhenti nenen tapi boleh pegang beha ibu, jadinya nggak ada beha tetep cranky. Saya juga bersyukur alasannya yaitu tidak perlu pait-pait atau apalah yang bikin beliau terpaksa berhenti.

Karena semenjak awal saya percaya, beliau akan berhenti ketika saya dan beliau siap untuk berhenti. :'))))

Btw pas ditanya "Xylo kok berhenti nenen sih?"

Dia: "Salo sudah besar, Salo mau happy birthday to you (nyanyi)"

JADILAH! Saya nyiapin pesta ulang tahun di daycare hahaha. Nggak pesta amat sih cuma potong makanan ringan manis doang sama hampers. Basa-basi aja alasannya yaitu nanggung ngasih pilihan mau ulang tahun apa mau nenen hahahaha.

*

Minggu depan mau dongeng ah kenapa saya nggak termakan weaning di umur 2 tahun pas kaya orang-orang dan gimana perjalanannya. Ditunggu yaaaa! LUV! :*

-ast-

Baca awal-awal usaha ngasi di sini:
Tentang 6 Bulan Ng-ASI 
Tentang Menyusui Bebe 

Detail ►

Weaning With Love: 2 Tahun 10 Bulan

Aih judulnya weaning with love, ala ibu-ibu masa kini banget ya lol. Padahal cara weaning with love benerannya aja nggak tau hahaha. Cuma tau jikalau nyapihnya nggak dipaksa, nggak dibohongi, dan nunggu anak dan ibu siap.

Tadi kesannya baca-baca ternyata ada tahapannya ya. Dari tahap mengurangi nenen hingga dialihkan ke hal lain. Saya nggak melaksanakan itu HAHAHAHAHA. Tapi since saya juga nggak memaksa nyapih, nggak membohongi, dan nunggu Bebe benar-benar siap, ya masih masuk lah ya weaning with love. Hehehe.


Ya jadi saya emang nggak pake metode apa-apa untuk proses menyapih. Tapi justru itu, saya pengen share bahwa nggak perlu banyak tahapan juga bisa! Yang penting itu afirmasi aja dan kerelaan ibu, alasannya ialah ya, saya cuma melaksanakan itu aja lol.

Sebenernya saya juga kaya ibu-ibu lain, mulai afirmasi harus berhenti nenen di umur 2 tahun itu semenjak Bebe 18 bulan. Dulu bilangnya gini "nanti jikalau sudah 20 bulan, Bebe nenen hanya di kendaraan beroda empat dan di kamar ya". Maksudnya jikalau di mall atau di daerah umum gitu nggak boleh. Apakah berhasil?

Tentu tidak. Hahaha. Awalnya iya, tapi lama-lama alasannya ialah Bebe tentu tetep minta selain di kamar dan di kendaraan beroda empat saya males nolak 💤💤💤.

Terus terang nggak pake cara "habis tiup lilin berhenti nenen ya" alasannya ialah waktu itu saya males rayain ulang tahun Bebe yang kedua hahahahaha. Sesat abis ibu yang satu ini, alasannya ialah banyakan malesnya ya ampun.


Peer dari psikolog pas masuk 2 tahun tentu saja weaning. Saya iya-iya aja tapi nggak usaha. Sampai suatu hari ketemu sesama ibu-ibu di mall apa di mana gitu. Dia tanya umur Bebe dan saya jawab 2,5 tahun. Terus saya deg! sendiri gitu alasannya ialah wow absurd udah mau tiga tahun ini weaning sama toilet pelatihan apa kabar!

(Baca: Bebe dan Toilet Training)

Dari situ barulah dimulai afirmasi hampir setiap ia minta nenen saya bilang kalimat-kalimat begini. Hampir ya alasannya ialah nggak selalu, tapi ya sering:

1. "Xylo sudah besar sekali badannya, wow kakinya panjang ibarat kereta, tangannya sudah panjang dan kuat, jadi nanti berhenti nenen ya!"

2. "Menurut Xylo, J (nama temen daycare yang masih bayi) itu baby atau bukan? Baby kan, nah jikalau ibarat J itu gres masih nenen, Xylo seharusnya sudah tidak"

3. "Xylo nenen itu mau apa? Haus? Kalau anak besar haus itu minum air putih atau susu coklat"

4. "Xylo nenen agar dipeluk ya? Kalau berhenti nenen juga ibu tetap peluk Xylo kok"

Dan seterusnya. Ini juga dilakukan mbak-mbak daycare. Intinya mereka juga selalu bilang jikalau Xylo bukan bayi jadi harusnya sudah tidak nenen.

Saya juga konsisten memanggil ia "baby, my baby" alasannya ialah ia sebel dipanggil "baby" dan niscaya membantah "SALO BUKAN BABY!" nah saat ia bantah tinggal bilang "kalau bukan baby kok masih nenen". HAHAHAHAH. Nyebelin amat ya saya dipikir-pikir lol.

Itu saya lakukan 3-4 bulan terakhir lah. Sisanya blas nggak ngapa-ngapain. For some reason saya yakin Bebe nggak dapat pake cara kaya belum dewasa lain alasannya ialah anaknya keras kepala banget. Makin dipaksa makin nggak mau dia. Makara memang bener-bener harus nunggu ia siap dan bersedia nggak nenen.

(Baca: Kronologi Hari Bebe Berhenti Nenen)

Misal saya atau mbak daycare bilang nenen itu aib tau jikalau sudah besar. Jawabnya:

"Salo nenen di kamar aja ibu" kemudian ia nenen sambil tutup muka alasannya ialah malu. -________-

Atau teori orang yang ngasih kopi di payudara agar anak jijik alasannya ialah kotor. Saya pernah tuh, kebetulan saya pake baju item terus nempel kaya serbuk-serbuk kain gitu di dada.

"Ibu basuh dulu itu kotor" kemudian ia nunggu saya bersiin dengan sabar dan nenen lagi. -________-

Terus dibilang nenennya habis alasannya ialah sudah besar.

"Sekarang habis nanti ada lagi" BENER KAN? Nenen emang kini kosong nanti ada lagi. -_______-

Terus ia suka coba sedot dulu, pas keluar ia bilang "Tuh, ada kan ibu? Masih ada ibu, belum habis" Yaelaaahhh.

Nggak dibukain baju? Ya buka sendiri. Nggak dikasih? Ya ngamuk. Sekalinya nggak dikasih dan nggak ngamuk itu ya itu kemarin pas hari terakhir ia nenen. Mungkin udah nggak mau ah hahahaha.

Paling sebel jikalau alasannya "Salo belum tahu caranya tidur". 🙅🙅🙅

DIA TAU. DIA TAU BANGET CARANYA TIDUR TANPA NENEN. Kan di daycare tiap siang aja tidur sendiri tanpa nenen ahelaaahhh 💤💤💤.

Dan ya buktinya sesudah hari ia berhenti nenen, ia cuma susah tidur 2-3 hari lah. Berikutnya tidur aja biasa. Ini harus ada yang bikin tips nidurin toddler nggak sih soalnya astaga metode saya ialah melototin ia hingga ia ketiduran. -________-

Ya pada dasarnya weaning akan lebih praktis jikalau ibunya siap dan anaknya siap. Nggak perlu dipaksa tapi tetap harus diniatkan. Meski kaya saya niat tanpa punya deadline. Yang penting kan niat. Hahaha.

Soalnya saya nggak mampu banget kaya orang-orang mengurangi frekuensi nenen. Malah bikin berantem dan ia rewel. Capek, nggak kuat, tolong saya tidak perlu cobaan lain, saya tidak suka tantangan lol.

Makara buat ibu-ibu yang anaknya udah lewat 2 tahun dan belum ada gejala akan berhenti nenen, sabarlah! Waktu Bebe 2 tahun juga saya nggak kebayang sama sekali weaning dapat semudah ini. *SOMBONG* HAHAHAHA

Ingatlah bahwa nenen atau tidak nenen ialah urusan kita dan anak kita. Bukan urusan orang jadi tutup kuping aja sama orang yang bilang "KOK MASIH NENEN?" atau "NANTI MANJA LOH" yeee bodo amat. Anak yang berhenti nenen pas 2 tahun emang dijamin nggak manja? Yang nggak nenen semenjak bayi? Kan nggak juga. Seneng amat ngehubung-hubungin, kau bukan agen jodoh apalagi menteri perhubungan. *MULAAAIII*

Udah ah! Sampai jumpa bra menyusui! Sampai jumpa ruang menyusui Kokas yang terbaik se-mall Jakarta!

-ast-

Detail ►

Tentang Drama Kehidupan

Kenapa ya saya anaknya suka overthinking sama segala sesuatu. Apalagi untuk urusan hierarki antara status sosial, jabatan di kantor, sama tugas di rumah. Saya suka kepikiran banget!


Misal gini, ada cleaning service di kantor yang pendieeemmm banget. Pendiem terus sopan banget gitu, jikalau jalan selalu nunduk. Ya saya maklum mungkin beliau merasa bukan siapa-siapa, level terendah di kantor lah kasarnya. Kaprikornus beliau nunduk entah alasannya memang minder atau memang merasa harus sopan.

Suatu hari saya ajak ngobrol, dengan malu-malu dan tetap nunduk (mungkin menjaga pandangan yhaaa) beliau jawab anaknya dua. Satu udah kelas 5 apa 6 SD gitu, satu lagi masih umur 2 tahun. Dan saya pribadi tettoottt! kepikiran banget.

Kepikiran banget alasannya berarti meski di kantor beliau nunduk dan minder gitu, beliau di rumah yaitu kepala keluarga dengan anak yang mau remaja. Apa beliau di rumah tegas sama istrinya? Apa beliau di rumah galak sama anaknya? Apa beliau di rumah juga pendiem?

AKU ... KEPO.

T________T

Inget juga kemarin makan di Shaburi terus mbak waitressnya nyapa Bebe dan tiba-tiba dongeng jikalau anaknya beliau juga umur 2 tahun dan suka Cars kaya sepatu Bebe. Dia dongeng dengan sangat excited dan saya mendadak mellow alasannya dengan demikian beliau yaitu ibu bekerja. Mungkin di sela-sela kerjaan dulu beliau harus pumping juga sama kaya saya. Mungkin juga beliau sama sedang mikirin ulang tahun anaknya mau dibikin kaya apa. Ah. :((((

(Baca: Orang-orang yang Bertahan Hidup)

Kaprikornus inget juga dongeng JG yang masa kecilnya dilalui dengan tinggal di gang sempit. Tetangga-tetangganya itu semua orang susah lah kasarnya. Mereka suka otoriter sama istri, teorinya JG alasannya mereka kerjanya rendahan banget, mereka jadi nggak punya bunyi di kawasan kerja. Satu-satunya "kuasa" mereka ya sama istri, jadilah istrinya diperlakukan seenaknya.

Hiks.

Mau murung juga nggak perlu murung ya ini, namanya juga hidup. Tapi gimana ya, saya kepikiran betapa satu insan itu punya tugas yang beda-beda banget di banyak sekali lini kehidupan. Saya gres ngerti lagunya Nike Ardilla jikalau dunia ini panggung sandiwara.

Di kantor beliau yaitu cleaning service yang minder, di rumah beliau ayah yang tegas tapi sayang keluarga, di lingkungan rumah ternyata beliau Pak RW dan terbiasa mimpin rapat RT, dan seterusnya.

Nggak usah susah-susah deh, waktu masih sekolah aja kerasa kan bedanya. Kita di sekolah sebagai ketua kelas tentu beda dengan kita di rumah yang anak bungsu. Kita di kampus yang serampangan dianggap anak bodoh, ternyata di rumah yaitu kakak sulung tulang punggung keluarga.

Kepikiran jikalau insan bahwasanya memang hidup dengan beberapa topeng, mau pakai yang mana, mau lepas yang mana. Mau jadi saya yang mana.

Dan social media juga panggung lain lagi.

Di socmed beliau ibu-ibu berisik garda depan pembela kebenaran, di rumah ternyata boro-boro berisik, ditanya pendapat sama suaminya aja nggak pernah. Di socmed beliau ibu-ibu inspiratif banyak acara positif bersama keluarga, di rumah beliau ternyata depresi alasannya problem dengan mertua.

Makanya jangan gundah sama orang-orang yang di socmed ributnya ya ampuuunnn. Pas ketemu tenang krik krik. Atau sebaliknya, di socmed sepertinya hidup seru dan bahagia, pas ketemu kok ya orangnya banyak ngeluh. Ya maklum, itu topeng satunya lagi kan, topeng social media.

Lalu apa harus jadi orang yang sama di semua panggung supaya dibilang apa adanya?

(Baca: Menjaga Perasaan Siapa Agar Tidak Dibilang Fake?)

Ya nggak juga sih. Nggak apa-apa kok punya banyak peran, punya banyak topeng. Saya nyaman berisik di socmed dan JUGA di dunia nyata. Saya nyaman bercerita pada kalian di blog ini menyerupai saya bercerita pada JG. Kalau kalian merasa tidak nyaman ya tidak apa-apa. Tidak berarti kalian palsu, kalian hanya sedang pakai topeng yang lain.

Yang jelas, harus diingat bahwa ini yaitu topeng peran, bukan topeng kebohongan. Kalian yang berisik di socmed tapi pendiam di dunia nyata, nggak berarti kalian bohong kan?

Cuma inget-inget aja jikalau lagi pengen ngomong bernafsu sama orang. Waitress itu mungkin teraniaya di rumah, satpam itu juga mungkin ayah-ayah yang lagi gundah bayar sekolah anak, kakak angkot yang nyebelin itu mungkin sebatang kara. Yah, entah ini harus dipikirin apa nggak sih ya.

Ya gitulah. Auk nulis apa sih ini. Bye!

-ast-

Detail ►