Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 2017. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 2017. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

5 Akun Resep Kuliner Wajib Follow Di Instagram

[SPONSORED POST]

Siapa yang hobi follow akun kuliner di Instagram? Sayaaa. Selain follow food blogger, saya juga suka mantengin akun-akun resep masakan. :)


Instagram itu menyenangkan sekali ya! Meski banyak yang masih suka-suka gue (which ya terserah juga sih lol), saya sendiri sih nikmatin banget liat foto-foto cantik di Instagram.

Iri banget akibatnya jikalau liat sesama ibu-ibu yang fotonya bagus-bagus banget. Apalagi akun resep masakan. Pertama saya nggak dapat dan terlalu males untuk masak jadi iri lah tentu, yang kedua kenapa fotonya profesional banget! Sebel! Aku iri! Aku butuh kamera baru! *modus* lol

Ibu-ibu yang share resep di Instagram kan sebenernya banyak banget ya. Tapi ya gitu, rata-rata cuma foto tampak atas dengan ganjal foto. Ini saya kurasi akun-akun yang sama-sama share resep masakan tapi fotonya profesional banget. Memang pake kamera yang nggak main-main juga sih, editingnya juga kece. Hiks.

Kalau udah gini niscaya akibatnya menyesali Instagram sendiri lah yang nggak tahu mau dibawa ke mana hahaha. Btw alasannya ialah saya lagi nggak mood amat nulis blog, saya jadi kisah di Instagram. Cerita pendek 5 paragraf yang semoga dapat menginspirasi. Hahaha. Boleh loh follow Instagram saya @annisast. *modus kedua* lol

Ya, jadi ini dia 5 akun Instagram yang share resep masakan dengan foto yang indah banget secara visual:

@justtryandtaste



Siapa yang nggak tau JTT cobaaaa! Yang pernah browsing resep masakan Indonesia niscaya pernah mampir di blognya. Instagramnya juga cantik banget, meskipun dia nggak share resep pribadi di caption tapi tetep share di blog. Tapi dibantu keyword-nya banget lho!

*

@pujihamzah



Mbak Puji ini cantik banget fotonya dan ajaran apa ya namanya yang gelap-gelap itu. Kan ada tuh ajaran white table, ini sebaliknya pokoknya hahaha. Apa sih saya nggak terang ah. Pokoknya follow dulu lah, dijamin mata termanjakan. Resepnya juga ditulis sederhana jadi simpel dimengerti.

*

@bundnina_kitchen



Bunda Ninaaaaa, kenapa bagus-bagus amat fotonya. Mouth-watering dan artsy sekali sungguh. Propsnya nggak main-main. Foto anggur aja dapat jadi cantik banget! Follow deh!

*

@hanhanny



Aku suka mbaknya alasannya ialah sering share resep kuliner ringan manis berair macem-macem banget. Beberapa foto dia saya bookmark tapi ya dibookmark doang nggak dihukum hahahaha. Ngiler banget liat foto bolu kukus gula merah huhu.

*

@ayudiahrespatih



Ini saya suka feednya alasannya ialah terang banget dan bukan yang gelap gloomy hahaha. Mbaknya juga suka bikin bento dan yang sebegitu lucunya aja dibilang abal. Apakah kalian gemaasss? *menoyor diri sendiri*

*

Makara ya itulah 5 akun Instagram resep masakan yang akan bikin feed kalian indah dan informatif. Mau masak juga tapi nggak punya alat masak yang mumpuni? Kumpulin stamp Alfamart yuukkk!

Hubungannya apa sis? Ih kalian masa belum tau jikalau tahun ini Alfamart punya Kejutan Awal Tahun 2017 Royal VKB Cookware. Cukup belanja Rp 30.000 (berlaku kelipatan) kalian akan dapet satu stamp Alfamart. Plus extra stamp jikalau di daftar belanja ada produk sponsor

Nah stamp yang udah terkumpul dapat ditukar dengan alat masak berbahan teflon dengan standar uji Eropa Royal VKB Cookware dengan harga diskon hingga 85%! Liat nih punya aku, cantik bangeeett. Aku nggak pake dulu alasannya ialah sayang-sayang, masih punya yang lain hahaha. Sungguh emak-emak sejati.


Nggak suka stamp fisik alasannya ialah ilang-ilangan dan nyelip di dompet? Duh canggihan dikit dong. Download aplikasi Alfastamp, aktifkan dengan nomer ID kartu Ponta Alfamart, udah deh dapat mulai kumpulin stamp digital. Ada bonus stamp juga waktu pengaktifan pertama kali.

Dan ibu-ibu ini memang pejuang diskonan sejati yaaa. Cookware-nya laris banget hingga banyak stok kosong di mana-mana. HHHHH.

Nah untung Alfamartnya sigap. Biar nggak kehabisan lagi, kini dapat pesan dulu mau order yang mana. Periode pemesanan barang 1 April 2017 – 21 May 2017. Untuk pemesanan ini dapat via kasir untuk stamp fisik dan via aplikasi untuk stamp digital. Gampang kaannn.

Barang dapat diambil sesudah minimal 4 ahad sesudah memasukkan pemesanan dan maksimal hinggal 30 Juni 2017. Barang harus diambil di toko daerah melaksanakan pemesanan. Untuk stamps digital, pastikan arahan toko yang dimasukkan sama dengan toko pengambilan.

Info lengkap klik di sini ya http://alfamartku.com/program #PilihanBundaAlfamart. Selamat hunting stamp! Jangan lupa foto-foto agar Instagramnya kece!

-ast-

Detail ►

Daftar Harga Endorse Artis Di Instagram 2017

Ini posting iseng lanjutan dari yang sebelumnya Ini Harga Paid Endorse Artis di Instagram yang ternyata rame bener. Sampai banyak yang komen hingga kini padahal itu posting udah tahun lalu. Makara ini listnya saya update ya.


Harga endorse artis di Instagram ini saya dapetnya dari management endorse mereka. Ada akun Line-nya dan cukup sering broadcast message untuk update harga. Setelah cukup usang mengamati, saya mikirnya endorse artis di Instagram itu murah banget loh. Receh banget.

Bukan, bukan duduk kasus mereka artis dengan penghasilan besar sehingga nominal dari endorsement jadi receh, tapi bagaimana mereka mematok harga sesuai jumlah followers.

Shireen Sungkar misalnya, followersnya 8,4juta. DELAPAN KOMA EMPAT JUTA LOH. Tapi satu foto hanya dihargai Rp 6,1juta. Kasarnya satu online shop hanya mengeluarkan Rp 6,1juta untuk kemungkinan dilihat 8,4juta followers. Murah ya?

Atau Luna Maya, followersnya 12,2juta, satu foto hanya dihargai Rp 8,4juta. Worth to try banget sih ya jikalau berdasarkan saya jikalau memang punya brand. Apalagi jikalau sesuai karakter, jadi yang memang cocok dipake artisnya.

Oiya buat yang belum tau, para artis ini nggak ngurusin sendiri urusan paid endorse online shop. Mereka bergabung di administrasi khusus yang akan mengurusi semua dari jadwal, pengiriman barang, transfer fee, hingga testimoni akhir.

Iya testimoni juga di-share oleh para administrasi artis ini. Misal sehabis satu kebaya dipromo Shireen, followers naik sekian ribu, closing berapa biji, balik modal atau nggak. Begicu.

Dan ya, ini artis TV. For some reason rate mereka lebih rendah dari selebgram yang orang biasa. Saya tau beberapa selebgram yang memang bukan artis, ratenya jauh lebih tinggi. Karena biasanya mereka justru menyesuaikan image dan tidak mendapatkan sembarang online shop.

Oke ini ia daftarnya, saya bukan siapa-siapa mereka ya, ini cuma share aja jikalau mau endorse sanggup eksklusif add administrasi mereka di Line @bff_management dan @iconic_sister.

Update 14 April 2017.

Hengky Kurniawan @hengkykurniawan (923ribu followers)
Foto: Rp 1,2juta
Video: Rp 1,6juta
Couple dengan @sonyafatmala (dipost di kedua IG)
Foto: Rp 1,9juta

Sharena Delon @mrssharena (2,8juta followers)
Foto:
Non kecantikan: Rp 3,5juta, kecantikan Rp 4juta
Video: Rp 4,8juta - Rp 6,3juta

Nabila Syakieb @nsyakieb85 (3,2juta followers)
Foto:
Non kecantikan: Rp 3,5juta, kecantikan Rp 3,7juta
Video:
Non kecantikan: Rp 5juta, kecantikan Rp 5,2juta

Chika Jessica @ckjessica25 (4,9juta followers)

Foto: Rp 5,5juta
Video: Rp 7,5juta

Ussy Sulistiawaty @ussypratama (6,3juta followers)
Foto: Rp 7,5juta
Video: Rp 9,6juta

Ayu Ting Ting @ayutingting92 (19,7juta followers)
Non kecantikan: Rp 6,5juta, kecantikan Rp 7juta

Fitri Tropica @fitrop (427k followers)
Foto: Rp 1,5juta
Video: Rp 2,2juta

Intan Nuraini @intan_nuraini23 (1,1juta followers): Rp 800ribu

Risty Tagor @ristytagor (1,1juta followers): Rp 1,45juta

Chelsea Olivia @chelseaoliviaa (13,4juta followers): Rp 9,2juta

Glenn Alinskie @glennalinskie (6,3juta followers): Rp 7,7juta

Sandra Dewi @sandradewi88 (7,4juta followers): Rp 8,5juta

Luna Maya @lunamaya (12,2juta followers): Rp 11,2juta

Tyas Mirasih
Foto: Rp 1,8juta
Video: Rp 2,5juta
IG Story: Rp 1,1juta

Olla Ramlan @ollaramlanaufar (7,6juta followers): Rp 6,3juta

Zeezee Shahab @zeezeeshahab (826k followers):
Foto: Rp 1,2juta
Video: Rp 2,2juta

Alice Norin @alicenorin (447k followers):
Foto: Rp 1,2juta
Video: Rp 2,2juta

Zaskia Adya Mecca @zaskiaadyamecca (8,8juta followers):
Foto:
Non kecantikan: Rp 5,6juta, kecantikan Rp 10juta
Video: Rp 13,5juta
IG Story: Rp 1,5juta

Shireen Sungkar @shireensungkar (8,5juta followers):
Foto: Rp 6,1juta
IG Story: Rp 1,5juta

Dan jangan lupa harus diperhatikan baik-baik alasannya ialah tiap artis punya hukum sendiri. Ada yang di-keep seminggu hingga sebulan kemudian dihapus. Agak gawat ya nggak sanggup jaga feed lol.

Makara ya udah, itu ia daftar harga endorse artis di Instagram 2017. Selingan dikit dari bahasan yang terlalu serius akhir-akhir ini.

See you!

-ast-

Detail ►

#Sassythursday: Kehedonan Hidup Ini


Di posting epilog 2017 kemarin gue sempet nyinggung dikit kan soal gimana hidup beberapa bulan ke belakang itu hedon parah. Udah kaya orkay yang nggak butuh nabung lah, segala aja dibeli hingga uang tabungan bener-bener 0 rupiah. Terus kemarin juga sempet nge-Tweet gini:



Soalnya gue sadar banget, beberapa bulan terakhir duit bener-bener hanya jadi tokai doang astaga. Maaf atas kata-kataku yang sungguh kurang sopan tapi itu literal kok. IYAAA DUIT GUE KEMARIN-KEMARIN ABIS KEBANYAKAN MAH BUAT MAKAN. HHHH.

Makanya pas diajak Nahla nulis ini ya ayolah, masih nyambung sama kehedonan tamat tahun kemarin dan niat untuk berubah di awal tahun ini. Niatnya pun harus diapresiasi kan yaaa. *KEPROK BARUDAAKKK*


Baca punya Nahla di sini:

Di masalah gue dan JG--dan gue yakin jadi masalah kita semua yang tinggal di Jakarta dengan self-control yang kurang--biang keroknya yaitu mall. MALL ADALAH KUNCI KE-💩💩💩-AN HIDUP. Karena sekali ke mall duit yang keluar wow aneka macam eym.

Sebelum drop alasannya masalah banyak apes tahun lalu, self-control kami berpengaruh dan tidak gampang goyah loh. Ke mall jajannya bisa dikit banget kalian nggak akan percaya lah. Kami akan makan katering di mobil, kemudian jalan muter-muter nggak jelas. Paling beli Chatime terus ya udah bahagia. Sekali ngemall nggak akan keluar 100ribu. Makan yummy paling sebulan sekali atau dua kali.

Tapi dikala lagi limbung dan rasanya ada di ambang stres sama hidup yang kok gini-gini amat, maka pesen katering pun udah ogah-ogahan apalagi masak sendiri. Pokoknya mau makan enak. TITIK. Kalian gitu nggak sih? Gue tipe yang "ya ampun saya stres saya mau makan enak" gitu. Terus stresnya 3 bulan. Terus bangkrut. Huhu.

Padahal kan sekali ke mall makan berdua minimal 300ribu bila mahalan dikit makan berdua 500ribu. Jajan Shihlin atau King Mango 100ribu. Belum parkir. Kenapa dua kali ke mall aja eksklusif abis sejuta sih? APALAGI KALIAN YANG ANAKNYA UDAH GEDE YA? Sekali ke mall makan yummy bisa sejuta lebih kali nggak?

Dan kami bertahan dengan definisi "makan enak" itu maksimal 500ribu alasannya takut bila udah pernah makan lebih dari itu dan bayar sendiri alasannya merasa mampu, standar yummy jadi berubah. Kecuali ditraktir, kami masih set limit makan yummy nggak boleh lebih dari 500ribu. #bhaytemantemanhedonku #middleclassngehe

Sialannya ya, gue sama JG suka pelit sama hal lain padahal bila di-convert sama makanan itu nggak ada apa-apanya. Misal beli sepatu. Sepatu lari Asics aja dapet ya Rp 1,5juta. Diskon 50% 750ribu. Kalau dipikir-pikir maka itu sama dengan 2 kali ke mall dan sepatu lari bisa dipake lebih dari 2 tahun kan. Apakah kami beli?

"Nggak ah mahal" HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH. Sepatu nggak punya, duit tetep jadi 💩💩💩.

Apalagi buat baju. Baju 200ribuan aja males. Apalagi jilbab ya kan. 100ribu aja ogah lah gue. Kemarin pas lagi sok gaya nanya-nanya di Instagram daerah beli jilbab, karenanya gue beli di mana? Di Shopee sis diamond georgette 37ribuan aja hahaha. Lebih tipis dibanding yang 60ribuan sih but whatever lah. Abis itu beli jilbab 100ribu tiga di Plaza Semanggi. Plaza Semanggi is lyfeeee.

jilbab boleh 37k, nginep di Marina Bay dong HAHAHAHA

Waktu pacaran, keadaan berbalik banget loh! Dulu kami masih dewasa hura-hura yang penting keliatan gaul dan senang gitu. HAHAHA. Kaprikornus hp harus iPhone dong, beli satu ewang! Sepatu harus mahal dong, pacaran 2 tahun beli Dr Martens EMPAT! Harus liburan dan nonton konser dong, AYO KABUR KE SINGAPUR! TAPI makan diirit banget super hemat hingga rasanya bila abis makan berdua 300ribu itu kami tidak akan makan yummy lagi beberapa bulan berikutnya. Ya itu, saking duitnya abis buat beli hal lain.

Maklum atuh dulu kan honor fresh graduate. Gaji sebulan sama harga iPhone 4s masih mahalan iPhone absurd nggak sih. Sekarang mah harus baca ini dulu lah: Prioritas Kita-kita Ini.

Tapi ya, masa-masa kelam itu sudah berlalu. Liburan 10 hari di Bandung kami berdua refresh banget dan semangat lagi. Mari menyambut 2018 dengan kembali rajin masak makan siang dan berhenti ke mall sering-sering. Karena udah mepet Bebe mau Taman Kanak-kanak dan SD sementara tabungan dana darurat masih merangkak lagi.

Luar biasa ya hidup. Kadang merasa kaya padahal nggak ke mana-mana dan nggak punya apa-apa, kadang udah beli segalanya tapi tetep jumpalitan nyari hal yang bikin bahagia. Bukti aktual bahwa uang bisa beli kebahagiaan tapi kebahagiaan nggak selamanya diukur dengan jumlah uang dan barang yang kita punya.

Anyway, apa resolusi kalian tahun ini? Adakah resolusi hedon yang kemudian akan kalian sesali? (seperti ngiler banget beli iPhone X in my case HAHA MIMPI GILA) Atau justru resolusi super ngirit menyerupai kami yang panik ingin Bebe cepet masuk Taman Kanak-kanak dan SD agar bisa bernapas lega?

Share yuk!

-ast-

Detail ►

Makanan, Manusia, Dan Uangku

Kemarin waktu di ojek otw pulang kantor saya mikirin banget pengen makan malem apa. Terus kesel sendiri alasannya ihhh bosen sama masakan di apartemen!



Padahal apartemen kami itu apartemen rakyat yang APA JUGA ADA. “APA JUGA ADA” ini yaitu nilai jual yang selalu dibanggakan semua orang yang tinggal di sini. Selalu “nggak ada yang nggak ada di sini, mau APA JUGA ADA”.

Apa juga ada ini rangenya dari aneka macam jenis insan hingga ya masakan yang menciptakan manusia-manusia ini hidup. *HALAH

Iya sebut aja satu masakan lokal top of mind kalian. Makanan Indonesia? Lengkap malah warung makan aja aneka macam kawasan ada. Makanan Korea? Ada. Makanan Jepang? Ada. Jajanan semacam cilok? Pempek? Siomay? Cincai!

Dari yang kaya gitu hingga semacam Shihlin, KFC, Hokben, d’Crepes, Pizza Hut, Dominos, apa juga yaitu sebut aja. Yammie Hotplate yang sudah langka aja ada hahaha.

Mana dari bulan November tahun kemudian itu ada Go-Food Festival di foodcourt. Semua masakan diskon 50%, dari cuanki, kebab, taichan hingga nasi liwet cumi asin nggak ada yang lebih dari 20ribu. Hidupku sesungguhnya terberkati sekali. T_______T

TAPI TETAP SAJA AKU BOSAN. Triggernya adalah, abis operasi amandel, lanjut JG operasi amandel, kami jadi belum ke mall sama sekali. Akhirnya saya pun mencari-cari yang tidak ada di apartemen.

Katanya semua ada? Iya ada sih tapi … kurang. Ada sushi tapi kurang enak, ada ramen tapi bukan ramen yang saya mau, ada semua tapi tetep bukan yang saya pengenin. :)))))

Di jalan itu saya jadi ketawa sendiri alasannya “oh saya manusiawi sekali, insan memang senangnya mencari-cari yang tidak ada padahal semua sesungguhnya sudah ada”.

Mencari-cari … yang tidak ada … KOK JADI DEEP GINI PEMBAHASANNYA?

(Baca postingan usang wacana kami yang tidak terlalu mempermasalahkan uang

Coba pikir baik-baik. Perasaan mencari-cari yang tidak ada ini yang bikin kita semua punya idola. Punya seseorang yang sangat kita kagumi. Karena beliau punya sesuatu yang kita nggak punya.

Mengagumi menteri wanita alasannya wah pinter banget sih beliau (nggak kaya diriku ini). Suka banget sama aliran Michelle Obama alasannya ya she’s perfect! (nggak kaya diriku ini). Mengidolakan artis ganteng alasannya ya gantengan beliau daripada suami lol. Nangkep kan maksudnya?

*halah gifnya sok imut*

Secara natural, insan memang mencari-cari hal yang tidak ada. Hal ini sanggup jadi lekat dengan tidak merasa puas. Dekat sekali dengan tidak merasa cukup. BISA JADI LHO. Bisa juga nggak.

Dan sialnya, tidak merasa puas dan sulit merasa cukup itu GAMPANG. Merasa puas dan merasa cukup itu SUSAH. Inikah yang namanya cobaan hidup? Belum lagi simpel banget judge hidup orang lain cuma dari foto-foto senang nan aesthetic-nya.

Bener deh, semenjak saya banyak share soal hidup dari kesepakatan nikah hingga keuangan di IG story, saya jadi terbukakan bahwa banyak sekali orang yang hidupnya nggak sesuai dengan apa yang ia tampilkan di Instagram.

Di Instagram sih fotonya liburan dengan tas-tas mahal, curhatnya cicilan KPR 80% honor hingga makan aja susah. Di Instagram sih fotonya indah, berdua dengan suami dengan caption romantis “my love”, curhatnya wacana suami yang nggak pernah sanggup diajak komunikasi dan nggak pernah mau dengar pendapat istri. Waw, cinta memang buta. Citra sanggup semudah itu dibentuk di dunia maya.

Namanya manusia, jikalau pun kenyataan uangnya nggak ada, ya halu-halu dikit bisalah di Instagram. Fake it until you make it, kan katanya. Nyari apa sih sebenernya? Nyari yang nggak ada? Kaya saya yang nyarinya siomay Imam Bonjol sementara di apartemen adanya siomay Jakarta yang entahlah, nggak pernah seenak siomay Bandung. T______T

Tapi sejujurnya inti dari hidup saya itu yaitu makanan. Kalau makan enak, mood jadi lebih baik. Dan alasannya bukan orang kaya, bertahan makan selalu lezat ini mengorbankan lifestyle lain kaya mobil, baju, sepatu, tas, makeup. Biar semua dipake hingga butut dan beli pun yang murah, yang penting makannya lezat lol.

Makara inget kata ibu saya dulu:

“Kamu mah hidup untuk makan, bukan makan untuk hidup!” SAKING GUE MAKAN MULU KERJAANNYA. Terus apa-apa suka pengen dihabisin hari itu juga hahahaha semacam nggak sanggup besok lagi jikalau urusan makanan.

Makara inget juga twit tahun 2017 betapa uang cuma jadi tai doang lol maaf garang tapi ini memang kenyataan lol.



Makara pada dasarnya apa, seus? Nggak taulah, saya PMS nih, udah dapet notif mulu di aplikasi HP untuk ngingetin harinya sudah dekat. Kalau PMS gini selalu gini tulisannya kan. Ngalor ngidul mikirin hal-hal yang nggak terang sih tapi jikalau dipikirin kok jadi dalem.

Dari milih masakan aja susah ngerasa cukup, gimana soal pencapaian hidup? Kalau dari hal yang receh aja susah bersyukur, gimana sanggup dipercaya untuk hal yang lebih besar lagi?

Oiya tadi nemu quote ini, rada bikin mikir sih. Mikir ngapain ya untuk mengubah hidup jikalau lagi ngerasa hidup kok gini-gini aja?

“If you want something you’ve never had, you’ve got to do something you’ve never done.”

Kata JG, jikalau gitu beliau pengen nerbangin pesawat aja jadi pilot alasannya belum pernah. Baik.

See you! Doakan saya sanggup makan lezat dan bersyukur selalu ya!

-ast-

Detail ►

Review Kulina, Katering Tanpa Ribet

Review katering Kulina atau @kulinaid, website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat!

 website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat Review Kulina, Katering Tanpa Ribet

Hola!

Senin ini saya mau review daerah katering. Yes, sebab JG udah nggak sanggup masak buat makan malem, kami sudah usang sekali katering. Kateringnya makan siang, diantar ke kantor tapi dibawa pulang untuk makan malem.

Soalnya gini, kami hingga rumah paling cepat itu jam 7. Kalau harus masak dulu gres makan jam berapa kan lapar. Saya dan JG jikalau lapar cranky nanti marah-marah nanti keharmonisan rumah tangga terganggu jadi ya udalah katering aja. 😂

Nah saya udah langganan Kulina ini semenjak Oktober 2016 jadi bulan ini bulan ke-4. Cuma galau ini mau lanjut apa nggak, kenapa? Baca hingga selesai hahaha.

Apa itu Kulina?

Kulina.id yaitu website katering. Bukan katering sehat sebab ia nggak masak. Bukan juga macam Black Garlic gitu yang cuma jual bahan.

Kulina ini website doang, mengumpulkan resto-resto (dan warung/katering rumahan, maybe nggak tau juga sih level kateringnya gimana) terus dikategorikan menurut lokasi pengantaran. CEO nya yang dulu albumnya viral di Facebook itu loh yang bikin bekal makan siang buat anaknya terus jadi di-share ibu-ibu buat wangsit bekal sekolah.

(Baca: Tips Survive di Jakarta Tanpa ART dan Nanny untuk Ibu Bekerja)

Kembali ke website Kulina, misal saya lokasi Palmerah, saya selalu dapet katering yang sama Oey Catering dan Rose Catering. Nah Kulina kolaborasi dengan kurir, pakenya Ninja ... aduh ninja apa sih namanya ninja kurir itu? Ninja Xpress ya jikalau nggak salah.

Jadi konsepnya gini:

1. Saya sign up di website Kulina, pilih paket, dan pilih lokasi pengantaran. Menu untuk 2 ahad ke depan akan pribadi terlihat (untuk box tidak sanggup pilih menu).
2. Saya bayar melalui bank transfer atau kartu kredit.
3. Di hari H, ninja kurir mengambil pesanan saya di daerah katering.
4. Ninja mengantarkan katering saya ke kantor sebelum jam makan siang. Semua sudah pakai box Kulina dan dikasih sendok. Bisa banget buat makan di kendaraan beroda empat pas macet.
5. Ada notif via sms ketika ninja sudah ambil pesanan dan otw menuju kantor.

Setiap hari Kulina mengirim notifikasi via email untuk pengingat sajian hari ini dan besok, tidak sreg dengan sajian besok? Klik 'lewati' di email itu sebelum jam 3 sore dan besok kateringnya nggak akan antar. Diganti ke hari berikutnya dengan sajian hari berikutnya tentu saja.

Lewati sekaligus banyak juga bisa. Waktu libur Natal dan Tahun Baru saya cuti seminggu tapi masih punya sisa langganan, tinggal masuk ke profile kita di website dan klik lewati di tanggal-tanggal yang ingin kita lewati.

Beres. Simpel ya?

Saya pilihnya katering box basic, well yang paling murah lah. Lagi dulu cuma adanya ini doang, kini sih ada yang box deluxe. Untuk berdua itu Rp 25ribu per box. Kalau berlima cuma Rp 20ribu per box. Makin banyak makin murah.


Dia sanggup juga untuk pesen prasmanan atau program besar lain ibarat gathering di kantor atau program keluarga. Tinggal pilih paketnya aja.

Saya langganan nggak pernah sebulan full. Mingguan atau dua mingguan, semoga ada alasan makan di luar pulang kantor lol. Ya jadi nggak terus-terusan katering semoga nggak bosan. Jeda satu dua hari makan di luar gres lanjut lagi Kulina.

Makanannya gimana?

Nah ini ia yang bikin galau. Waktu awal itu lezat banget! Enak banget level terharu sanggup katering segampang itu, seenak itu, dengan harga semurah itu. Menunya pun SELALU lengkap nasi, sayur, daging ayam/sapi/seafood, dan satu perhiasan (tahu/tempe/gorengan lain).

 website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat Review Kulina, Katering Tanpa Ribet
menu lama, banyak, nasi dan 3 menu
 website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat Review Kulina, Katering Tanpa Ribet
menu lama: udang dan telor puyuh gaes! kolesterol yang enak!

Dan disimpan hingga waktu makan malem nggak bau lho! Kata mamah mertua, masakan tidak cepat bau artinya masakan diolahnya bersih. Tipsnya pas nyampe kantor, bolong-bolong di kotak Kulinanya dibukain semua dan box dikeluarin dari kereseknya. Soalnya dibungkus pas masih panas jadi jikalau bolongnya nggak dibuka mah bau sih, panas dan ketutup kan.

Masalahnya sebulan belakangan menunya berubah 😩 Pelengkap itu kini lebih sering hilangnya daripada adanya. Di bawah ini beberapa foto sajian baru. Banyak yang lebih sedikit dari ini tapi nggak sempet foto. Lha tiap hari saya makan ini, jadi suka nggak kepikiran lagi untuk foto.

 website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat Review Kulina, Katering Tanpa Ribet
ayamnya keras dan telor pake sayur apalah
 website katering tanpa harus ribet pesen via telepon atau chat Review Kulina, Katering Tanpa Ribet
daging sedikit sama (ceritanya) salad :(

Komplain nggak? Komplain dong sebab di website terang tertulis apa aja yang didapat (nasi+sayur+daging+pelengkap). Nah CS nya di Twitter ini emang sigap banget, selalu jawab walau cuma sekadar terima kasih.





Apa yang terjadi? Apakah sajian kembali ibarat semula? Nggak dong. Pelengkap tetap hilang di box makan dan juga JADI HILANG di klarifikasi sajian di websitenya. Iya jadi kini di websitenya udah nggak ada lagi goresan pena dapet apa aja. Sedih. 😭

Menu Jumat kemarin malah mau nangis banget deh, nasi goreng nggak ada rasanya dan telor dadar. Saya makan duluan di kendaraan beroda empat terus sebel sebab nggak ada rasanya dan nasi gorengnya nggak ada apa-apanya polos doang. Ada satu penggalan cumi kecil banget. Shock dong ya, saya cek seharusnya nasi goreng seafood dan telor dadar.

Sampai di rumah, buka box punya JG saya hingga videoin untuk barang bukti 😩 dan YES cuma nasi polos dan udang kecil dua biji. Speechless parah. Nggak foto, keburu males.

Kalau saya menulis ini di bulan November, saya niscaya akan tulis recommended. 😭 Dulu hampir nulis dan rekomen banget serius. Salah satunya sebab mereka tetep nganter pas demo! Pas demo 411 itu kan ribet banget ya jalan macet di mana-mana hingga kantor diliburin, tetep dianter dong malah dianter lebih pagi. Nggak pernah failed sama sekali baik dari segi pengantaran maupun makanan. Demo 212 juga mereka nganter.

Sekarang ya, saya sendiri masih tetap berlangganan, masih punya jatah hingga ahad depan tapi nggak rekomen amat. Kalau kalian masih punya katering langganan lain dan lancar sih nggak usah pindah.

Masalahnya katering langganan saya dulu mbaknya suka sewenang-wenang. Murah sih murah tiga sajian kaya Kulina cuma Rp 18ribu non MSG pula. Tapi tiba-tiba sakit lah (ya namanya manusia), mau liburan lah, kan saya gundah kesannya nggak ada katering mendadak. Kalau Kulina ini kan tetep dianter apapun yang terjadi.

Belum lagi jikalau katering biasa itu komunikasinya via chat WhatsApp ya ampun ribet. Saya males basa-basi, apalagi jikalau ia sakit, ya kasian tapi kan kasian saya juga makan malem gimana duh. Kalau Kulina kan meminimalisir chat sama manusia, lebih sedikit interaksi sama insan lebih baik lah sebab nggak perlu jaga emosi lol.

Mungkin Kulina butuh beberapa kompetitor sepadan semoga tetep jaga kualitas. Karena kini setau saya di Jakarta cuma Kulina doang nih yang business modelnya begini dengan harga yang murah. Rata-rata kan website katering itu katering sehat ya, mahal dan nggak sajian rumahan.

Atau sanggup juga mungkin Rose Cateringnya sih sebenernya yang error, tetep aja, saya duka dan kecewa. Soalnya sajian kan udah ada fotonya di website duluan jadi ya memang standarnya nggak sama kaya dulu kayanya sih ya.

😭

Yang justru malah ingin tau mau coba boleh pake kode promo Kulina saya diskon Rp 50ribu kodenya ANNIS11 ya. Aku dapet diskon juga jikalau kalian pake arahan promo aku. Kalau diskonan saya maulaahhh. lol

Ya begitulah. Pengen berhenti kok ya nggak punya pilihan lain, pengen lanjut kok ya sebel. Mau sebel kok ya udah murah juga. Masa nggak sanggup makan murah dan nggak sebel. Problematika ibukota.

😪

Ada yang punya rekomendasi katering Jakarta Barat? Atau ada yang persis Kulina dengan harga sama? Atau ada yang langganan Kulina juga tapi lancar?

Komen yaaa!

-ast-

Detail ►

2017


Waw, 2017-nya udah mau selesai. Mau nulis dari mana ya ini. Buat saya, tahun ini bener-bener f*cked up banget. Silakan yang mau bilang kurang bersyukur sebab masih banyak orang yang lebih nggak beruntung SILAKAAANNNN. *kasih jalan*

Karena kadang orang itu drop bukan sebab nggak punya apa-apa. Nggak ada kekerabatan antara orang stres menghadapi hidup sama kondisi keuangan. Ya buktinya banyak yang nggak punya uang tetep hepi dan banyak juga yang uangnya banyak tapi hidupnya kosong ya.

Duh, saya nulis ini sehabis 3 hari perasaan diacak-acak sebab Jonghyun meninggal. Dulu saya sempet suka SHINee meskipun 2-3 tahun belakangan udah nggak Koreaan sama sekali. Sempet nonton konsernya pula di Singapur, pernah preskon, liputan, ya relate banget lah pasti. Terus tiba-tiba membernya meninggal bunuh diri sebab depresi padahal hingga kini JG masih denger lagunya.

Sampai semalem masih ngulang-ngulang lagu Lonely sambil ngelamun berdua.

Saya: “Aku masih kepikiran Jonghyun”
JG: “Aku juga”

Mana Bebe humming terus "baby I'm so lonely, so lonely" tau-tauan sih beliau lagu itu.

T_______T

Terus mellow banget sebab kami berdua murung tapi kan sedihnya BERDUA. Gimana orang-orang kaya Jonghyun gitu yang kesepian banget hingga nggak tau lagi mau dongeng ke siapa terus ya udah deh bye aja ngapain hidup juga.

T_______T

(Baca goresan pena saya soal Bunuh Diri di Korea. Anak-anak juga bunuh diri!)

Makara mikir bila taun ini juga jadi tahun yang gloomy sekali buat saya. Sempet berantem terus sama JG hingga rasanya mau mati aja. Karena jarang banget berantem kali ya jadi bila berantem itu saya bisa murung banget banget banget. Dan auk ah awal tahun ini sama JG nggak akur banget. Dikit-dikit berantem pokoknya. Hahaha.

Emang bila nikah gitu ya, ada masa-masa di mana berantem terus hingga astaga rasanya nyesel banget nikah sama ini orang. Tapi begitu udah lewat haha hehe joget-joget lagi (LITERALLY) terus nggak tau gimana rasanya bila beliau nggak ada masa joget sendirian. Hahaha.

Pas semua udah baik-baik aja eh loh kok rumah kecurian. DUA KALI LOH.

(Baca: Kamera Hilang dan Kehilangan serta Kuota Kepemilikan)

Yang saya ceritain di sini cuma sekali kan iPad sama kamera. Nah sebenernya seminggu lalu ilang lagi laptop dua-duanya. Udah gitu kendaraan beroda empat bermasalah terus hingga turun mesin segala. Biasanya nggak pernah kenapa-napa. Sebelum turun mesin itu dikit-dikit ke bengkel, sering bener-bener sering dan tiap ke bengkel niscaya keluarnya banyak kan gimana nggak mau stres ya. Terus dibenerin total hingga turun mesin dan abis banyak banget. Mau ngeluh juga nggak bisa beli kendaraan beroda empat gres kan. 😔

Dari situ saya mulai murka banget entah murka sama siapa. I was so distraught I spent every penny of our saving. Semacam mikir udalah miskin mah miskin aja sekalian. Lagian belanja bikin happy kan jadi murka dan sedihnya “tertutupi”. Wow diomongin gini balasannya gimana gitu ya padahal kemarin kaya biasa aja. :|

Dana darurat abis bener-bener hingga 0 buat foya foya, makan lezat terus, 3 bulanan nggak pernah bekal makan siang, belanja ini itu nggak dipikir, beliin JG hadiah ulang tahun iPhone cash tanpa mikir-mikir coba wih asing nggak tuh udah kaya orkay banget kan. Biasanya mau beli iPhone itu mikirnya bisa berbulan-bulan banget. #misqin

Terus Gesi mau ke Singapur ayo ikut. Bodo amaatt nggak mikir apa-apa. Abis-abisin duit. Mau apaan nggak diabisin juga abis sendiri sebab banyak petaka huhu. Negatif banget pokoknya. Senegatif alah beli tiket aja ke Singapur serah lah, belum tentu bisa berangkat juga sebab paspor habis niscaya ada problem hingga nggak bisa berangkat.

Taunya bisa berangkat, seneng banget. T________T

(Baca: Liburan Dadakan ke Singapura)

Untung ya masih ada otak dipake dikit jadi nggak pake uang sekolah Bebe. Nggak dipake sedikit pun TAPI NGGAK DITAMBAH. Karena ya udah uangnya diabisin huh.

Dan banyak lah yang terjadi taun ini cuma capek amat bila harus dongeng problem hidup satu-satu ya nggak sih. Udalah yang penting udah lewat.

Pas udah balik mayan waras lagi itu bulan November (IYA BARU KEMARIN LOL) terus panik sendiri woy gimana ini nggak punya tabungan sama sekali HAHAHA. Kemudian kami merangkak tertatih-tatih tiap liat rekening dan bertekad berdiri pagi lagi untuk masak bekal makan siang demi hemat kembali lol. Alhamdulillah kini udah nggak 0 rupiah lagi ya sis. Doakan saldonya kembali menyerupai semula. -_______-

Saya juga mulai bisa rileks lagi sehabis menggambar. Bener-bener rasanya peaceful banget tiap ngolesin kuas. JG juga semangat banget sebab berguru skateboard. Pelan-pelan semuanya kembali baik-baik aja. Kembali happy.

Saya juga banyak quality time sama Bebe sebab kini beliau udah 100% lepas gadget di weekdays dan udah bisa diajak ngobrol banget jadi ya, relaxing banget sih ngobrol sama Bebe. Kami bisa bener-bener ngobrol 1-2 jam sambil tiduran gitu ngalor ngidul. Dulu begini sama JG, kini beliau gampang lelah sebab daycare Bebe jauh banget jadi capek di jalan lol. Kasian pacarku.

Apalagi ya.

Oiya soal blogging. Ini taun terpayah banget hahaha. Mau nulis kok ya malessss banget. Untung masih banyak yang sering nagih jadi kan saya tetep nggak lezat hati bila nggak nulis lol. Tahun depan biar bisa rutin yaaaa. Rada nyesek liat traffic sebelumnya nambah 1juta cuma 5 bulan, eh kok tahun ini 1jutanya molor hingga 10 bulan HAHA. Nggak apa-apalah saya tidak ngoyo lol.

Intinya kami siap menyambut 2018 dengan hati yang lebih kuat! Semoga satu tahun ke depan bisa kita jalani dengan baik-baik aja ya. Aamiin. Apa rencana kalian di 2018?

Saya pengen beli laptop gres HAHAHAHA. Ya gimana sih punya laptop di rumah dua terus ilang dua-duanya. PLUS HARDDISK EXTERNAL JUGA IKUT DIBAWA HIH KESEL. Tapi survive juga sih ya nggak punya laptop dan iPad. Hidupku baik-baik aja ternyata lol.

Anyway ini kayanya akan jadi blogpost terakhir saya tahun ini. Minggu depan akan full di Bandung untuk jajan siomay serta cilok yeaayyyy. See you in 2018!

-ast-

Detail ►

Mulan Inspired Makeup


HAI SEMUANYAAAA!

Makara dalam rangka mencar ilmu makeup, saya lagi seneng makeup huruf alasannya ialah makeup huruf itu menirukan orang lain. Meniru itu susah!

Kemarin saya udah niruin Princess Jasmine untuk kompetisi Wet n Wild kan. Nah dalam rangka Imlek saya kesannya bikin satu-satunya Asian Disney Princess, Mulan!

CUMA NGGAK SEMPET EDIT VIDEONYA! HUHUHUHUHU. Makeup Imlek ini kerja sama sama temen-temen di Blogger Ceria yeaaayyy!

Bikin Mulan ini dadakan banget. Karena saya kan cuma dapat syuting hari Minggu, terus gres punya inspirasi Sabtu malem! Dipelototin lah itu foto Mulan dan mikir, hmmm apa yang kurang?

Bunga saya punya, biasanya buat props foto, bandananya ngegunting dari tas bekas goodie bag hahaha. Jilbab item ada, baju ala-ala aja pake jilbab lain yang kebetulan warnanya mirip.

Makara inilah dia, produk yang saya pake:

- Foundation Revlon Colorstay
- City Color contour Stick and Highlight in Deep
- Concealer The Saem + Corrector Make Over
- Etude House Drawing Brows
- BH Cosmetics Party Girl After Hours Eyeshadow Palette
- Wet n Wild Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
- Wet n Wild Silk Finish Lipstick in Cherry Frost
- Untuk poni berkibar itu saya pakai Wet n Wild Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better


Kesulitan yang saya hadapi, mungkin dapat untuk pelajaran ke depannya hahaha:

- Tes make up itu petnting! Gila stres abis nggak tes make up dulu, resah gitu bikin mata sipit gimana caranya? Mata saya malah jadi gede itu alasannya ialah saya pake soft lens sih huhu nggak punya soft lens ukuran normal jadi ya matanya jadi gede lol.

- Tes jilbab juga penting, gimana caranya semoga dapat top bun? Auk gimana caranya, lamaaaa banget mikir hingga kesannya thank God dapat juga huhu.

Udah sih itu aja. Semoga dapat secepetnya edit video yaaaa.

See you!

-ast-

Detail ►

Di Balik Layar Susahnya Jadi Ibu

sesibuk itu hingga ga sempet foto bukunya doang lol

Akhirnya buku saya dan Gesi terbit jugaaa!

*TIUP TEROMPET* *SEBAR CONFETTI*

via GIPHY

Sejujurnya prosesnya usang banget alasannya yaitu jarak memisahkan dan kami berdua sibuk banget. SIBUK BANGET HARUS DI-BOLD.

(Baca kisah Gesi di sini, mungkin lebih detail lol: Lahirnya Buku Susahnya Kaprikornus Ibu)

Mulai omongan awal itu di bulan September 2017 dan gres bulan depannya mulai nulis dikit-dikit tapi belum intens. Bikin kerangkanya aja usang banget alasannya yaitu pengen segala ditulis lol.

Kami berdua berhutang pada Google Docs dan Sheet banget sih alasannya yaitu jadinya dapat nulis berdua tanpa harus bolak-balik email. Dan iyes, kami nulisnya di Google Sheet bukan di Docs alasannya yaitu pusing mikirin ilustrasinya.

Kaprikornus kami nulisnya kaya gini dan surprisingly simpel banget jadinya alasannya yaitu jadi keliatan halaman mana yang masih kosong dan halaman mana yang udah selesai.


Masalah berikutnya juga kami tidak mau melulu bercerita ihwal diri sendiri jadi ada beberapa chapter yang dibentuk universal. Untuk chapter-chapter itu kami setuju untuk pake panggilan ayah-ibu instead of mami-papi atau ibu-appa.

Terus apalagi sih yang harus diceritain jikalau disuruh kisah proses kreatif itu HAHAHAHA BINGUNG. Abis nggak sempet foto banget nih halaman dalem bukunya. Tar saya share di Instagram aja yaaa.

Intinya kerja bareng Gesi nulis buku ini smooth banget. Kami berdua tipe perencana gitu jadi semua dibentuk to do list dan tersusun rapi kusenaaaanggg. Kebayang jikalau kolaborasi orang yang nggak rapi terus berserakan dan nggak terang deadline-nya wah bye kayanya nulis gini doang dapat stres.

Terus ini juga buku kedua kami jadi kurang lebih kami jadi punya bayangan kerja bareng penerbit. Kaprikornus nggak blank banget gitu. Dan di kurun WhatsApp ini betapa enaknya nulis buku dapat ngobrol di group dengan editor dan ilustratornya detik itu juga jadi revisi-revisinya cepet.

Isi bukunya kurang lebih kaya blog saya dan Gesi. Cerita ringan seputar motherhood yang nggak berpihak, no judgment, dan ada komentar dari expert untuk topik-topik tertentu yang memang butuh dikuatkan oleh expert ibarat dokter anak atau andal gizi.

Kalau kata JG sih bukunya seru banget! Sementara saya yang memandang sebelah mata dan komen:

“Iyalah yang nulis istri kau dan topiknya anak kamu?!” HAHAHAHA

Tapi agar kalian juga suka ya!

OIYA SOAL ILUSTRATOR!

Awalnya kami mau kerja bareng Puty. Simply alasannya yaitu beliau ibu-ibu juga jadi niscaya dapat ngerti apa yang kami mau. Tapi dalam perjalanannya kami harus berpisah ahahahaha alasannya yaitu ya kalian cek aja deh Instagram Puty, sungguh bertolak belakang sama saya dan Gesi kan.

Puty itu ilustrasinya simple, rata-rata two tone gitu dan cuma sesekali gambar full color. Nggak sesuai dengan gaya saya dan Gesi yang colorful banget. Kaprikornus pas Puty kasih pola halaman yang udah diilustrasi kami yang “sepi ya”.

Terus Puty revisi dan dibikin rame dan komen kami masih tetep “mmm, sepi ya” HAHAHAHA Emang beda selera tandanya ya. Kaprikornus kau pun berpisah for good. Karena jikalau dipaksain takutnya Putynya nggak hepi alasannya yaitu maksa keluar dari style beliau dan kami berdua pun tentu tidak hepi alasannya yaitu nggak sesuai dengan style yang kami mau.

Abis itu galau selama sekitar 2 ahad untuk cari ilustrator pengganti. Sampai kesannya editor kami menyebut nama Frans dan saya seneng banget alasannya yaitu udah usang banget follow Frans!

Long story short kesannya kami kerja bareng Frans yang gres aja lulus kuliah (apa masih kuliah ya kok lupa lol) dan usang lama usang lama lama, revisi ini dan itu banyak banget hingga kesannya selesai.

TERUS SIBUK LAGI.

TERUS LUPA KALAU LAGI NUNGGU BUKU TERBIT.

Minggu kemudian Gesi tanya ke editor kapan bukunya terbit dan dijawab ... “Senin 28 Mei udah ada di Gramedia”


LAHHHH KAPAN PO-NYA KALAU GITU? AHAHAHAHAHAHA.

Iya awalnya kami planning PO dengan dua merchandise khusus. Satu bikin sendiri satu lagi disponsorin Kawung Living. Karena udah lewat dan nggak keburu PO, kesannya kami bikin special offer deh.

Ini beliau special offernya. Bisa dibeli pribadi di Tokopedia paling lambat tanggal 7 Juni dan selama persediaan masih ada.


UPDATE: Saya nulis ini kemarin sore sebelum special offer. Special offer dibuka jam 7 malem untuk 90 buku dan habis dalam 7 jam aja jadi yaaaa ... habis. MAKASIH BANGET SEMUA YANG UDAH BELI YAAA!

AYO DIBELI! UDAH ADA DI GRAMEDIA HARGANYA RP 75RIBU AJA! CUS! Atau dapat juga klik link ini ya!

-ast-

Detail ►

Bebe Berguru Baca (2)

Part 1 nya nggak dikasih judul sama sih cuma itu memang pertama kalinya bahas soal berguru calistung. Kaprikornus boleh dibaca dulu: Gimana Ngajarin Calistung?  INI HARUS DITULIS SEBAGAI ARCHIVE MASA DEPAN BETAPA SULITNYA NGAJARIN BACA HAHAHAHA

November 2017, masih suka-suka bahkan belum mau duduk di meja. Belum dapat baca sama sekali cuma suka tracing doang.

Kalau kalian scroll komen di postingan itu, ada komentar Isti temen saya soal suku kata. Intinya bila bahasa Inggris berguru baca lewat tiga kata: cat, tin, box, dll. Kalau bahasa Indonesia eksklusif dua suku kata dengan konsonan di depan: meja, sapu, sapi, dll.

NAH ITU DIA.

Saya gres tahu pas bagi rapot kemarin itu HAHAHAHAHAHA. Sempet dongeng soal bagi rapotnya di postingan ini sih. Waktu bagi rapot itu selain bahas soal perkembangan, saya nanya banyak banget dan missnya ajarin banyak banget.

Salah satunya saya nanya soal jelasin dunia dan negara (ini penjelasannya panjang), plus soal baca tulis juga. Baru di situ missnya jelasin soal bahasa Indonesia dan berguru dari dua suku kata (BUKAN TIGA menyerupai di postingan sebelumnya). Saya iya iya aja alasannya yaitu kondisinya saya nggak sengotot itu ngajarin Bebe baca. Kaprikornus Bebe berguru ya di sekolah aja.


Di rumah sama sekali nggak ngotot. Ngotot aja nggak apalagi maksa. Kaprikornus bila beliau nggak mau ya udah. Saya semua hal gitu kayanya hahahaha Berhenti nenen, toilet training, bila nggak mau ya udah daripada capek lah pusing lol.

Yang saya lakukan adalah, baca yang dapat dibaca. Kalau lagi makan dan di meja makan ada botol madu misalnya, saya cuma tunjukkin hurufnya dan saya eja sendiri. Kalau baca buku juga sama, semua judul saya bacakan pelan dan sambil ditunjuk. Kaprikornus keliatan saya lagi baca yang mana dan hurufnya apa aja.

Selain itu, hampir setiap hari sebelum tidur, dalam kondisi kamar udah gelap, udah selimutan, udah final pillow talk dan cerita, saya minta Bebe pilih satu huruf. Misal beliau pilih A. Saya eja aja satu-satu: B A? C A? D A? F A? terus hingga Z.

Kalau beliau pilih abjad konsonan, misal B, maka BA BI BU BE BO dan AB IB UB EB OB aja. Awalnya phonics nih. Tapi 2 bulan belakangan beliau udah dapat jawab bila saya ngeja pake abjad biasa.

Udah dapat juga ngeja 3 abjad dan kadang 4 abjad bila lagi bisa.

NGEJA BISA. BACA URUSAN LAIN LAGI.

Iya jadi meski beliau ditanya “B A?” Bisa jawab “BA” dikala ditunjukkin kata “BA” gitu beliau nggak dapat bacanya HAHAHAHAHA. Emang bener deh kayanya kata orang, anak tuh berguru baca kaya nggak bisaaaaa terus. Tapi begitu memang udah waktunya “tring!” eksklusif dapat aja.

Bebe belum ada momen “tring!” nya.

Cuma ya udalah ya gres juga 4 tahun 3 bulan. Meskipun dulu ibunya di umur segini UDAH BISA BACA DAN UDAH Taman Kanak-kanak LOL.

Nah, tapi Jumat ahad kemudian nih. Sebuah sejarah tercatat di tanggal 14 September 2018. Lagi di kendaraan beroda empat pulang dari daycare, Bebe liat logo A&W dan bilang ke JG “appa, A dan W itu bacanya AW ya?”

NANGIS GAESSSSS. HUAAA BEBE BISA BACA HUAAAAA.

via GIPHY

Kemudian di rumah kami tunjukkan A dan Y dan beliau tidak dapat bacanya. -________-

Ternyata baca AW itu kebetulan belaka. Ya dapat alasannya yaitu kebetulan tiba-tiba tau aja. Tiba-tiba kepikiran aja. Sebenernya belum ngeh banget, belum tau banget caranya gitu.

GMZ.

TAPI YA UDAH. YA UDAH AKU SABAR.

Anaknya semangat sih berguru nulis. Nulis kata-kata yang beliau hafal doang tapi lol. Xylo, Nini, Appa, Ibu gitu beliau udah dapat baca dan tulis KARENA HAFAL HURUFNYA. Bukan alasannya yaitu dapat baca.

Dia juga seneng urek-urekan gitu kecil-kecil terus bilang “ibu, ini tulisan” NAON PADAHAL CUMA CORET-CORET HAHAHA.

Mayan ugha ya calistung ini menantang sekali. Baru baca tulis doang, ngitung sih mikirinnya udah stres hahahaha. Tapi semua niscaya berlalu yaaaa. Pasti dapat asal berguru yaaaa!

Aamiin!

PS: BEBE UDAH BISA NGOMONG HURUF R! Dipikir beliau akan cadel alasannya yaitu ada anak temen kantor yang seumuran, R nya udah lancar banget dari umur 3 tahun hahahaha. Sabtu ahad kemudian tiba-tiba R nya terang banget wooohhh ibu eksklusif heboh record banyak sekali kata. Kaya “XYLO KERRRRRRRRREN!” gitu norak bodo amat hahahaha. Soalnya ayah dan adik saya R nya nggak terlalu terang gitu meski nggak cadel banget jadi ya, Xylo 1: Aki 0.

-ast-

Detail ►

Little Things That Matter


Hi gaes!

Duh abnormal lama-lama blog ini isinya kaya vlog gitu di mana saya cuma nulis aja pas saya mau nulis, entah ada maknanya bagi pemirsa atau nggak. Sama kaya vlogger model hari ini masak ya beliau vlog masak, hari ini nggak tau mau ngapain ya beliau bilang di video jikalau hari ini nggak tau mau ngapain lol.

KE MANA ANNISAST BLOGGER PARENTING ITU HAHHH? YANG SUKA MEMBERI TIPS DAYCARE DAN KEHIDUPAN BERSAMA ANAK BALITA? KE MANAAA?

Auk ke mana. Butuh pasokan energi ekstra dalam bentuk waktu membisu yang agak lama, untuk meresapi maunya apa sih taun ini? Rajin blogging nggak, vlogging juga nggak, rajin kerja sih iya alasannya ialah takut nggak gajian hahahaha.

Terus saya mikir. Maklum lah ya jikalau diem niscaya jadi banyak mikir. Memikirkan harapan dan resolusi yang tumben belum dibentuk dalam bentuk image dan dihias. Masih di notes belaka.

Karena resolusi kami tahun ke tahun itu semuanya big things! Model pemasukan sebulan nambah sekian, beli barang A, barang B, ini itu, Bebe daftar pre school, ini itu. Semua BESAR banget. Nggak ada resolusi sederhana macam olahraga, atau sarapan buah alasannya ialah ah sudahlah kebanyakan teori hahahaha. Kalau bikin kalian semangat sih nggak apa-apa tapi kan sebenernya mulai hidup sehat mah dapat kapan aja dilakukan ASAL NIAT.

Kemudian saya memikirkan hal-hal penting tapi kecil ... dan gampang dilupakan ... menyerupai ...

... memanjakan JG. IYA JG BUKAN BEBE. Soalnya dulu pas belum ada Bebe, hidup JG 100% saya yang atur banget level mau main futsal aja saya yang pack barangnya semua, temenin main, beresin sehabis main.

Sekarang kasian huhu pergi ke kantor aja siapin semuanya sendiri alasannya ialah saya siapin bawaan Bebe ke daycare. Aku nggak dapat banget deh sayang sama dua orang di waktu yang sama. EGIMANAAA? 😂

Ya saya akan berusaha!

JG, I know you read this, you've never told me to do this or that and you always patiently take care of me but I'll try too! ❤️

Nggak usah nambah sayang-sayangin Bebe alasannya ialah overflowing banget takut malah jadi manjain. Hahahaha. Ditegur kemarin sama JG "kenapa sih cium-cium Bebe terus?" padahal udah mau telat pergi kerja. Gendong, cium, ambil tas, cium, beres-beres baju Bebe, cium. Cium anak bayi kenapa candu ya.

*sebel amat mau pake kata 'candu' tadi mikir dua kali hihhh gara-gara awkarin* 😪

Saya juga mau lebih menerima, berdamai dengan keadaan, nggak banyak berantem sama JG maka saya akan demand ke JG plis jangan ngajak saya berantem hahahahaha.

Intinya itulah. Tahun ini rasanya kok pengen menata diri, pengen mencari maunya apa sih hidup ini? Mau kerja terus hingga pensiun? Mau resign atau keliling dunia semoga kaya the real millennials? Mau apa?

Mau berguru makeup semoga makin jago. Mau namatin jadi semua Disney Princess terus di-featured BuzzFeed *tetep*. Ternyata makeup huruf itu tantangannya luar biasa ya alasannya ialah menirukan kan. Gimana caranya pipi dapat chubby? Gimana caranya mata sipit? Gagal mah nggak apa-apa namanya juga nyoba pertama kali lol. Lumayan buat ngetawain diri sendiri aja. 😂


Terus review palette eyeshadow yang belum kesampaian satu pun. Mau lebih banyak berguru soal makeup dan edit video semoga jagoooo!

Dan gongnya adalah, tahun ini saya dan JG punya 2 channel YouTube terpisah!

Iya soalnya dari kemarin gundah kok channel saya isinya campur aduk. Jadinya mau dipisah aja, channel saya isinya beauty dan girly things lain sementara channel JG isinya vlog, parenting, keluarga, Bebe, endebre endebre. Thanks to Chandraliow dan Agung Hapsah, JG jadi mau edit video lagi hahahahha alasannya ialah kompetitip liat video mereka keren lol.

Nonton video pertama JG di sini yaaa. SUBSCRIBE YAAAA.


Kalau dari segi barang saya belum pengen apa-apa sih. Malah ngurangin barang banyak banget. Di Bandung keluar 4 karung baju, kemarin di Jakarta keluar lagi 2 karung. Ini bangkek nih, kerasanya hal kecil banget, ah baju doang. TAPI kenapa baju jadi banyak?

(Baca: Suka Menumpuk Barang? Hidup Minimalis Yuk!)

Pertama dulu pas kuliah saya seneng banget beli baju. Zaman-zaman masih ngikutin musim dan baca semua website fashion plus langganan majalah fashion. Baju-baju lalu sayang dong dibuang juga soalnya dulu belinya mahal huhu. Dulu beli baju uangnya dikasih ayah jadi nggak sayang beli mahal, kini pake uang sendiri mah bhay.

Kedua, baju kami harus banyak alasannya ialah JG males nyuci hahahaha. Kasian capek. Ke laundry pun effort packing dan jalan kan. Sejak beli mesin cuci, nyuci lancar jaya dan kami jadi nggak merasa butuh baju banyak.

Apalagi ya? Yang kecil-kecil tapi penting? Kayanya banyak hahahaha. Ya termasuk rajin menulis semoga waras dan rajin vlogging semoga skillnya nambah. Ingin beli printer buat nyoba-nyoba printable dan bikin diy. Terus apalagi yaaaaa. Ayo dong beri inspirasi lol.

Kalau ngomongin yang besar malah inget, kasian yang kecil-kecil huks. Goal terbesar tiap tahun semenjak punya Bebe sih nyelesain dana pendidikan Bebe jadi nanti uangnya dapat buat yang lain huhu. Gila hingga nggak nafsu liburan atau apa, setiap punya uang dimasukin buat uang sekolah Bebe. Punya anak seheboh itu adek-adek, jangan pada buru-buru nikah ya.

Yeah.

Itu ajalah. See you when I see you!

-ast-

Detail ►

The Scary, Scary Adulthood

Adulthood is so scary and I'm still scared af.

2018 jadi tahun kebangkitan semangat saya. Meski belum 100% ambisius kaya 4-5 tahun lalu, tapi minimal tahun ini punya semangat untuk sharing banyak hal lagi. Belum sih, belum level bangun tengah malem demi nulis blogpost yang schedule besok pagi hahahahaha. MENUJU KE SANA SEHARUSNYA. LOL


Mau dongeng jikalau dulu, saya yaitu anak pemalu. Pemalu banget hingga ke warung aja nggak berani alasannya harus ngomong sama ibu yang punya warung. Pokoknya ngobrol sama stranger itu naayyyy banget. Takut. Baru berani ke warung itu sekitar kelas 3-4 SD. Iya jadi sebelumnya nggak ngerti jajan juga. Pas SD, saya itu anak pendiam tapi selalu ranking 1. Sungguh idaman.

Sekolah Menengah Pertama saya nggak inget apa-apa. Maklum pelupa banget, pernah diceritain di sini lengkapnya soal saya yang sangat pelupa. Meski pelupa, saya inget saya udah AGAK pede dikit. Punya geng di sekolah, udah mulai boleh main ke mall (BIP LOL), tapi belum peduli sedikit pun sama penampilan atau fashion sama sekali.

Sekolah Menengan Atas sih wihhhh pede banget. Salah satu sumber pede yaitu alasannya ngerasa bagus HAHAHAHA. Dulu isu terkini rambut lurus direbonding gitu kan, sementara rambut saya udah lurus dari sananya. Haluussss. Kerjaannya di sekolah cuma nyisir sama ngaca (nggak heran ranking 20 muluuu).

Nggak tau deh jikalau di sekolah kalian, dulu di sekolah saya itu jikalau bawa beling ke sekolah = anak centil. Dan saya suka jadi anak centil. Zzzz. Harap diingat kita membicarakan tahun 2002 ya ini. I was only 15!

Kerjaan temen-temen? Nyisirin rambut saya. Duh suka banget deh rambutnya dimainin itu. ATTENTION WHORE ALERT HAHAHA. Anak SMA, punya HP, punya pacar, merasa bagus = saya sempurna.

Kuliah? MAKIN CENTHYL. Apalagi dulu merasa pandai dan golongan mahasiswa yang kecewa jikalau dapet nilai B hahaha. Semua harus A dong (ambisius semenjak dulu kala).

Dulu image anak jurnalistik itu nggak pernah mandi, baju asal-asalan alasannya sibuk ngerjain kiprah cenah. Oh annisast tydac begitu. Annisast ke kampus SELALU mandi serta bedakan meski tidur hanya 1 jam. Annisast ke kampus pakai baju yang matching dengan kitten heels atau flat shoes, bukan Converse menyerupai yang lain. Punyaaa Converse tapi sepatu hari-harinya itu flat shoes item dengan skinny jeans item juga.

Annisast tote bagnya selalu merah atau ungu pake studded atau fringe supaya statement ajah. Apa itu tas ransel? Apa itu tas polos? Kalung dipikirin, gelang banyak, cincinnya selalu gede supaya lucu dong. Hidup dihabiskan cuma mikirin kiprah kuliah dan mix and match baju serta aksesoris HAHAHA.

Kepercayaan diri itu terus terus terus naik hingga puncaknya di tahun 2011 kemudian semakin turun, terus malah nikah, semakin turun, terus punya anak, turuunnnn terus dan amblas di tahun 2017.

BYE KEPERCAYAAN DIRI DAN DIRIKU YANG PEDE KARENA MERASA CENTYHL SINCE 2002. T_______T

(Baca momen inferior yang ditulis kaya biasa aja padahal aslinya panik: Kepercayaan Diri dan Remah-remah Dunia)

Di ulang tahun saya yang ke-30 kemarin, mbak Hani (CEO FDN) nanya:

"Gimana ultah ke 30? Krisis PD nggak?"

Kaprikornus mikir banget sih. Karena krisis saya di usia 29 tahun bukannya 30 tahun. Saya pernah denger juga orang yang terjun bebas pedenya di umur 32. Tandanya mungkin krisis kaya gini normal banget untuk orang-orang di usia 28-32 tahunan gitu. Ya range-range umur itulah. TIDAK PEDE ITU WAJAR. SANGAT WAJAR.

Wajar alasannya di range usia itu kita DIPAKSA jadi orang dewasa. Nggak ada yang mempersiapkan diri tiba-tiba puff! semua jadi ada di bahu kita. Tiba-tiba semua jadi bicara tanggung jawab dan masa depan, nggak ada lagi waktu untuk ngomongin statement necklace mana yang lucu untuk outfit yang mana. Frankly, nggak ada lagi statement necklace alasannya KOK MAHAL? Kan mending ditabung uangnya ... WELCOME TO ADULTHOOD, PEOPLE!

via GIPHY

Kemarin saya juga upload selfie di Instagram sesudah sekian usang nggak pernah upload. Disertai caption yang menjelaskan soal nggak pede hingga nggak mau selfie. Ternyata yang mencicipi hal yang sama itu banyak banget, 40 lebih komentar coba. Yang nggak mau selfie alasannya nggak suka (nggak benci lho cuma nggak suka aja) muka sendiri itu banyaaakkk banget. Rata-rata terjadi sesudah melahirkan.

Di saya, saya jadi nggak pede alasannya ngerasa muka saya jadi salah aja pake jilbab (SILAKAN INGATKAN SAJA TENTANG TUHAN NANTI KOMENNYA KU REPORT AS SPAM BODO AMAT). Tapi jikalau ditelusuri, saya pake jilbab emang sesudah punya anak. Kaprikornus MUNGKIN pake jilbab atau nggak pake jilbab bakal tetep nggak pede alasannya buktinya sebanyak itu ibu-ibu yang nggak pede sama muka sendiri sesudah melahirkan. Mau pake jilbab atau nggak, nggak ngaruh.

Mau makeup segimana pun, begitu selfie ya mukanya salah. Saya hingga eksklusif tenggang rasa banget sama orang yang bolak-balik operasi plastik hingga mukanya gila soalnya RELATABLE. Makeup tetep ngerasa jelek, oplas sekali masih tetep ngerasa jelek, oplas lagi masih ngerasa buruk rupa, oplas lagi masihhh aja ada yang kurang. Yang salah padahal bukan mukanya, tapi perasaannya. :(((

Kedua, saya nggak punya waktu untuk lebih peduli sama penampilan. NYETRIKA AJA NGGAK SEMPET, SIS. Capek dan malas. Kaprikornus ya udah outfit sehari-hari itu kaos atau sweater. Di satu sisi yummy banget sih nyaman, di sisi lain ngerasa gembel dan nggak layak. Padahal pake baju apa itu bawa mood seharian banget kan.

Jadinya dilema. Mau mikirin baju nggak sempet, mau nggak mikirin baju bikin nggak pede. PUSYING.

Oh gitu doang ribetnya jadi orang dewasa?

NGGAK. Itu gres urusan fisik.

Yang melelahkan lainnya yaitu urusan emosi. Apalagi sesudah punya anak ya. Saya selalu berusaha well-adjusted (klik untuk baca wacana ini) jadi ya memang cari momen untuk zen dulu sebelum ketemu Bebe supaya pas ketemu Bebe itu kondisinya nggak bete, nggak emosian, dan dalam kondisi prima untuk menanggapi semuanya.

Seidealis itu alasannya saya menganggap punya ibu yang menanggapi itu yaitu HAK Bebe. Saya nggak pernah nyuruh ia berhenti ngomong. Kalau saya butuh timeout maka saya titipkan ia pada JG (yang juga dilarang meminta Bebe untuk diam) sementara saya tidur duluan.

Capek sih tapi jalaninnya cenderung slow alasannya itu jadi komitmen. Tertuang di dalam nilai-nilai parenting yang kami sepakati bersama. Bisa teratur banget emosinya, selain nggak punya duduk kasus berarti dalam hidup, juga alasannya saya punya koridor dalam memahami anak. Bisa dibaca di sini: Memahami Anak (DIBACA YA!)

Kapan menenangkan dirinya? Saya cuma punya sekitar 30 menit ketika otw dari kantor ke rumah. Yaitu ketika di ojek. Di ojek itu saya ngosongin kepala, nggak mikirin kerjaan lagi, teken tombol switch dari mode karyawan ke mode ibu dan istri.

Nggak susah kok alasannya udah 4 tahun lebih melaksanakan itu. Yang susah jikalau lagi banyak masalah. Kerjaan lagi banyak, deadline lagi numpuk, plus lagi mens pula hormon berserakan (mulai nyalahin hormon), waktu di jalan itu tombol switch-nya semacam macet, hingga rumah saya belum sepenuhnya jadi ibu. Saya masih sibuk jadi diri saya sendiri. Ini nih yang bikin pengen teriak "WOY GINI-GINI AMAT SIH JADI ORANG DEWASA!"

Gimana ya, ngubah mood itu ada kalanya dapat dalam semenit, tapi ada masanya ya memang butuh tidur, butuh sendiri, butuh ngobrol dulu sama JG, butuh YouTube-an dulu, gres dapat jadi ibu lagi. Lah tapi kan nggak sempet, detik-detik menghadapi kemacetan menuju rumah itu saya DIPAKSA untuk atur mood, atur emosi, atur kondisi kejiwaan supaya hingga rumah dalam kondisi 100% baik-baik saja.

SUSAH BANGET, MALIH.

Tapi dapat kok. Buktinya selama ini dapat hahahaha. Cuma ya gitu ... RADA MONANGIS. Hahahaha. Ketawa aja kini alasannya nggak lagi inferior. Kalau lagi ada duduk kasus mah ya nangis beneran. T______T

Nangis itu boleh. Nangis itu bukan cuma buat anak kecil. Kalau anak kecil aja harus dianggap manusia, masa kita yang udah jadi insan bakir balig cukup akal jadi nggak boleh nangis? Ayolah jikalau duka nangis aja, jikalau stres teriak, jikalau butuh banget pause dalam hidup sementara lagi super sibuk hingga napas aja ngos-ngosan ... makan es krim mungkin?

Lakukan apapun yang dapat angkat mood untuk sedikit lebih baik. Ketawa yang kenceng, lompat-lompat, dance sesuka hati (sebaiknya di rumah aja ya), nyanyi yang keras (di rumah juga plis ya ya?), apapun yang dapat menciptakan hidup terasa lebih baik.

Lakukan hal yang bikin senang meski sedikit demi sedikit. Yang penting keangkat kan daripada nggak sama sekali?

Small progress is better than no progress. Small happiness is better than no happiness. *halah*

via GIPHY

Mumpung tahun baru, saya mau share satu kebiasaan baik yaitu bangun tidur LANGSUNG ngaca. Kebetulan kasur saya sebelahnya cermin di lemari jadi bangun tidur itu duduk, eksklusif ngaca dan senyum. Katakan pada diri sendiri "aku cukup, saya baik-baik aja".

Bangun tidur itu kondisinya kita belum cari-cari kesalahan alasannya belum ngong banget lol. Kalau siang-siang ngaca kan kayanya kok ya flek banyak, kok muka jelek, kok ini dan itu. Kalau bangun pagi itu beda aja sih rasanya. Apalagi malemnya skin care lengkap, niscaya kulit muka bagus dan ngacanya juga enak. Kalau udah siang mau nangis itu urusan siang-siang hahaha.

Susah? Bisa jadi susah banget loh alasannya pandangan negatif kita ke diri sendiri semacam "halah ngapain ngaca, senyum juga jelek". Iya ngerti, tapi jikalau kita nggak berusaha ngubah itu, selamanya pandangan negatif itu akan menempel sebagai evaluasi kita pada diri kita sendiri.

Kalau mau berubah itu kan diusahakan, kecuali jikalau nggak mau. Yaitu nggak apa-apa juga hahahaha. Be negative, people wouldn't bother, they would leave. Kita sering denger orang bilang "tinggalin lingkungan toxic, tinggalin orang toxic, blablabla" jadi jikalau kalian negatif terus YA KALIAN TOXIC-NYA DONG KALAU GITU. SO BYE.

Terus mungkin di antara kalian ada yang membatin "halah lebay amaatt" atau "aku juga pernah tapi nggak gitu-gitu amat kayanya". TANDANYA KALIAN BELUM PERNAH. Beneran deh, jikalau udah pernah ngerasain niscaya nggak akan komen begitu. :))))

*tulisan abis ini disarikan dari caption IG beberapa hari lalu*

Sering banget baca artikel wacana banyak tertawa dapat membantu memelihara kesehatan mental. Tapi saya meragukan. Contoh terdekatnya soalnya Gesi. Dia receh banget, simpel dibikin ketawa, dikasih list Tik Tok aja dapat ngakak usang banget, dan ia tetap depresi. She was on medication for a while, it’s NOT a self-diagnosis depression. ☹️

Semakin mengukuhkan bahwa selain hidup dan mati, tidak ada yang saklek di dunia ini ya? Life is something that very difficult to explain, so many questions left unanswered, too many things listed unsolved.

So if you wanna scream then scream, if you wanna cry, cry as loud as you can. If you wanna jump around and dance barefoot behind the rain (or in a crowded mall), do it! Don’t let society tells you what to do! Don’t let society define who you are. ❤️

Let’s scream, dance, jump, and laugh more next year and the million years after! Happy new year!

-ast-

Detail ►

2018


Well, halo, selamat pagi. Apa kabar #2017bestnine dan resolusinya? HAHAHAHA. Buka Instagram isinya itu semua ya. Dan, foto keluarga terutama sama anak tentu jadi yang paling banyak dapet likes sepanjang tahun. Iyalah, anak hampir selalu lucu. Ibu bapaknya kadang kala doang lucu lol.

Gimana liburannya? Saya 10 hari Bandung, mayan mati gaya. Sempet main beberapa hari tapi banyaknya sih diem di rumah. Males ke mana-mana tapi kok ya di rumah aja lama-lama juga pusing mau ngapain. Leyeh-leyeh deh nonton YouTube ngabisin kuota. Nggak sabar balik ke kantor. So yeay for today!

Bikin resolusi nggak tahun ini? 2017 resolusi terbesar kami yaitu menuntaskan dana pendidikan SD Bebe. Alhamdulillah selesai tapi kayanya mau ditambah aja terus deh semoga ya uang bulanannya juga dapat ke cover semua. Abis itu pusing sendiri alasannya yaitu kok ya jadi banyak lagi kurangnya hahahaha. YAEYALAH BAYAR SPP 6 TAHUN SIS.

Iya nih 2018 aku dan JG dari hari pertama udah rada “goyang” menghadapi hidup lol. Diskusi panjang lebar banget soal masa depan. Semangat sih semangat cuma semangat kami semenjak pacaran yang selalu “PASTI BISA LAH” tidak mengecewakan drop alasannya yaitu tahun kemudian sungguh berat hingga kami mau positive thinking aja kaya jadi susah banget.

Sekarang semangatnya turun jadi “KITA BISA KAN YA? BISA NGGAK YA?” HUHU. Mulai mempertanyakan banget dan sebagai orang yang selalu terencana, aku mulai puter otak bikin plan B dan C untuk beberapa tahun ke depan.

Adulthood dan anxiety. Ini udah siap mau dibikin satu goresan pena sendiri. :)

Pertama, tahun depan Bebe udah dapat mulai TK. Eh malah bingung, Taman Kanak-kanak nya setahun apa dua tahun? Kalau dua tahun tandanya udah harus daftar dari kini dong. Kalau cuma mau setahun, apa nggak sayang bayar uang pangkal mahal cuma buat setahun?

Kedua, harus mikirin Bebe SD 3 tahun lagi. Mengingat banyak SD yang udah waiting list semenjak 2 tahun sebelum, ya tandanya ini tahun terakhir kami untuk memilih pilihan mau ke SD mana kan. Tahun depan harus udah niscaya banget mau daftar ke mana. Wow.

Berat alasannya yaitu ini keputusan besar yang dibentuk untuk kelangsungan hidup orang lain. Iya Bebe anak kami, tapi beliau individu yang punya hidup sendiri, kini dan nanti. Rasanya beban harus ngambilin keputusan buat Bebe alasannya yaitu jika salah pilih dapat jadi hidup beliau akan selamanya “salah”.

HUAH. The con of being a perfectionist. The pro is we always have plans! Even plan C.

via GIPHY

On the other side … *biar keliatannya nggak cuma ngeluh hahaha*

Tahun ini kami yakin dapat nabung lebih banyak hahahahaha. Kalau udah punya tujuan, biasanya nabungnya jadi lebih niat kan. Kemarin aku dan JG udah janjian satu sama lain untuk saling mengingatkan soal menabung ini dan jangan gampang termakan pada remeh-temeh yang ternyata jika dikumpulin per bulan angkanya mayan juga.

Kami juga mulai mengingatkan diri sendiri bahwa yang diharapkan ketika ini yaitu merasa cukup. Bahwa dapat bertiga terus sama-sama aja itu udah sesuatu yang patut disyukuri. Bahwa selalu dapat mengambil keputusan keluarga tanpa intervensi orangtua atau mertua itu bener-bener glamor alasannya yaitu nggak semua orang punya privilege itu. Hahahaha. Itu aja sih.

Selamat hari kedua di 2018. Semoga tahun ini menyenangkan ya!

-ast-

Detail ►

Beres-Beres Kenangan Dengan Google Photo

Tips back up foto dengan Google Photos.


Siapa yang pusing sebab foto awut-awutan di mana-mana dan nggak terperinci harus cari ke mana jikalau butuh?

SAYA NGGAK DONG. Hahaha.



Sebabnya, saya selalu back up semua foto saya di Google Photos. Kalian juga? Rapi nggak albumnya? Kalau sekadar di-upload aja tanpa ditata sih ya sama aja awut-awutan dong.

Oiya Google Photos ini bukan cuma aplikasi ya. Buka di browser juga bisa, jadi nggak perlu download aplikasi.

Nah meski kedengerannya simpel alias alah upload doang cincay, ada beberapa tips yang mungkin dapat berguna. Tips ini khusus buat kalian yang emang pengen foto-foto rapi, nggak awut-awutan dan nggak susah nyari.

💾 Setting Google Photos

Pertama, setting dulu Google Photos nya semoga nggak upload ukuran sebenarnya. Iya jadi dikompres. Karena jikalau dikompres, Google kasih kita storage unlimited!

Caranya pastikan kau login di akun Google, terus buka photos.google.com dan ikuti step by step di bawah ini:



Nah jikalau itu diceklis, otomatis semua foto yang kita upload itu keresize. Masih gede kok ukurannya jikalau untuk kebutuhan di internet mahhh. Masih HD, 16 MP, jikalau kata Google masih dapat dicetak dengan ukuran 24x16 inches (60x28 cm).

Kecuali jikalau fotonya penting banget dan suatu hari rasanya kalian mau bikin billboard dengan foto itu, ya udah save di harddisk lahhh yang ukuran sebenarnya. Google Photos khusus buat kenangan aja, alias yang penting fotonya nggak hilang.

💾 Jangan auto sync/back up

Buat kalian yang punya aplikasi Google Photos di hp, matiin auto sync dan back up nya. Iya sih ngirit waktu tapi akibatnya awut-awutan banget. Ya gitu aja seberantakan di gallery HP kan sebab ia back up sesuai tanggal aja hahaha

💾 Bikin folder dulu di laptop

Copas dulu foto dari HP/kamera ke laptop. BERESIN DULU FOTO-FOTO ITU OFFLINE LAPTOP. Bikin dulu folder sesuai kategori yang mau diback up.

Misal satu folder namanya “Papua, Agustus 2015”, folder lain “Lebaran 2017” ya sesuai kawasan dan kejadian atau apalah bebas. Saya sih lebih suka pake momen dan tanggal serta tahun semoga carinya gampang. Nantinya folder ini akan jadi album di Google Photos.

Nah jikalau foto Bebe yang mana entah berapa puluh ribu semenjak ia lahir lol, saya back up menurut usia Bebe. Kaprikornus sebulan sekali rapihin di folder, jikalau butuh tinggal diperkirakan oh itu pas Bebe lagi umur sekian nih.

💾 TIPS UPLOAD!

Uploadnya gini semoga nggak pusing. Yang penting jangan upload sekaligus banyak gres bikin album soalnya jikalau di tengah jalan internet mati, nanti fotonya awut-awutan lagi nggak masuk ke album. Ikutin step by step ini:

1. Upload satu foto dulu
2. Create new album
3. Masukin nama album, gres drag and drop sisa foto eksklusif ke dalem album ini. Kalau tengah jalan internet mati, semua foto udah kondusif di dalem album.



Soalnya saya suka upload foto Bebe sebulan gitu sekaligus 1000 foto misalnya, gres 800 foto terus connection error. Kelar lah udah itu 800 foto nyebar di mana-mana nggak di dalam satu album. Kalau udah gini saya suka stres sendiri #ocd lol.

💾 Rajin back up

Luangkan waktu sebulan sekali untuk back up dan pasti foto-foto kalian nggak akan awut-awutan lagi. Untuk meluangkan space di harddisk, foto yang nggak terlalu penting hapus aja, kecuali ya itu tadi, ingin punya ukuran bahwasanya sebab siapa tau suatu hari butuh bikin billboard segede dinding rumah. Ehm.

💾 Video gimana?

Video ikut ke-back up juga kok. Ikut dicopy aja, nanti ia otomatis jadi 1080 px. Masih HD lah itu. Masa iya nyimpen video 4k terus mau gratisan hahaha.

Kenapa nggak back up di Facebook aja?

Upload ke Facebook itu lebih ke-compress lagi fotonya jadi ukurannya jauh lebih kecil dibanding Google Photos. Lagian Google Photos juga dapat deteksi wajah, lokasi, dan bikinin gif gitu dari beberapa foto yang seolah-olah lucu deh.

Fotonya private nggak?

Fotonya private tapi URL nya dapat dishare. Anggap URL ini kaya nomer handphone lah. Kalau nggak dishare, orang lain nggak dapat telepon kita kan jadi jikalau url nggak di-share yang orang lain nggak dapat buka juga. Saya sih nggak share ke siapa-siapa sebab tujuannya kan emang cuma buat back up doang.

Terus dapat juga upload-nya ke Google Drive terus sync ke Google Photo. Cuma saya males sebab nambah-nambahin folder Drive aja awut-awutan pusing. Kaprikornus ya foto ya udah sesuai fitrahnya di Google Photos. Drive buat dokumen aja.

Oiya saya juga pake dua akun Google. Akun pertama khusus buat Bebe dan keluarga. Akun kedua buat foto-foto zaman liputan dan pacaran dulu sama JG hahaha.



Udah sih gitu aja. Karena apalah arti kenangan jikalau tidak dapat dikunjungi kembali kapan-kapan. Benar bukan? ;)

-ast-

Detail ►